
Hari-hari telah dilewati bedah hal dengan Cessie yang mengkuatirkan persalinan anak pertama, sedangakan tempat lain sekretaris Lita dan pak Galu juga sudah merencanakan pernikahan mereka, pak Galu berencana secepatnya melangsungkan pernikahan mereka.
"Sayang bagaimana kalau kita secepatnya melangsungkan pernikahan kita saja tidak perlu menunggu lama."
"Mas, aku sih. Pengen begitu tapi mas tahu sendiri bu Cessie sekarang sudah tidak masuk kantor lagi tinggal pak Arya m, sedangkan pak Aris masih pergi honeymoon mas kalau kita nikah sekarang siapa yang mengurus semuanya. Sekretarisnya pak Aris tidak mungkin mengurus semua itu mas..bagaimana kalau kita tunggu bu Cessie selesai melahirkan saja dan pak Aris pulang dari luar negeri baru kita nikah yang penting kita persiapan mulai dari sekarang saja."
"Baik, sayang, mas ikut saja yang penting itu yang terbaik, mas juga sebenarnya berpikir seperti itu karena kasian bu pak Arya."
Akhirnya Sekretaris Lita dan pak Galu sepakat Cessie selesai melahirkan dan Aris pulang honeymoon dari luar negeri baru mereka menikah.
Sedangkan disebuah hotel mewah ada sepasang pengantin baru bersenang-senang di atas ranjang bermadu kasih menyatuhkan cinta mereka berdua ya mereka adalah Aris dan Faya saat ini mereka merasakan kenikmatan seperti dunia milik berdua di dalam kamar hotel.
Jantung mereka berdua berpacu dengan cepat, pelu mereka juga sudah bercampur jadi satu.
Setelah mereka berdua selesai kewajiban mereka sebagai suami istri Aris membanting dirinya disamping Faya...sedangkan Faya masih malu-malu jadi membungkus tubuhnya dengan selimut.
Aris mencium kening istrinya dan mengucapkan terimah kasih karena sudah mau menjadi istrinya.
Sedangkan Faya masuk kedalam dada bidang Aris dan tertidur mungkin karena kecapean.
Akhirnya mereka berdua kembali tertidur.
Kita kembali ke tanah Air sekarang Cessie sudah mempersiapkan semuanya karena menunggu dua bulan itu seperti sehari. Jadi hanya buka mata tutup mata sudah habis waktu.
Dokter Julio yang sebagain calon suami Cessie juga deg-degan menanti kelahiran calon istrinya biarpun yang dilahirkan bukan anaknya tapi dokter Julio sudah siap menerima anak itu sebagai anak kandungnya. Makanya biar anak itu punya ayah, dokter Julio hanya menunggu saja setelah selesai Cessie melahirkan dan habis nifasnya dokter Julio langsung menikahi Cessie biar mereka berdua sama-sama merawat anak itu dari kecil.
__ADS_1
Cessie juga tidak keberatan soal itu karena Cessie juga mau anaknya itu menyayangi dokter Julio bukan Surya apalagi Surya kuyang tidak mau mengakui anaknya itu, ini kesempatan untuk Cessie mendekatkan anaknya kepada dokter Julio semoga anak Cessie bukan anak perempuan biar saat besar nanti dan mau nikah tidak perlu cari walli Nikah takutnya Surya mengambil kesempatan itu untuk memanfaatkan Cessie atau anaknya."
"Nak..apa kata Nak Julio, katanya dia mau kesini untuk makan malam bersama kita disini saolnya sepih setelah kakak kamu pergi dirumah terlihat sepih."
"Iya bu kata mas Julio jam lima dia datang karena harus selesaikan shift pagi dulu. Benar kata ibu ternyata kalau gak ada kakak Aris terasa sepih."
