Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
232


__ADS_3

Ibu itu terkerkejut karena kemunculan Nadia dengan tiba-tiba padahal pak Yanto dan Bu Sari sudah bilang kalau Nadia sudah meninggal kepada tetangga. Makanya pas ibu itu melihat Nadia ia terkejut dan bahkan gak percaya kalau memang yang berdiri dihadapannya saat ini adalah Nadia.


"Bu kenapa bengong begitu sih, aku tanya loh dari tadi bukannya menjawab ibu justru kayak orang binggung. Hallo.....bu dengar gak apa yang aku katakan tadi kok mala diam mematap aku kayak gitu. Ibu menatapku kayak lihat hantu aja deh"


Nadia heran kenapa ibu itu menatapnya dengan tatapan takut dan dan mengatakan kalau dia sudah meninggal.


Teriakan Nadia membunyerkan lamunan sih ibu.


"Be...benaran kamu Nadia...berarti kamu masih hidup tapi kenapa ibu dan ayah kamu bilang kalau kamu sudah meninggal, karena ada seseorang yang mengirim karangan bunga turut berduka cita kesini"


"Apa.....apa ibu bilang tadi aku meninggal? Sejak kapan aku meninggal buk lihat aku Nadia masih hidup sehat dan cantik ada-ada aja bilang aku sudah mati enak aja, ya jelas aku masih hiduplah tapi tunggu dulu tadi ibu bilang apa kiriman bunga dari siapa?"


"Ya gak tahu karangan bunga itu dari siapa tapi kami lihat sendiri di karangan bunga itu jelas-jelas nama kamu yang di tulis di situ Nadia. Makanya kami semua berpikir kalau kamu memang benaran sudah meninggal dan karangan bunga itu juga yang menyebabkan ibu kamu masuk rumah sakit"


Perkataan ibu itu membuat Nadia kanget bisa jadi orang yang membencinya sengaja mengirim karangan bunga itu tapi siapa dan sejak kapan kenapa Nadia tidak tahu, atau jangan-jangan waktu dia di rumah sakit pikirnya.


"Buk..memangnya kapan karangan bunga itu di kirim kesini aku sama sekali gak tahu, dan itu hanya fitna buk buktinya aku masih sehatkan ibu lihat sendiri"


"Seingat saya belum lama ini satu bulan lalu kalau tidak salah deh saya juga kurang ingat."


Sudah banyak tetangga berkerumun ke depan rumah pak Yanto karena melihat Nadia.

__ADS_1


"Benaran ini kamu Nadia terus yang meninggal itu siapa? Tanya ibu-ibu yang lain


"He...Nadia apa yang di katakan buk Icha itu benar semua orang disini juga sudah tahu kalau kamu itu sudah meninggal bahkan kamu tahu orang tua kamu masuk rumah sakit. Ibu kamu masuk rumah sakit hampir satu minggu karena jantungan, kamu memang anak durhaka ya selama ini kamu membuat orang tua kamu menderita."


"Orang tua kamu sudah buat acara selamatan untuk kamu karena pikirnya kamu sudah meninggal kenapa tiba-tiba kamu muncul. Selama ini kamu kemana? Atau jangan-jangan memang kamu sudah meninggal tapi karena bumi tidak bisa menerima kamu karena kejahatan yang kamu lakukan sehingga arwa kamu yang gentayangan."


"Pukkkkk!


Bu Icha memukul ibu-ibu yang bicara tadi, tapi memang ibu itu sudah geram jadi dia tidak peduli dengan pukulan bu Icha justru ibu itu lanjut bicaranya.


"Dan satu lagi orang tau kamu sekarang sudah tidak disini lagi mereka sudah pergi dengan semua asisten dan satpam yang ada disini jadi mendingan kamu pergi dari sini dari pada kamu jadi beban hidup orang tua kamu, tapi kalau memang kamu benaran sudah meninggal arwa kamu jangan kesinilah kamu pergi aja ke orang yang menyakitimu dan gentayangan disana."


"He..bu, ibu kalian ini ya bicara apa sih dari tadi pada ngaur ya kalau bicara mendingan kalian bubar deh pergi urus cucian kalian disana bubar....saya ini Nadia benaran masih hidup kok bilang arwa gentayangan segala gila deh." Nadia justru mencibir ibu-ibu.


