
Disebuah kontrakan yang agak sedikit kumuh tergeletak seorang perempuam, yang dengan kerigat dingin karena menahan sakit di perutnya, namun sayangnya gak ada satu orangpun yang ada disekitar situ untuk diminta tolong, terpaksa perempuan itu berusahan bagun dari tidurnya untuk mencari apakah masih ada makanan, kalau ada biar ia makan terus minum obat karena sakit seluruh tubuhnya apa lagi di area perut dan di bawah perutnya terasa nyerih.
"Aukkkkkkk...sakit sekali Ya Tuhan mau minta tolong ama siapa ya, mau telpon orang juga kagak punya hp, apalagi punya uang, semua atm sudah diblokir oleh pihak bank. Kenapa jadi begini amat sih nasib saya ya Allah, mampuhkan aku, awas kau ya Cessie akan saya balas perbuatanmu semua ini karena kamu dan kak kamu. Kalau aku sudah kembali dengan mas Iksan akan saya suruh balas semua perbuatan kalian."
"Ya ampun mas Iksan kamu dimana tolong aku mas, aku merindukan kalian, biasanya mas selalu menjagaku, lepaskan aku dari laki-laki bajingan ini ya Allah, hmmp aku gak mau aku dijadikan pelampiasan naf**u birahinya. Aku harus berusaha keluar dari sini tapi gimana caranya ya, tempat ini sepertinya agak jauh dari keramaian. Mala lapar banget lagi."
Sih perempuan berusaha bangun dari pembaringannya, dan lantas mencari makan karena setahunya tadi pagi ia makan nasi dan masih ada sisa. Biar aja dia makan yang sisa itu untuk menganjal perutnya dan minum obatnya itu biar cepat sembuh dan kabur dari kontrakan jelek itu pikirnya.
Namun sayangnya usaha perempuan ini ingin kabur gak akan berhasil karena sebenarnya laki-laki itu bukan seorang supir taksi atau gojek melainkan laki-laki itu adalah suruhan orang, yang Perlahan-lahan akan membuat hidup Nadia menderita.
Ditaman seorang laki-laki tiba-tiba menerima telpon dari seseorang yang di panggil bos.
"Hallo bos, ada yang bisa saya lakukan bos"?
"Hamm hallo, kamu tahu aja kalau saya mau kasih kamu pekerjaan tapi kamu tenang aja ini kalau kamu berhasil saya akan bayar kamu lima ratus juta selain gaji kamu, bisa kamu bagi dengan anak buah kamu juga. Tapi kalau kamu gak berhasil ya gak ada bayaran gimana kamu mau gak."
"Ha......lima ratus juta? Saya gak salah dengarkan bos? Bos gak bercandakan sama saya".
__ADS_1
"Memangnya sejak kapan saya bercanda sama kamu ha...mau gak? Kalau gak mau yaudah saya kasih ke orang"
"Ja jangan bos, iya saya mau, ah bos mah bisa aja masa mau berikan pekerjaan sama orang lain sedangkan saya anak buah bos yang paling baik dan bisa diandalkan hahaah"
"Ck, yaudah sekarang kamu ada dimana? Sekarang juga kamu pergi ke rumah sakit di jalan X kamu cari ruangnya perempuan yang bernama Nadia....dan kamu pantau 1x24 jam karena saya yakin setelah dia sadar dan merasa kondisinya makin baik, ia akan melakukan rencana licik dan bisa merecoki polisi yang ada di depan pintu, terus kabur dan pada saat kamu tahu gegaslah kamu sengaja pura-pura lewat untuk berperan sebagai supir taksi".
"Dan kamu harus menyewa satu tempat yang agak sedikit kumuh dan jauh dari keramaian.kurung dia disitu karena dia masih sakit jadi sulit untuk kabur, dan ingat kamu harus tukar obat yang ia bawah agar kesembuhannya lama karena salah minum obat saya mau lihat dia tersiksa sebelum saya membuat orang tuanya bangkrut dan menyeret kembali dia ke kantor polisi."
"Ha...hanya sesimpel itu pekerjaannya bos? Memangnya ada polisi yang menjaganya bos"?
"Ya ampun bos, jangan begitu lah saya akan laksanakan tugaanya bos saya akan kirim anak buah saya kesana nanti kalau sudah berhasil perempuan itu keluar bari saya datang."
"Yaudah jangan lupa kabarin ya kalau kamu sudah berhasil"
"Oh ya bos kalau saya sudah bawah dia apa yang harus saya lakukan"?
"Terserah kamu mau apakan perempuan itu asal hanya satu jangan sampai mati."
__ADS_1
"Ok siap bos makasih."
Saat itu juga lak-laki tersebut mengirim anak buahnya ke rumah sakit uang sudah di kasih tahu oleh bosnya bahkan fotl perempuan itu juga di kirim, jadi mereka gampang sekali mengenal wajah Nadia.
Karena bosnya mengatakan kalau terserah apa yang di lakukan oleh anak buahnya asal jangan sampai ia mati, pada akhirnya Nadia di nodai berulang kali sama laki-laki yang berganti-ganti.
Jadi bukan satu laki-laki saja menodai Nadia, tapi bosnya yang membawah anak buahnya bergantian, seperti hari ini, tiba-tiba seorang laki-laki entah dari mana bisa masuk kedalam kamar dan langsung menyerang Nadia begitu saja. Karena kebetulan badan Nadia lemas karena baru layani naf**u bejat laki-laki yang semalam, di tambah lagi Nadia sekarang belum pulih jadi tenangannya belum stabil.
taqpi sayang datang lagi seorang laki-laki asing yang memaksa Nadia untuk melayaninya, dengan terpaksa Nadia hanya menurut saja makanya Nadia langsung ambruk di tempat tidur, setelah memuaskan laki-laki itu.
Sedangkan laki-laki itu mala keluar dan kembali mengunci pintu. Membuat Nadia menagis sejadi-jadinya meratapi Nasibnya yang malang. Memang sekarang ini hidup Nadia benar-benar sangat prihatin, bahkan hanya sekedar makan aja susah.
Sekarang Nadia lagi berusaha mengambil nasi sisa yang masih ada itu untuk makan, biarpun agak sedikit jujik karena itu makanan tadi pagi, namun demi kondisi kesehatan Nadia ia harus menahan jijiknya itu sebenarnya ia menahan mual tapi mau gimana lagi, terpaksa harus dimakan.
Nadia ambil nasi itu dan memakannya walapun sebenarnya dalam hati Nadia, ia mencaci maki Cessie karena Nadia berpikir kalau dia sakit karena ulah Cessie dan kak Aris, ia tekab akan balas dendam, gila bukannya berubah tapi mala makin menjadi, ia belum sadar dengan apa yang sudah menimpahnya karena ulahnya sendiri.
Nadia makan nasi yang sisa itu sampai habis dan ia segera minum obatnya, namun mata Nadia tiba-tiba menyipit, "Aku gak salah inikan minum obat kok kayak bedah ya bentuk obatnya, memang warnanya sama tapi bentuk obatnya beruba, seingat Nadia obatnya itu bentuknya agak besar kenapa sekarang beruba menjadi kecil apa aku yang salah lihat. Iya sepertinya aku salah lihat
__ADS_1