
Aris merasa agak sedikit lega walaupun masalah belum selesai tapi setidaknya bu Intan tidak marah padanya itu yang membuat Aris merasa masih ada yang mendukungnya Aris juga bersyukur walaupun bu Intan bukan ibu kandung tapi sangat menyayanginya.
Sehingga Aris sangat merasa bersalah karena sudah membuat kesalahan besar.
"Maafin Aris ya bu, Aris sudah membuat adik dan ayah kecewa apapun yang ayah dan adik minta Aris akan lakukan asal ayah mau maafin Aris."
"Kalau kecewa ayah dan adik kamu pasti merasa kecewa dan marah sama kamu tapi kamu sudah meminta maaf dan menyadari kesalahan kamu jadi ibu yakin ayah dan adik kamu pasti maklumi, sekarang sudah sore sebentar lagi ayah kamu akan pulang jadi lebih baik kamu mandi gih biar ayah kamu pulang bisa bicara dengan baik dan tenang"
"Baik bu Aris mandi dulu." Aris masuk kedalam kamarnya dan mandi karena menunggu pak Arya pulang.
Ibu Intan bangkit dari duduknya dan gegas ke kamar menunggu sang suami pulang.
Sedangkan pak Arya saat ini sudah dalam perjalanan pulang ke rumah karena pak Arya bermaksud cepat menyelesaikan masalah Aris dengan sekretaris Lita biar proyek itu kembali berjalan kalau tidak pak Bambang bisa berikan proyek itu kepada orang lain. Padahal proyek itu yang akan membuat perusahaan menghasilkan banyak uang.
"Aduh kamu ini ya nak bikin pusing ayah saja kamu kesana bukannya menyelesaikan masalah justru kamu menambah masalah bagaimana sih.
Jam enam sore pak Arya sampai dirumah tapi belum ada pembicaraan karena memang tidak ada seorangpun diruang tengah, rumah terasa sepih kayak gak ada penghuni.
"Semua orang pada kemana ya kok gak kelihatan semua, ternyata benar Aris sudah pulang baguslah biar suruh dia pergi minta maaf dengan sekretaris Lita dia yang melakukan kesalahan jadi dia juga yang datang minta maaf.
Pak Arya masuk ke dalam kamar ternyata mendapati bu Intan lagi berbaring di atas ranjang. Saat bu Intan melihat suaminya langsung bangun.
"Papa sudah pulang? Papa mandi dulu baru kita makan ada yang ingin ibu bicarakan sama papa."
__ADS_1
Pak Arya tidak banyak bicara jadi bu Intan tahu kalau suaminya sedang marah tapi bu Intan juga tidak mau langsung bicara karena pak Arya juga baru pulang dari kantor jadi kelihatan capek.
Pak Arya langsung mandi dan setelah selesai saatnya mereka pergi ke meja makan.
Bu Intan dan pak Arya duduk meja makan tidak lama kemudian datang Aris langsung salam dan cium tangan pak Arya tapi pak Arya masih diam.
Lewat berapa menit kemudia baru pak Arya bicara tapi dengan nada setenang mungkin.
"Nak ada yang mau kamu sampaikan ke ayah? Bagaimana dengan proyeknya berjalan dengan baik bukan? Ayah sudah bilang kalian pasti menang karena sekretaris Lita itu hebat?" Aris yang dapat pertanyaan dengan tiba-tiba langsung menunduk.
"Iya ayah maafkan Aris sebelumnya karena Aris sudah melakukan kesalahan besar sehingga bisa berimbas ke proyek dan membuat perusahaan mengalami kerugian besar....Aris sudah meresa bersalah bu, yah Aris tidak bermaksud memperlakukan sekretaris Lita begitu hanya saja Aris sangat kuatir karena pulang malam makanya Aris marah namanu ternyata cara Aris itu salah sehingga membuat sekretaris Lita sakit hati"
"Maksud kamu apa nak kesalahan apa yang kamu lakukan, bukankah proyek sekarang sudah dalam penanganan kita"?
Cessie yang sementara turun dari atas hendak ke meja makan mendengar semua pembicaraan Aris dan pak Arya, Cessie sebenarnya malas ketemu dengan kakaknya yang menurut Cessie arogan.
