
Cessie hanya diam dan ikut duduk di sampaing sang ayah. Cessie mau lihat sampai dimana tindakan Aris.
"pokoknya kakak harus selesaikan masalah kakak dengan sekretaris Lita aku gak mau tahu."
"Iya dik besok kakak dengan ayah datang kesana untuk minta maaf sama sekretaris Lita maafi kakak ya."
Setelah mereka ngobrol akhirnya mereka kembali istirahat.
****
Keesokan harinya masih pagi-pagi Aris sudah bersiap untuk pergi dengan pak Arya ke tempat sekretaris Lita, padahal meraka tidak tahu kalau sekretaris Lita juga saat ini sudah bangun dan bersiap untuk keluar dari apertemen karena kemarin pak Galu membantu sekretaris Lita untuk peaking semua barangnya.
Bahkan pak Galu juga sudah carikan tempat baru untuk sekretaris Lita sebenarnya pak Galu pengen sekretaris Lita tinggal serumah dengannya karena dirumah pak Galu ada banyak kamar tapi sekretaris Lita gak mau karena menghindari fitnah mereka belum sah jadi suami istri.
Pak Galu juga janji akan datang membantu sekretaris Lita pindahan karena kasian dengan calon istrinya jadi pak Galu minta cuti untuk membantu sekretaris Lita beres-beres.
Jam delapan pagi sekretaris Lita suadah siap dan tinggal nunggu mobil datang jemput kebetulan pak Galu juga belum datang karena pak Galu janji sekita jam sembilan baru datang.
Karena cape beres-beres sekretaris Lita membaringkan tubuhnya di atas sofa di ruang tamu, namun tiba-tiba bel berbunyi sekretaris Lita berpikir kalau yang datang pasti pangeran tanpan pak Galu dengan semangat sekretaris Lita membukan pintunya namun betapa terkejutnya siapa yang berdiri di depan pintu.
"Pak Aris, bu Cessie, Pak Arya. Silakan masuk." sekretaris Lita mengaga karena terkejut dengan kedatangan pak Arya. Tenyata yang datang adalah Cessie, Aris dan pak Arya. Awalnya hanya pak Arya dan Aris yang mendatangi sekretaris Lita tapi ternyata Cessie juga mau ikut takutnya sekretaris Lita tidak mau maafin Aris.
__ADS_1
Namun yang membuat ketiga orang itu terkejut saat melihat barang-barang sekretaris Lita yang sudah di peaking semua.
"Pak, bu. Silakan masuk maaf agak berantakan"
"Loh sekretaris Lita mau kemana kok barangnya di peaking semua begini"
"Iya bu, maafkan saya karena saya harus pindah dari sini saya bukan karyawan di perusahaan lagi jadi harus tinggal disini"
Cessie dan pak Arya menatap Aris yang sudah duduk tapi kelihatan gak tenang, mereka sengaja menatap Aris biar Aris yang duluan bicara. Untung Aris paham dan langsung bicara.
"Sekretaris Lita, saya dan ayah terus adik Cessie datang kesini karena mau minta maaf khususnya saya, secara pribadi saya benar-benar minta maaf karena saya sudah berkata kasar dan sudah merendahkan sekretaris Lita padahal saya yang gak becus jadi seorang atasan saya benar-benar minta maaf atas ketidak sopanan saya sehingga saya sudah menyakiti perasaan sekretaris Lita."
"Pak Aris tidak perlu merendah begitu dan seharusnya bu Cessie dan pak Arya tidak perlu sampai datang minta maaf dengan karyawan rendahan dan tidak berguna seperti saya, jujur saya tidak ada rasa benci apalagi dendam dengan pak Aris hanya saja saya sangat kecewa dengan setiap hinaan dan cacian didepan banyak orang. Saya ditonton kayak maling ditangkap basah jadi pak Aris mencaci maki saya. Coba kalau pak Aris di posisi saya bagaimana dengan perasaan pak Aris pasti merasa malu dan sakit hati begitu juga saya pak punya perasaan"
"Saya sudah jelaskan semua kepada pak Aris waktu itu bahkan saya berbohong soal pak Aris ketiduran saya tidak mau nama baik pak Aris tercemar sehingga saya bilang pak Aris sakit tapi apakah pak Aris mengerti hal itu dan menjaga perasaan saya tidak pak?."
