Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
198


__ADS_3

Mbak Alana menasihati Iksan agar melebih dekat lagi dengan Cessie, jangan hanya telpon dan kirim pesan tapi juga ngajak jalan atau makan diluar, tapi sayangnya tanpa mereka berdua sadari Cessie sudah diikat oleh laki-laki lain.


" Menurut mbak ibu dan ayah setuju tidak, kalau aku memilih Cessie sebagai ibu sambung Dira ya. Sebelum aku bilang sama ibu dan ayah lebih baik aku tanya mbak aja dulukan."


"Kalau menurut mbak, ibu dan ayah pasti setujuh, karena mbak lihat ceweknya baik ramah juga. Lagian Dira juga mbak lihat dekat sama dia, memang sejak kapan sih kalian bertemu, kelihatan sekali Dira sangat menyukainya"


"Sudah lama sekali kami tidak ketemu mbak semenjak lulus sekolah. Tapi suatu ketika saat aku dan Dira pergi belanja kami tidak sengaja ketemu di parkiran. Terus selepas itu tidak pernah lagi, nah terakhir kami ketemu lagi pas aku bawah Dira berlibur kepantai saat itulah Dira mulai dekat dengannya, bahkan malam itu Dira tidur dengannya. Seyrlah hari itu kami agak sedikit kembali akrab aku sering mengirim pesan tapi jarang sekali dibalas, sekarang yang ngurus perusahaan orang tuanya dia."


"Ya sudah kalau begitu coba nanti kalau kita sampai dirumah bicarakan ini dengan ayah dan ibu, tapi mbak yakin sih mereka pasti setuju, waktu kamu bawah Nadia datang ke rumah mbak tidak suka dengannya karena lihat sifatnya mbak tahu dia bukan perempuan baik-baik. Tapi kamu mati-matian membelahnya nah sekarang sudah rasakan bagaimana sakitnya di tinggal pergi tanpa kabar"


"Mbak bisa tidak jangan mengunggkit kembali masa lalu lagi itu sudah lama, aku tidak mau mengingatnya lagi"


"Bukan mengungkit tapi mengingatkan, biar tidak terulang lagi hal yang sama"


Akhirnya mbak Alana dan Iksan pulang kerumah karena Dira sudah tidur jadi kasian kalau mereka lanjutkan jalan-jalannya. Setelah sampai dirumah mbak Alana langsung menidurkan Dira, dan mbak Alana menyuru susternya menjaga Dira dikamar. Sedangkan mbak Alana kembali kekamarnya.


Iksan langsung masuk ke ruang kerjanya karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, sedangkan kedua orang tua Iksan ada di kamar lagi istirahat.


Setelah semua pekerjaan selesai Iksan duduk termenung, ia berpikir apakah ia harus secepatnya membicarakan soal lamaranya untuk Cessie ke kedua orang tuannya. Atau nanti saja lagian kalau kasih tahu sekarang rasanya kecepatan, Cessie aja masih hamil belum melahirkan, tapi kalau tidak sekarang kapan lagi.

__ADS_1


Orang tuannya Iksan juga masih istirahat, akhirnya Iksan urunkan niatnya untuk memberitahu kedua orang tuanya, sore harinya semua sudah pada bagun dan sudah mandi seperti Dira sudah di mandikan oleh susternya, orang tua Iksan juga sudah rapi tapi masih betah dikamar. Sedangkan Iksan keluar dari rumah dan duduk santai di pinggir kolam renang di samping rumah.


"Hummm sejuk juga ternyata kalau duduk disini, jarang sekali punya waktu duduk menyendiri disini, pergi pagi pulang sore sudah sampai rumah cape akhirnya tidur malas kemana-mana. Untungnya hari ini aku biarkan sekretaris mengerjakan semuanya lagian tidak ada meeting hari inj juga. Mungkin kalau besok-besok keluarga ngumpul terus bakar-bakar disini seru juga sekalian ajak Cessie tapi kira-kira dia mau ngak ya."


Iksan duduk termenung, sudah ada secangkir kopi di diatas meja kecil, Iksan juga menyalahkan satu batang rokok dan menghisapnya, sebenarnya Iksan jarang hisap rokok ada waktu-waktu tertentu baru dia lakukam itu kalau pikirannya lagi kalut.


