Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
380


__ADS_3

Pak Yanto tersenyum mendengar penuturan Nadia, setelah Nadia keluar dari penjara rumah kembali terasa ramai karena ada Nadia biarpun Nadia sering sakit-sakitan, tapi pak Yanto dan bu Sari berusaha semampuh mereka agar Nadia cepat sembuh seperti dulu lagi.


Pak Yanto gegas kekamar mandi untuk membersihkan diri sesuai instruksi Nadia, setelah hampir dua puluh menit pak Yanto mandi akhirnya selesai juga dan langsung ganti pakian dan kembali ke ruang tengah duduk bersama istri dan putrynya.


" Segar banget rasanya kalau sudah mandi ternyata benar kata Nadia selesai mandi pasti enak banget badsn ini." saat pak Yanto keluar dari kamar Nadia menatap samg ayah dengan senyum.


"Nah kalau ayah sudah mandi dan segar begini kelihatan sangat tanpan sekali, kayak anak muda yakan bu dari pada kayak tadi saat ayah baru pulang kusut sekali muka ayah hehehe." Nadia memuji sang ayah sekaligus bertanya pada sang ibu. Membuat bu Sari dan pak Yanto tergelak tawa ada kebahagiaan tersendiri dalam diri mereka setelah kehadiran Nadia dengan penampilan dan sikap yang berubah seratus delapan puluh deratat.


"Kamu baru tahu ya nak kalau ayah kamu memang tanpan, kalau tidak tanpan mana mau ibu kamu sama ayah, ibu kamu dulu lengket sama ayah karena katanya ayah sangat tanpan" ujar pak Yanti sedangkan bu Sari hanya senyum.


"Iya benar juga ayah, tapi Nadia rasa bukan hanya tanpan membuat ibu menikahi ayah, tapi karena selain tanpan ayah juga baik dan perhatian sama ibu kalau hanya tanpan banyak pria diluaran sana tanpan ayah, tapi bukan hanya ibu saja yang lengeket sama ayah tapi justru ayah yang lebih posesif ke ibu hahaha" ujar Nadisla.

__ADS_1


"Nah betul itu nak, ayah kamu juga sangat mencintai ibu kalau tidak mana mau ayah kamu nenikahi ibu, ibu jugakan cantik hehe." ujar bu Sari tidak mau kalah dari suaminya.


"lihatlah nak ibu mu tidak mau kalah dari ayah, tapi betul sih yang di bilang ibu mu dulu ibu mu sangat cantik bahkan sampai sekarang juga tetap cantik."


Kehangatan didalam rumah tangah pak Yanto dan bu Sari kembali hidup setelah kembalinya Nadia.


"Nak, kamu cepat sembuh ya biar bantu ayah di perusahaan, kalau ibu dirumah saja tapi kamu sehat dulu, oh ya. Ayah kalau tidak salah dengar katanya mau kemana? Saran ayah sih kamu dirumah saja dulu nak jangan kemana-mana duli lihat kondisi kami sangat lemah."Tanya pak Arya.


"Oh kalau begitu besok saja apa bagaimana? tapi besok kamu terapi nak apa kamu tidak capek?, mendingan kamu istirahat saja dulu kamu juga baru keluar, setelah kamu sembuh baru kita kesana, dan lebih baik hati-hati ya nak karena waktu pernikahan Iksan dan Sinta, Sinta perna bilang sama ayah kalau Surya sangat membenci kamu dan Cessie, katanya gara-gara kalian berdua dia masuk penjara jadi rencana di keluar dia akan mencari kalian." Ujar pak Yanto.


"Loh...kok dia dendam sama mbak Cessie, kalau dia dendam sama Nadia itu baru pas karena memang Nadia yang menjebaknya tapi kalau mbak Cessie dia juga korban, dan kena siapa juga pasti akan melakukan hal itu dan menjobloskan kedalam penjara, bukannya bertobat biar dia bisa dekat dengan anaknya justru dia lakukan seperti itu jangan harap mbak Cessie atau keluarga mbak Cessie mau membiarkan dia ketemu dengan anaknya. Apalagi mbak Cessie sudah nenikah dan suaminya sangat menyayangi mbak Cessie dan anaknya." Ujar Nadia geram dengan sikap Surya.

__ADS_1


" Ya begitulah nak namanya manusia, kalau tidak ada kesadaran dalam dirinya susa apalagi masih mementingkan egoisnya, Sinta juga Cerita kalau ibu Ayu masih di rumah sakit jiwa jadi dia belum sembuh, awalnya tiga tahu dia di rumah sakit Jiwa sempat dia sembuh dan sudah keluar, tapi tidak lama dia kambuh lagi dan sampai sekarang kayaknya masih di rumah sakit jiwa karena katanya setiap kali bu Ayu ingat Surya dia histeris. Itu yang menyebabkan bu Ayu kembali masuk."


"Tapi kalau menurut Nadia seandainya bu Ayu sembuh lebih baik mas Iksan jangan membiarkan bu Ayu tinggal sama mereka, karena aku sangat tahu sikap bu Ayu dia suka ikut campur urusan rumah tangah anaknya takutnya rumah tangah Sinta hancur lagi karena ula bu Ayu sendiri. Kalau soal Nadia menghancurkan rumah tanggah Surya itu karena Surya juga bukan laki-laki yang baik dan tidak setia, kalau dia suami yang baik dan setia biarpun banyak godaan diluar sana dia tidak akan tertarik karena sudah ada istri yang cantik dan punya rumah, ini di rayu sedikit saja sudah kayak kerbo di cucuk hidung dan ikut saja" ujar Nadia.


"Iya nak tapi apapun ceritanya kamu tetap salah hanya karena dendammu bukan hanya Surya yang hancur tapi kamu juga nak, kamu menyia-nyiakan pria sebaik Iksan dan putry kamu sendiri jadi kamu harus menebus itu semua dengan cara kamu benar-benar berubah. Ayah tidak mau nanti kedepannya kamu bermasalah lagi nak, dengan kondisi kamu sekarang ini belum tentu ada yang mau menerima kamu nak tapi jika suatu hari nanti ada seorang pria baik yang ingin menikahi kamu, jadilah istri yang baik untuknya biarpun kamu harus iklas tidak punya anak."


Nasihat pak Yanto membuat Nadia terharu dulu Nadia sama sekali tidakmengindahkan nasihat itu tapi sekarang justru Nadia sangat membutuhkan nasihat dari orang tuanya.


"Nadia tahu itu ayah makanya setelah Nadia mssuk penjara Nadia mengubah semua kehidupan Nadia, Nadia percaya mas Ady sudah bahagia di surga. Tapi benar kata ayah sebentar lagi Surya akan keluar penjara ayah dia kan memdapat hukuman sepuluh tahun berarti masih sisah tiga tahu lagi kalau di tidak dapat remisi, tapi kalau di dapat remisi bisa jadi dia sudah keluar atau sebentar lagi sebenarnya Nadia dapat remisi satu tahun lebih tapi Nadia sengaja tidak mengambilnya karena Nadi benar-benar mau berubah" ujar Nadia.


Pak Yanto dan bu Sari, senang mendengar perkataan Nadia biarpun dulu Nadia melakukan kesalahan fatal tapi sekarang justru dia sangat berubah, itu yang membuat kedua oramg tua Nadia bahagia.

__ADS_1


Pak Yanto dan bu Sari, juga sering ketemu dengan Dira dan adiknya karena pernikahan kedua Iksan dengan Sinta mereka memiliki seorang putra jadi sudah lengkap sehingga Sinta dan Iksan memutuskan untuk tidak punya anak lagi.


__ADS_2