" Bahkan dengan tega pak Aris menghina saya, pak Aris tahu gak malam itu kondisi saya seperti apa saat pergi ketemu pak Bambang, saya tidak takut mati kalau kecelakaan motor karena sangking kencangnya lari motor itu asal apa yang sudah pak Arya percayakan kepada kita berdua bisa berhasil, saya sampai disana penampilan saya sudah tidak karuan tapi saya tidak peduli. Saya juga terlambat pergi karena menunggu pak Aris tapi apa semua yang saya lakukan tidak dihargai sama sekali oleh pak Aris."
"Pak Aris mencaci maki saya bahkan pak Aris katanya mau pecat saya karena saya tidak becus dalam bekerja, saya kabulkan permintaan pak Aris saya sudah resign jadi saya tidak mau lagi balik kerja di perusahaan itu. Silahkan pak Aris cari sekretaris yang kinerjanya lebih baik dari pada saya"
Sekretaris Lita meluapkan semua kekesalannya ke Aris didepan Cessie dan pak Arya namun baik Cessie maupun pak Arya tidak ada yang membantah.
__ADS_1
Seketika wajah Aris pias....Aris tidak ada suara hanya menunduk kepala mendengar perkatasn sekretaris Lita.
"Iya saya mengakui kesalahan saya sekretaris Lita saya minta maaf atas semua kesalahan saya terhadap sekretaris Lita dan tolong jangan resign"
"Saya sudah maafkan pak Aris sebelum pak Aris minta maaf, tapi untuk kembali ke perusahaan sepertinya saya sudah tidak minat."
Aris yang mendengar penuturan sekretaris Lita terkejut tapi Aris tidak habis akal dia berlutut di hadapan sekretaris Lita hanya memohon untuk sekretaris Lita mau memaafkannya.
"Pak Aris tolong jangan lakukan itu saya tidak suka melihat pak Aris begitu bangun pak, jangan lakukan hal ini hanya untuk karyawan rendahan seperti saya" ujar sekretaris Lita meminta Aris untuk bangkit dari lantai.
"Sekretaris Lita..saya selaku ayah dari pak Aris atas nama putra saya, saya minta maaf atas apa yang sudah putra saya lakukan saat ini kita disini ceritanya bukan bos dan karyawan tapi kita saudara atau teman kerja tolong maafkan putra saya dan kembali bekerja." ujar pak Arya.
Karena Cessie melihat bujukan sang ayah dan kakaknya tidak berhasil jadi sekarang tinggal Cessie senjata satu-satunya.
"Sekretaris Lita saya tahu kakak Aris sudah menyakiti hati dan perasaan sekretaris Lita, kalau saya diposisi sekretaris Lita saya juga pasti melakukan hal yang sama dan bahkan lebih dari ini, tapi disini pemilik perusahaan itu bukan kakak Aris ataupun saya tapi milik ayah dan ibu, aku dan kakak Aris hanya numpang. Jadi disini saya sebagai adik dan sebagai teman kerja saya mohon maafkan kakak Aris apapun yang sekretaris Lita inginkan saya kabulkan"
"Jujur saya yakin kalau hanya kakak Aris atau ayah yang datang belum tentu sekretaris Lita mau memaafkannya makanya biarpun perut saya sudah besar saya datang kesini, tidak masalah sekretaris Lita tidak mau maafkan kakak Aris itu hak sekretaris Lita tapi apakah sekretaris Lita tega melihat saya seperti ini berjuang sendiri saya tidak mau cari sekretaris baru karena saya hanya mau sekretaris Lita saja"
"Tolong atau sekretaris Lita mau saya juga harus lakukan hal yang sama seperti kakak Aris lakukan biar sekretaris Lita tahu betapa tulusnya saya memohon dan meminta maaf kepada sekretaris Lita, kalau soal proyek itu batal itu urusan kakak Aris tapi saya datang kesini saya hanya minta sekretaris Lita tetap kembali jadi patner saya. Jujur saya juga sangat marah terhadap kakak saya karena saya juga perempuam jadi saya merasa sakit hati jadi tolong maafkan dia."
"Deg....."sekretaris Lita jadi terharu dan merasa bersalah terhadap Cessie karena benar Cessie lagi hamil besar tapi ia berusaha datang ke tempat sekretaris Lita.
__ADS_1