Sekarang untuk memikirkan cari pasangannya ada sedikit trauma dalam hatinya, tapi tidak mungkin dia terus-terusan sendirian kasian Dira kalau mbak Alana kembali ke luar negeri. Walaupun ada suster tapi lebih enak kalau di jagain oleh orang yang benar-benar bisa di percaya.


Iksan yang sibuk dengan pikirannya tiba-tiba Dira berlari ke arahnya. Sambil berteriak memanggil Iksan.


"Ayah...ayah..ternyata ayah disini dari tadi Dira nyariin ayah tahu, tapi ayah tidak ada dikamar di ruang kerja juga tidak ada, makanya dira kesini karena kata bibik melihat ayah kesini bawah minun"


"Bunda lagi mandi ayah terus suster katanya lagi buatin Dira susu nanti baru antar kesini, ayah...tante Cessie mana, kenapa ayah tidak membawah tante Cessie kesini, dira senang tahu kalau tante Cessie main kesini"


Perkataan Dira berhasil membuat Iksan mengulum senyum, biarpun dia belum bilang sama orang tuanya tapi setidaknya kedua perempuan yang dia sayangi sudah setuju, mereka berikan lampu hijau untuknya. Jadi itu memudahkan bagi Iksan untuk mendekati Cessie


"Sayang, memangnya Dira suka sama tante Cessie kalau tante Cessie ayah ajak kesini Dira mau?" tanya Iksan memastikan.


"Iya ayah, Dira mau, tante Cessie orang baik ayah, dia sayang sama Dira waktu pas di pantai itu ayah, Dira tidur dibacakan cerita oleh tante Cessie sekarang sudah tidak pernah lagi,"

__ADS_1


"Yes...yes...itu artinya Dira juga senang dengan Cessie sekarang tinggal ibu dan ayah, secepatnya aku harus bicara dengan mereka agar aku datang melamar Cessie langsung ke kedua orang tuannya."


Saat ini Iksan sudah benar-benar melupakan Nadia, tapi sebentar lagi Nadia akan kembali menganggu hidupmu Iksan. Semoga kamu bisa mengusirnya tanpa belas kasihan.


tidak lama kemudia susternya Dira datang dengan secangkir susu di tangannya dan meletakan di atas meja dimana letak kopi Iksan berada. Walaupun Dira umur masih dua tahu lebih tapi sudah tidak mau pakek dodot kecuwali minum susu sambil tidur ith baru pake dodotnya.


"Dira, minum susunya dulu" kata susternya.


"Taru aja disitu sus nanti aku yang kasih ke Dira biarkan dia bermain kamu pantau aja jangan sampai ia terjatuh kedalam kolam, soalnya kolam agak sedikit galam." ujar Iksan bicara dengan susnya Dira


Akhirnya Dira dan susnya asyik bermain di pinggir kolam sedangkan Iksan memperhatikan mereka, ia membayangkan kalau seandainya sus itu adalah Dinda mungkin dia sangat bahagia melihat kehidupan rumah tangganya harmomis tapi sayangnya itu tidak terkabul.


"Seandainya Nadia tidak pergi mungkin kami bisah bahagi dan bisa jadi Dira sudah punya adik lagi tapi sayangnya hanya agan-agan saja itu tidak mungkin terjadi."


Sedangkan seorang perempuan cantik baru saja turun dari dalam taksi dengan pakian agak sedikit seksi dan modis, berjalan lengak-lengok menuju gerbang rumahnya Iksan dengan senyum mengembang dibibirnya.


"Ternyata benar filingku Iksan masih tinggal di rumah ini untung waktu itu aku yang melarang untuk menjual rumah ini jadi gampang deh carinya, Iksan sudah pulang belum ya dari kantor, semoga dia ada didalam aku juga sudah tidak sabar pengen ketemu dengan anakku" ujar perempuan itu.


Wah.....kembali memanas....sudah mulai kembali perang dunia kedua...karena sih perempuan punya nyali nekat datang ke rumah Iksan, dengan gaya hedongnya berpenampilan agak sedikit seksi biar Iksan tertarik pergi aja biar kamu di kasih tahu cara menghilangkan urat malu.

__ADS_1


__ADS_2