Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
271


__ADS_3

Karena kedua temannya belum menjawab apa-apa Bella memutuskan untuk tidak membicarakan itu dulu padahal Melli dan Bella diam bukan berarti mereka tidak mau tapi mereka masih terkejut makanya mereka diam.


Iksan juga sebenarnya sangat senang karena kalau Sinta tinggal satu rumah dengan Bella Iksan akan selalu main kesana untuk mendekati Sinta karena saat pandangan pertama di restoran Iksan sudah mulai menaru hati pada Sinta, walaupun Sinta selalu mengabaikan telpon atau pesan dari Iksan tapi Iksan tidak menyerah justru Iksan makin tertarik karena Sinta gadis keren. Bisanya kalau gadis lain tanpa Iksan hubungi juga dia yang duluan hubungi apalagi kalau dia sudah tahu Iksan juga orang kaya.


Namun berbedah dengan Sinta yang cuek dan tidak ambil pusing padahal Sinta sudah tahu kalau Iksan itu adalah seorang Ceo perusahaan, walaupun masih nomor dua di bawah perusahaan Cessie tapi itu tidak masalah siapa yang tidak mau menikah dengan suami orang kayak raya coba hanya gadis bodoh yang tidak mau.


"Sin, Mell bagaimana apakah kita lanjut nonton saja dan lain kali baru kita ikut kerumah mas Iksan atau kita batal nonton saja dan lain kali baru kita nonton" tanya Bella sebenarnya Bella juga tidak enak sama teman-temannya, makanya dia meminta pendapat mereka jangan sampai mereka minder karena mereka sudah tahu siapa Bella sebenarnya.


"Bell jangan kamu merasa tidak enak sama kami karena tidak jadi menonton menurutku menonton itu kapan saja boleh tapi untuk ketemu dengan keluarga kamu itu sangat penting yang sudah lama kamu cari. Jadi sekarang ketemu dengan paman dan bibik kamu lebih penting dari pada nonton kami selalu menemanimu Bell, karena sudah sekian lama kamu mencari mereka dan tidak sengaja Tuhan mempertemukan kamu dengan pak Iksan itu bukan suatu kebetulan tapi itu rencana Allah jadi jangan sia-siakan waktu keluarga lebih penting dari segalanya" ujar Sinta membuat Bella sangat terharu begitu juga Iksan dan Melli yang mendengar karena sangat bijak sekali Sinta berkata sepeti itu.


"Pikirannya sangat dewasa sekali dan juga bijak dalam melihat situasi...memang tidak salah aku diam-diam mengangguminya karena dia gadis yang polos tapi bijak sekali. Semoga Ibu, ayah dan mbak Alana menyukainya terutama Dira, karena aku tidak mau memberikan kekecewaan lagi kepada mereka seperti dulu gara-gara aku yang tidak mau mendengar perkataan mereka karena sudah di butahkan oleh cinta sekarang jadi menyesal" gumam Iksan dalam hati.


"Makasih ya Sin kamu teman yang sangat pengertian dan baik hati kalian berdua pokoknya teman yang sangat baik buat aku. Mas kalau begitu kami bertiga ikut denganmu mas tapi kami naik taksi ya mas tuntun kami saja soalnya aku tidak tahu alamat rumahnya mas."

__ADS_1


"Aku dari tadi perhatikan mas Iksan sepertinya dia menyukain Sinta deh karena dari tatapan matanya ke Sinta tidak biasa, aku sangat paham seorang laki-laki yang lagi jatuh cinta tatapannya seperti apa aku tahu jadi tatapan tadi dari mas Iksan ke Sinta sama parsis, tapi bagus juga sih aku mala senang dan sangat setuju kalau mas Iksan menikah dengan Sinta karena memang Sinta gadis yang baik. Aku harus cari cara agar mereka lebih dekat lagi."gumam Bella dalam hati.