"Bu dia ini bukan arwa memang dia masih manusia asli, rupanya belum meninggal dia kirain udah"


"Alah...dasar anak durhaka tidak punya sopan santun jangan-jangan kamu juga sudah di usir oleh suamimu karena gak bisa jadi istri yang baik makanya kamu kembali kesini, he Nadia asal kamu tahu aja gara-gara kamu perusahaan ayah kamu yang di bangun dari nol bangkrut makanya ibu kamu sakit" Nadia tidak mengubris omongan ibu-ibu ia justru malas dan menanyakan kunci rumah


"Memangnya orang tua aku kemana, kok tidak ada satu orangpun yang menjaga rumah, aku mau masuk ayah atau ibu nitip kunci gak sama ibu-ibu disini aku minta dulu, dan bu Icha tahu gak kemana ibu sama ayah pergi" tanya Nadia.


"Ibu dan ayah kamu waktu mereka berangkat, mereka hanya nitip rumah saja untuk di jaga sementara waktu, tapi mereka tidak memberitahu mau kemana, kalau saya lihat seperginya ayah dan ibu kamu pergi keluar kota bisa jadi keluar negeri untuk mencari suasana baru karena kamu sudah mengecewakan mereka"

__ADS_1


"Ha....keluar kota kok bisa buk selama inikan ibu dan ayah jarang pergi berlibur apalagi ayah sibuk dengan perusahaan pasti sekarang perusahaan makin maju" perkataan Nadia mengundang tawa para ibu-ibu.


"Hahah...he Nadia sudah berapa kali aku bilang tadi kalau semua gara-gara kamu perusahaan ayah kamu sudah bangkrut dengar gak kamu, sudah dibilang juga masih ngotot aja"


perkataan tetangga Nadia membuat Nadia emosi karena Nadia tidak terimah kalau semua terjadi dengan perusahaan pak Yanto karena gara-gara dia. Nadia juga gak percaya kalau perusahaan Ayahnya sudah bangkrut.


"He...bu kalau iri ya bilang aja tapi jangan doakan dong perusahaan kami bangkrut, ayahku berjuang membangun perusahaan itu dari nol sampai menjadi terkenal masa bilang bangkrut yang benar aja bu"


Ibu-ibu yang ada di situ sudah muak melihat tingkah Nadia yang menurut mereka tidak ada sopan santunnya apalagi semenjak para tetangga tahu kalau perusahaan pak Yanto bangkrut karena ula Nadia.


"Bu gak usah buang-buang tenanga deh lebih baik biarkan saja dia disitu menunggu sampai tahun depan, anak durhaka seperti itu tidak patut di kasih hani, untung dia bukan anakku kalau gak aku benar-benar usir dia dari rumah dengan kelakuannya seperti ini"


Akhirnya semua ibu-ibu pada bubar meninggalkan Nadia sendirian berdiri di depan gerbang, sebenarnya Nadia ingin masuk kedalam biarpun orang tuanya tidak ada namun sayangnya tidak ada kunci jadi Nadia tidak bisa masuk gak mungkin dia manjat gerbang setinggi itu apalagi Nadia pake rok span mini hanya sepaha.


Nadia berdiri sambil termenung menatap ke arah rumah yang dulu ia di besarkan di rumah itu dan bebas keluar masuk , tapi sekarang pada saat dia kembali kok kayak orang asing gak bisa masuk kedalam rumah sendiri sangat miris.


"Kenapa nasibku jadi begini sih, mau masuk ke rumah sendiri saja gak bisa karena terhalang gerbang dan aku sama sekali tidak punya kunci untuk bisa masuk kedalam, ibu dan ayah sangat tega mereka pergi tinggalkan rumah kosong tapi cobak titip kunci ke buk Icha ini gak sama sekali kayak mereka tidak menganggap aku ada"


"Mereka gak berpikir sewaktu-waktu aku pulamg kesini, tapi apa benar yang di katakan ibu-ibu tadi kalau perusahaan ayah bangkrut kalau benar siapa yang berani melakukan itu terhadapa orang tuaku. Aku tidak akan mengampuninya, hmmm terpaksa aku harus kembali lagi ke kontrakan entah aku harus menunggu sampai kapan lagi baru bisa ketemu dengan ayah dan ibu aku juga gak tahu kapan mereka pulang."


Mau tidak mau Nadia harus kembali menelan rasa kecewanya pertama di usir oleh Iksan sekarang pas Nadia datang orang tuanya justru tidak ada di rumah.

__ADS_1


__ADS_2