Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
408


__ADS_3

Sedangkan Aziza dan Abian setelah keluar dari lapas Abian mengatakan kepada Aziza untuk langsung mengantarkan Aziza ke kampusnya, sedangkan Abian lanjut ke rumah sakit Aziza sekarang masih kulia sambil mengurus perusahaan. Sedangkan Abian baru menyelesaikan kulia serjana kedokteran, jadi sekarang Abian lagi menangani rumah sakit yang baru dibangun oleh dokter Julio sambil lanjut S2 nya tapi Cessie ingin S2 Abian kulia di luar negeri jadi sementara waktu nanti dokter Julio mengurus kedua rumah sakit itu.


"Dik, mas antar ke kampus aja apa ke perusahaan? bukankah adik katanya kulia siang ya satu mata kulia, nanti setelah mas pulang dari rumaj sakit mas langsung jemput jadi adik tinggal hubungi aja kalau sudaj selesai mata kulinya" ujar Abian.


"Iya boleh mas, tapi kalau mas sibuk tidak perlu jemput nanti papi saja yang jemput kalau tidak Aziza naik takzi bisa juga pak sopir yang jemput, masih banyak kendaraan dari pada mas mutar lagi kesini kasian mas cape, siapa tahu kakak ipar Azoza minta jalan-jalan sama mas"." Ujar Aziza.


"Kata siapa mas mutar, jangan menyuruh orang lain kalau mas bisa jemput. Mas tidak mau princesss mas di jemput oleh orang lain selagi mas masih bisa jemput, justru papi kesini itu yang muter karena papi jauh dari kampus kalau mas hanya lurus. Jadi biar mas saja yang datang jemput, kakak ipar daei mana buang jauh-jauh kakak ipar itu selama mas belum sukse mas belum memikirkan untuk cari kakak ipar mas tidak mau menjadi suami tidak bertanggung jawab nanti." ujar Abian sangking menyayangi Aziza Abian tidak mau orang lain yang menjemput Aziza.


"Ya sudah mas kalau begitu nanti Aziza menunggu mas sampai mas datang jemput, tapi kalau nanti Aziza sampai di kampus tapi tidak belajar mungkin Aziza langsung ke perusahaan mas, satu lagi tadi mas bilang apa tunggu sukses? Bukankan mas sudah sukse sudah punya rumah sakit orang tua kita juga punya perusahaan, kok tunggu sukses lagi Aziza tahu mas adalah pria yang sangat bertanggung jawab " ujar Aziza.


"Kalau begitu sekalian mas antar saja, nanti baru mas ke rumah sakit, dik perusahaan itu punya kami dan papi begitu juga rumah sakit jadi kita hanya meneruskan saja. Kalau mas yang buka sendiri usaha itu baru namanya punya kita dik." ujar Abian. Aziza hanya mengelengkan kepala melihat tingkah Abian. Sangat posesif dengan dirinya.

__ADS_1


" Bijak sekali mas ku ini tapi menurut Aziza sama aja mas karena semua harta itu ujung-ujungnya milik kita juga bukan milik papi atau mami, Mas maaf sebelumnya boleh kah Aziza bicara sesuatu dengan mas? tapi Aziza harap mas jangan emosi dan jangan salah paham dengan perkataan Aziza, Aziza tidak bermaksud gimana-gimana gitu hanya saja Aziza merasa kasihan saja" ujar Aziza.


"Apa itu dik? Katakan saja mas tidak marah kalau memang itu hal baik dan pendapat kamu dik, bisa jadi mas kembali mempertimbangkan apa yang sudah mas rencanakan. Tapi tunggu dulu ini soal apa ya dik" tanya Abian.


"Ini soal om Surya mas, apakah perkataan mas tidak keterlaluan tadi mas dengan om Surya" ujar Aziza.


"Dik kalau seandainya kamu diposisi mas bagaimana perasaanmu dik, masih beruntung maa tidak melakukan kekerasan terhadap pria tidak tahu diri seperti itu, tidak semuda itu dik kita memaafkan seseorang yang sudah membuat hidup kita menderita, mas bersyukur dan berterimah kasih kepada papi karena papi sudah menyayangi mas dari kecil sampai besar, papi sudah memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada mas, papi juga tidak perna pilih kasih antara kita berdua dik.


"Pada akhirnya mas langsung bertanya pada bibi Sinta, karena mas yakin bibi Sinta tidak akan bohong dan benar saja bibi Sinta jujur tapi bibi Sinta melarang mas untuk datang kelapas, mas penasaran karena hanya sekali mas ketemu dengan pria itu jadi mas lupa wajahnya seperti apa makanya mas nekat mengajak kamu adik untuk ikut ke lapas, sangat sakit yang mas rasakan dik anak yang tidak di anggap dan di tolak saat masih dalam kandung bayi yang tidak berdosa dan tidal bersalah." ujar Abian.


"Iya mas Aziza tahu tapi mungkin om Surya melakukan itu punya alasan mas, atau om Surya melakukan itu karena terpaksan sekarang mas sudah sangat bahagia jadi jangan pikirkan masalah itu lagi sekarang mas fokus dengan pekerjaan dan pengurusan untuk berangkat ke luar negeri melanjutkan kulia disana." ujar Aziza tersenyum.

__ADS_1


"Iya adik mas yang paling cantik setelah mas pergi jaga diri kamu baik-baik ya adik, jika ada pria yang mendekatimu kenalkan dulu ke mas dan ke papi sama mami dulu, jangan asal ambil pria pengecut karena mas paling benci pria pengecut, kalau berani dia menghianati princessnya mas, mas datang dia habis di tangan mas." ujar Abian membuat Aziza senang.


"Iya mas tanpan, Aziza selalu mendengar masihat mas, mas tenang saja Aziza juga akan kulia dengan baik supaya bisa membangakan papi dan mami Aziza harus suskes seperti mas" ujar Aziza.


Tidak lama kemudian mobil yang di tumpangi Abian dan Aziza sampai di depan kampus, sehingga Aziza langsung turun dari dalam mobil dan gegas kedalam kampus setelah pamitan dengan Abian, banyak mata memandang ke arah mobil Abian karena Abian hanya sampai di luar gerbang tapi tidak masum kedalam, itu permintaan Aziza banyak teman kampus Aziza ingin mendekati Abian ada yang berpikir kalau Abian adalah pacarnya Aziza.


"Hay Za....wis punya gebetan baru nih kenalin dong, jangan umpetin gitu, gua juga pengen kenalan dengan pacar lo" ujar teman Aziza.


"Ciahhhhh...mata jelalatan...masuk ah ngaur aja kalau bicara kalau soal cowok lo nomor satu, sudah punya tunangan juga masih jelalatan dengan pria lain dasar" ujar Aziza.


"Ishhhh....Za...serius deh gua pengen kenal lo sama dia tanpan maco lagi kalau gua jadi gebetannya mungkin ok banget tapi ngomong-omong itu siapanya lo, pacarnya lo atau saudara" tanya temannya.

__ADS_1


Brisik banget temannya Aziza bukannya pergi kulia justru bahas cowok ada-ada aja.


__ADS_2