Wah... Boeh juga kalau Bella yang sudah punya rencana untuk menjodohkan Iksan dengan Sinta agak seru juga deh..semoga rencana Bella berhasil.


"Loh ngapain kalian naik taksi kan mas ada bawah mobil dan sekretaris mas juga sama bawah mobil juga jadi kalian ikut mas saja, tidak perlu naik taksi segala masa pulang dengan mas kok kalian naik taksi ane nanti justru aku yang di omelin sama ibu dan ayah karena biarkan kalian pulang naik taksi yuk kita turun."


Iksan langsung bangkit dari duduknya disusul oleh ketiga orang itu tapi karena terburu-buru jalannya Sinta tidak melihat kaki kursinya jadi Sinta tersandung dan hampir terjatuh tapi untung Iksan dengan singap menangkap tubuh Sinta membuat pandangan mereka bertemu cieeeh...sudah mulai ada benih-benih cinta.


"Deg.....ya ampun tanpan sekali kalau dekat begini awat muda lagi kayak bukan duda beranak satu, wangi badannya juga sangat harum" gumam Sinta dalam hati.


Melli dan Bella yang melihat kedua sejoli itu masih betah saling pandangan membuat mereka berdua menutup mulut sangkin terkejutnya.


"Ehmm... Maaf ya mata kami berdua masih suci dan ini juga masih di restoran jadi tolong dong hargai masa jomblo kami berdua sudahi saling lihat-lihat itu aku jadi gak tahan" Ujar Bella membuat kedua orang itu langsung sadar Iksan membuat Sinta kembali berdiri akhirnya salah tingkah keduanya.

__ADS_1


"Ma...maaf aku reflek tadi aku tidak bermaksud menyentuh kamu nona Sinta"


"Tidak apa-apa pak tapi makasih karena kalau tadi pak Iksan tidak menolong aku mungkin aku sudah jatuh tersungkur di lantai"


"Ahmmm....rasanya duania ini milik berdua aku dan Melli hanya kontrak...tapi memang juga sih sekarang kita kontrak hahaha" ujar Bella menjailin Sinta dan Iksan membuat pipi Sinta merah merona karena malu.


"Aduh...malunya gak tahu taru muka ini kenan, kenapa juga sih tadi gak hati-hati hampir sedikit aku tersungkur, tapi kenapa ya sangat berbedah hawa pak Iksan duduk disampingku dengan pelukan tadinya rasanya nyaman banget" gumam Sinta dalam hati


Akhirnya mereka keluar dari restoran, mereka mengikuti Iksan dari belakang kemana Iksan pergi kesitu juga mereka bertiga namun saat sampai di mobil Bella buat ulah. Bella dengan Melli langsung gegas masuk kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang Melli duduk di sebelah kanan pintu mobil begitu juga Bella duduk di sebelah kiri pintu mobil. Mereka sengaja tidak mengijinkan Sinta duduk di belakang.


Karena saat Bella dan Melli turun ke bawah mereka sudah sepakat untuk membiarkan Sinta duduk di depan bersama dengan Iksan, awalnya itu ide dari Bella dan ternyata Melli juga menyetujui karena Melli senang kalau benaran jodoh sama Iksan pertemanan mereka makin dekat.


"Bell, Mell buka dong pintunya aku duduk di mana"Ujar Sinta ingin masuk kedalam mobil tapi pintu belakang sudah di kunci oleh Melli dan Bella jelas mereka sengaja biar temannya di depan.

__ADS_1


"Aduh..Sin maaf ya disini sesak loh boleh ya kamu duduk di depan saja gapapa ya soalnya aku ngantuk mau tidur tapi gak suka berdesakan kamu lihat sendiri bawaan kami berdua saja sudah gak muat disini" ujar Melli dan Bella.


Cara kedua anak gadis itu membuat Iksan mengerti arah tujuan mereka sehingga Iksan kegirangan dalam hati, karena ternyata sepupunya sangat mengerti hatinya.


__ADS_2