Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
132


__ADS_3

Pak Yanto menatap istrinya dengan tatapan intimidasi, membuat istrinya awalnya nangis sekarang mala terkekeh, melihat wajah. Binggung suaminya.


"Hahaha pasti papa binggungkan mama tahu dari mana,? Biar mama jelaskan"


"Jadi waktu papa pergi, sebenarnya mama belum tidur tapi pas mama dengar papa masuk mama sengaja menutup mata, karena memang badan mama agak sedikit lemas, setelah papa pergi mama bangun dan sengaja tanya bibik."


"Tapi kata bibik papa ada keluar sebentar, karena sebelum itu mama dengar papa telponan sama Damal, jadi mama berpikir kalau papa pasti ketemu sama Damal, walaupun mama belum tahu masalah apa tapi mama yakin pasti ini masalah besar."


"Awalnya gak ada niatan mama untuk telpon Damal, tapi mama juga penasaran entah kenapa mama pengen tahu apa yang papa sembunyikan di belakang mama."


"Dan akhirnya mama memutuskan untuk hubungi Damal, ternyata setelah Damal angkat katanya lagi dikantor polisi. Sama papa terus mama tanya ngapain disana dan Damal langsung jelaskan, bahkan dia juga jelaskan kalau perusahaan Arya grup sudah memutuskan kontrak kerja sama dengan kita, jadi papa lagk frustasi. Katanya kalau selesai dari kantor polisi papa langsung ke perusahaan."


"Sebenarnya mama mau kekantor nyusul papa tapi badan mama masih lemas, makanya mama tunggu papa dirumah aja menanti juga papa pulang kerumah, gak mungkinkan papa nginap diluar."

__ADS_1


Pak Yanto benar-benar gak percaya dengan semua cerita istrinya, ternyata istrinya sudah tahu semua masalah itu tapi ia baik-baik saja bahkan kelihatan ia masih kuat, walaupun tadi istrinya sempat sedih, pak Yanto menatap istrinya dengan rasa pedih, mereka berdua merintis perusahaan itu dari nol dan membantu kehidupan mereka dari dulu, namun sekarang perusahaan itu sudah di ambang kehamcuran.


"Terus kalau mama sudah tahu kok biasa saja, gak kaget atau apa begitu dan gak sedih juga, oadahal tadi papa itu bukannya gak mau cerita ke mama, papa hanya takut pas papa cerita terus mama syok dan drop lagi, itu yang membuat papa gak berani cerita kemama, ini mala mama lebih tahu Dari Damal" tanya pak Yanto.


"Pah, mama bukannya gak kanget, awalnya mama dengar juga syok banget tapi ya mau bagaimana lagi, inilah resiko yang harus kita hadapi bersama mama punya solisi pah untuk membangun kembali perusahaan itu, tapi setelah hakim menfonis anak itu dengan hukumannya, biar kita bisa bernafas lega ia harus menerima semua konsekuensinya."


"Loh bukannya dari awal mama marah sama papa karena anak itu? kenapa sekarang mama malah santai. Mama kok jadi ane begini sih "


"Pah, memang mama yang melahirkan dan membesarkannya dari kecil bahkan sudah di didik dengan baik, kulia juga sudah, bahkan kita nikahkan dengan seorang mantu yang sangat baik, tapi dia yang memilih jalan itu dan menjerumuskan dirinya kedalam kehancuran, jadi menurut mama, tugas mama sudah selesai. Biarlah dia yang bertanggung jawab dengan perbuatannya sendiri, mungkin dengan dia masuk penjara siapa tahu dia beruba dan minta ampun sama Tuhan"


Ya namanya manusia pasti ada batas kesabarannya, seperti yang dialami oleh bu Sari ia sebagai seorang ibu merasa sangat lelah, dengan menghadapi semua kekacauan yang di perbuat oleh anaknya sendiri. Memang bu Sari sangat terpukul dengar berita yang mengenai, anak semata wayangnya tapi ia tetap tabah.


"Tapi mah, kata polisi anak itu sekarang buronan, kalau sewaktu-waktu dia kembali kesini gimana mah apa mama masih tega mengusirnya," tanya pak Yanto karena pak Yanto sangat tahu kelemahan istrinya, apalagi untuk anak sendiri pasti itu sangat sulit.

__ADS_1


"Kalau suatu saat dia kembali usir aja pah, mama gak bisa menerimanya di rumah ini lagi mama rasa sudah cukup, kita menyayanginya selama ini. Atau bila perlu kita jual aja rumah ini dan kita pindah ke luar kota aja pah, mama mau menikmati masa tua kita dengan tenang dan damai pah, mama gak mau mikirin dia lagi gak penting.


Padahal tadi pak Yanto hanya ngetes istrinya, ia mau melihat tanggapan istrinya gimana, namun ternyata pak Yanto salah istrinya mala menanggapi dengan serius dan tegas, bahkan istrinya gak segan minta pindah keluar kota.


Padahal seorang ibu biasanya ia akan luluh pas mendengar kondisi anaknya namun berbedah dengan bu Sari ia mala bertekad untuk mengusir anaknya kalau berani datang kerumah lagi.


Nadia, dulu mama sangat menyayangi kamu, mendidik kamu dengan tulus tanpa merasa lelah dan mama pikir kamu setelah menikah, kamu belajar menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak kamu, tapi ternyata sayang, kamu mala jatuh kedalam dosa dan kamu menghancurkan semuanya, kamu tahu rasa cinta mama yang dulu terhadap kamu sudah hilang seperti dutelan bumi, dan sekarang di ganti dengan rasa benci, semoga kamu gak akan datang lagi kesini"gumam bu Sari dalam hati.


Nadia benar-benar menorekan luka di hati orang tuannya, sampai bu Sari yang sangat menyayanginya jadi benci terhadapnya. Sedangkan pak Yanto tiba-tiba ingat jangan-jangan kak ipar yang dimaksu Sinta adalah Nadia.


"Mah, mama masih ingat gak yang perna papa ceritakan ke mama soal anak gadis itu yang katanya, lagi menjaga kak iparnya yang sedang di rawat di rumah sakit, atau jangan-jangan memang dia Nadia yang menikah dengan kaknya Sinta, kalau memang benar itu dia itu Artinya kita satu rumah sakit mah." ujar pak Yanto.


"Humm biar aja pah mama gak peduli, sekarang mama hanya urus diri mama dengan papa aja, gak usa mikirin orang lain pah, biar aja gak penting ia mau jungkir balik juga bodoh amat pah, lagian kalau dia anak baik dan tahu menghargai orang tua kenapa selama ini dia gak pulang ke rumah."

__ADS_1


"Seharusnya kalau ada masalah dalam rumah tanggahnya, dia pulang kerumah orang tuanya dan bisa cari solusi, mama heran, dia satu kota dengan kita, bahkan dekat juga kontrakannya dengan rumah tapi heran kenapa anak itu gak tahu diri sekali ya pah".


"Pergi meninggalkan anak dan suaminya begitu saja, dan lebih parahnya lagi dia lupa dengan orang tuanya, dasar anak durhaka dia gak tahu kalau kita habiskan banyak uang hanya mencarinya, sampai kita susah paya sibuk sana sini kayak orang gila agar kita bisa menemukannya tapi mala dia gak peduli sama sekali jadi sekarang kita gak perlu memikirlannya lagi pah biarkan saja."


__ADS_2