"Iya nak ibu juga merasa begitu apalagi kamu sudah menikah berarti tinggal ibu dan ayah kamu sendirian dirumah ini lagi"ujar bu Intan sendu
"Gak dong bu, nanti ada kakak Aris tinggal disini "
Waktu terus berputar tidak terasa sudah lima sore jam Lima pelayan sudah sibuk mempersiapkan makan malam bersama pak Arya dan bu Intan, sebenarnya undangan untuk dokter Julio makan malam tapi bukan sendiri nanti dokter Julio rencana datang dengan kedua orang tuanya.
Pak Arya dan bu Intan sudah tahu tapi mereka sengaja tidak memberitahu Ceasie biar jadi kejutan saja.
Sudah setengah enam Cessie sudah rapi dan duduk menunggu diruang tengah sedangkan pak Arya dan bu Intan masih bersiap karena pak Arya tahu ada makan malam di rumah jadi pak Arya sengaja pulang cepat.
Mereka memberikan salam kepada pemilik rumah, Cessie yang mendengar langsung gegas ke arah pintu dan membuka pintunya.
Namun Cessie dibuat terkejut dengan kedatangan orang tua Dokter Julio.
"Loh ibu, ayah kok disini sama siapa" ternyata babang tanpan senjaga bersembunyi di balik pintu, setelah Cessie bertanya ada seseorang yang menjawab dari belakang kedua orang Tuan itu.
"Aku yang membawah mereka kesini sayang, maaf mas tidak kabarin kamu karena mau berikan kejutan untukmu, jadi kami tidak dipersilahkan masuk nih...bu, ayah Arya tolong putry anda tidak mengijinkan kami masuk hehehe" dokter Julio Lucu setelah berteriak justru terkekeh.
"Astaga...maaf aku lupa silakan masuk bu, yah. tinggal putra ibu disitu saja gak usa masuk" akhirnya Cessie membalas ejekan sokter Julio tadi.
__ADS_1
"Ah yakin mau biarkan babang tanpan disini sayang kamu tidak rindu denganku. Nanti giliran aku pulang kamu rindu loh sama aku"
Mereka duduk sambil ngobrol tidak lama datang pak Arya dan bu Intan langsung menyambut baik keluarga dokter Julio apalagi orang tua mereka memang berteman dari dulu.
"Apa kabar mas Arya, Intan semua sehat" tanya. Rina antusias.
"Ya seperti ini lah Rin semua baik-baik saja...bagaimana kalau nanti saja kita ngobrol lebih baik kita isi perut saja dulu setelah selesai baru kita ngobrol"
"Baiklah"
Bu Intan merangkul bu Rina dan menuju ke meja makan.
"Maaf hanya menu sederhana ini yang bisa kamu siapkan"
"Tidak masalah In kelihatan enak sekali makanannya sudah tidak sabar pengen coba"
Mereka mulai makan Cessie ambilkan nasi untuk dokter Julio melihat itu keempat orang tua mereka berdua senyum bahagia karena Cessie memang perempuan yang baik.
"Aku tidak salah pilih mantu biar dia janda tapi aku sangat mengenalnya dari dulu dia anak baik dan sopan walaupun saat ini dia masih hamil tapi dia sangat baik dan perhatian, aku mencari mantu bukan lihat dari statusnya tapi attitudenya" gumam bu Rina dalam hati dia sangat menyukai sifat Cessie.
Dokter Julio dari tadi memperhatikan ibunya yang asyik memandang Cessie sambil tersemyum sendiri.
"Ibu kenapa ya kok dari tadi senyum-senyuk sendiri saat melihat Cessie. Apa ada yang salah dari Cessis tadi dia tidak menyadari"
Mereka makan dalam diam dan ternyata benar kata bu Rina makanannya sangat lesat jadi bu Rina sangat lahap makanannya, bukan dalam arti di rumah dokter Julio tidak ada makanan, banyak sekali makanan hanya saja bedah rasa.
__ADS_1
Setelah mereka usai makan, saatnya mereka lanjut gobrol diruang tengah entah apa yang u gin mereka bahas.