"Kamu tahu nak karena perbuatan kamu membuat pak Bambang membatalkan proyek besar itu secara sepihak dan tadi pagi sekretaris Lita datang ke kantor untuk mengantarkan surat resign, sekretaris Lita mau resign dari perusahaan. Padahal selama ini ayah berusahaan semaksimal mungkin untuk mempertahankan sekretaris Lita agar tidak keluar dari perusahaan kalau sudah begini apa yang harus kita lakukan"
"Apa....ayah sekretaris Lita resign dari perusahaan, kakak pokoknya Cessie gak mau tahu bagaimanapun caranya kakak harus membuat sekretaris Lita kembali ke perusahaan, Cessie tidak mau ganti sekretaris lagi Cessie hanya sekretaris Lita ini semua salah kakak jadi kakak juga yang harus selesaikan"
Aris hanya menunduk kepala mendengar perkataan Adiknya karena Aris merasa bersalah.
"Ta Tuhan segitu sakit hatinya sekretaris Lita sama aku sampai dia benar-benar resogn dari perusahaan kirain dia tidak berani." gumam dalam hati
__ADS_1
"Sayang sabar ya jangan marahin kakak kamu, memang kakak kamu salah tapi namanya manusia pasti punya kesalahan..biarkan ayah dan kakak kamu memikirkan bagaimana caranya agar bisa menyelesaikan masalah tanpa menyakiti perasaan orang lain"
"Maafin kakak ya dik kakak Minta maaf sudah membuat kamu kecewa, tapi kakak janji akan menebus semua kesalahan kakak untuk mendatangi sekretaris Lita dan minta maaf."
Akhirnya keluarga pak Arya makan malam bersama dalam diam tidak ada pembicaraan diantara mereka, karena rencana setelah selesai makan baru pak Arya dan Aris merencanakan apa yang harus Aris lakukan agar sekretaris Lita mau memaafkan Aris dan kembali ke kantor.
Setelah usai makan akhirnya pak Aris meminta Aris untuk duduk diruang tengah agar mereka bahas tetang masalah rencana Aris.
"Jadi sekarang apa rencana kamu nak apa yang kamu lakukan ke sekretaris Lita agar dia mau kembali ke perusahaan, kamu lihat sendiri adik kamu marah seperti singa betina yang lagi ngamuk hahaha"
"Iya ayah Aris jadi takut sama adik...Aris rencana besok Aris datangi apertemen sekretaris Lita untuk meminta maaf ayah...tapi Aris boleh gak minta tolong sama ayah..bantuh Aris besok Aris takut nanti kalau Aris datang sendiri justru sekretaris Lita tidak mau buka pintu tapi kalau Aris datang sama bisa jadi sekretaris Lita maafin Aris."'
"Haahha....masa putra ibu takut sama perempuam bagaimana sih...sekretaris Lita itu gadis yang bijak nak jadi tidak mungkin dia sebenci itu sama kamu...ibu tahu pasti dia sangat marah dan kecewa sama perlakuan kamu apalagi perkataan kamu yang kasar terhadapnya tapi percayalah dia perempuan yang baik"
"Bu Aris sangat tahu sekretaris Lita itu sangat baik makanya Aris takut, kalau perempuan galak dan bar-bar justru Aris tidak takut bu...karena perempuak baik dan Pendiam itu sekali marah seram bu seperti adik bu lihat sendiri jarang dia marah tapi sekali marah aduh seram."
Aris yang tidak menyadari kalau dari tadi Cessie ada berdiri tangga yang sudah mendengar semua pembicaraan mereka. Pak Arya dan bu Intan hanya geleng kepala. Padahal pak Arya sudah berikan kode untuk Aris jangan sampai menyebut nama Cessie tapi Aris tidak paham makanya langsung di sebutkan.
"Maksud kakak siapa yang seram jadi selama ini kakak menilai aku seram begitu..."
"Deg....mampus aku ternyata adik ada dibelakang bisa gawat...mulut ini memang gak bisa di ajak kompromi apalagi yang harus aku jelaskan ke adik Cessie biar gak ngamuk dia sama aku" gumam Aris dalam hati.
"Loh...adik ada di situ sejak kapan di adik salah dengar tuh"
__ADS_1