
Sinar matahari sudah mulai meneragi bumi. Hangatnya membangunkan mahkluk hidup yang tinggal di bumi.
Cessie mengeliat dari tidurnya. Ia manatap sekelilingnya namun tidak mendapati siapapun.
Crekkk....
Pintu terbuka dan muncul seorang pria tanpa, dangan wajah segar dan fres mengenakan jas putih melangkah dengan senyum manisnya.
Mas Julio sudah siap dan sangat tanpan sekali, dengan ada bekal di tangannya.
" Sayang kamu sudah bangun? yuk sarapan dulu dan bersiap untuk mas Antar pulang ke rumah. Hari ini kamu sudah boleh pulang kasiah Abian sayang lagian kondisi kamu juga sudah sangat baik nanti mas resepkan vitamin untuk diminum ya".
Cessie kegirangan mendengar kalau hari ini dia sudah bisa pulang kerumah, karena jujur dia sangat kangen dengan putranya.
"Serius, mas. Aku sudah bisa pulang?" Tanya Cessie memastikan.
"Iya sayang, kamu pulang hari ini kamu tenang saja semua barang bawaan kamu sudah mas bereskan, tinggal kita berangkat saja, jangan bersedih hati ayah dan yang lain tidak bisa datang jemput kepulang kamu karena mas yang minta, mas mau berduaan denganmu, sudah lama tidak bersama mu jadi mas kangen"
Mata Cessie sampai berkaca-kaca mendengar penuturan dokter Julio, Cessie sangat terharu dengan ketulusan cinta dokter Julio kepadanya.
" Ya Tuhan kebaikan dan ketulusan macam apa yang engkau taruhkan didalam hati nurani calon suamiku, sehingga dia begitu baik dan tulus merawat aku selama ini, aku mohon Tuhan jangan engkau mengambil lagi dariku aku mohon biarkan aku hidup bahagia dengannya"
"Sayang, kamu kenapa menatap mas begitu? Tadi mas salah bicara ya kok nenatap begitu kayak sedih banget, atau sayang tidak mau pulang biar selalu menemani mas disini"
"Mas...hati mas terbuat dari apa? Sehingga mas sangat tulus dan menyayangiku mas, padahal masih banyak perempuan diluar sana yang cantik dan masih gadis, tapi kenapa memilih aku yang janda dan baru selesai melahirkan. Mas harus menunggu sampai aku habis masa inddah dan masa nifas. Sangat lama mas menungguku tapi mas tidak keberatan, padahal kalau pria lain mungkin sudah pergi meninggalkan aku"
"Sayang, kamu ngomong apa sih, dengar ya, mas itu memilih kamu karena mas sangat mencintai kamu dan memang benar masih banyak perempuan di luar sana tapi menurut mas kamu yang paling terbaik dari mereka semua, mas akan menunggu masa iddah dan masa nifas kamu habis kita langsung nikah karena mas mau ikut merawat Abian dia putraku, kenapa mas mau seperti itu biar dia bisa masuk ke Kartu keluarga kita berdua.
__ADS_1
Terserah kalau nanti dia besar baru dia tahu kalau mas bukan ayah kandungnya terus dia menyayangi ayahnya di banding mas tidak masalah yang penting mas benar-benar tulus menyayanginya."
Cessie mengeleng kepala sembari berkata" gak mas, dia tidak akan meninggalkan mas karena mas ayahnya bukan dia, dia hanya ayah biologis yang tidak bertanggung jawab suatu saat nanti jika pria itu keluar dan secara kebetulan mereka bertemu aku akan jelaskan semua seperti apa pria itu dulu tidak mengakui nya."
Dokter Julio tersenyum dan memeluk Cessie.
"Yuk kita pulang ayah dan ibu pasti menunggu di rumah. Tapi tunggu dulu sayang masa kamu pakek baju rumah sakit begini, kamu mandi gih terus ganti baju."
"Gak ada bajuku mas semua sudah mas simpan"
"Tidak perlu takut ini ganti ya cepat gak pake lama ya"
Setelah Cessie masuk kedalam kamar mandi tiba-tiba pintu ruangan Cessie terbuka dan nampak dua orang berpenampilang santai sepertinya tukang make up.
"Silakan duduk saja mbak tunggu calon saya masih mandi, make up secantik mungkin ya mbak"
Tidak lama kemudian Cessie keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai dress yang sangat cantik sampai telapak kaki ada juga belahannya dan dokter Julio juga menyiapkan sepatu haihils untuk Cessie tidak terlalu tinggi hanya standar.
Cessie terkejut melihat kedua mbak itu sudah diruangan. Lantas Cessie bertanya siapa mereka.
"Mas siapa mereka kok disini? Dan kenapa mas menyuruh aku memakai gaun ini kayak mau ke pesta saja deh" tapi yang di tanya hanya nyengur kuda saja sangat menyebalkan.
"Hallo bu kami dari bagian make up di undang oleh pak Julio untuk make up calon istrinya"
Terpaksa Cessie hanya nurut saja dan di make up secantik mungkin padal biarpun gak di make up sudah cantik.
Setelah hampir tiga puluh menit akhirnya selesai juga, dokter Julio sampai terpana dengan kecantikan calon istrinya karena semenjak Cessie sakit tidak pernah lagi make up, jadi wajah Cessie agak terlihat pucat makanya dokter Julio inisiatif untuk mengundang kedua mbak itu datang merias Cessie.
__ADS_1
"Wah....cantik sekali kamu sayang sampai mas pangli melihatmu benar-benar sempurna" dokter Julio kembali menatap kedua mbak itu sembari berkata" makasih ya mbak sudah mau datang kesini, ini ada sedikit rejeki untuk mbak"
"Sama-sama pak kami parmisi" kedua mbak itu pergi sekarang tinggal Cessie dan dokter Julio didalam ruangan.
"Sayang kenapa harus dandan begini sih kayak kondangan saja" Dokter Julio justru tidak menangapi tapi langsung menarik tangan Cessie dan keluar dari ruangan itu.
Mereka menuju ke mobil dokter Julio membukakan pintu untuk Cessie masuk.
"Silakan masuk nyonya Julio" Cessie hanya senyum mendengar banyak gombalan keluar dari mulut calon suaminya itu.
Setelah Cessie masuk sokter Julio juga segerah masuk dan duduk di bagian kemudi dan menghidup mesin mobilnya terus berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Mobil yang mereka tumpangi membelah jalan raya dengan banyak kendaraan yang lalu lalang.
"Mas sudah lama Cessie gak tidur dirumah, pengen banget merasakan kasus empuk yang ada dirumah"
"Iya enak kalau di rumah apalagi kalau di temani babang tanpan bobok pasti lebih nikmat."
Pukkkkkk...apa-an sih mas pikirannyan kemana-mana deh.
"Loh memang kenyataan begitu sayang, salahnya dimana cobak mas bicara fakta."
Mereka kembali diam dengan saling bertukar pikiran, kalau Cessie sudah tidak sabar sampai dirumah karena ini ketemu dengan putranyz dan juga keluarga yang ada di rumah.
Cessie Senang akhirnya bisa kembali sehat dan pulang kerumah dengan keadaan selamat semua itu berkat ketulusan dari seorang dokter Julio yang tanpa menyerah merawat Cessie dengan penuh kasih sayang.
"Ya, Allah. Terima kasih karena akhirnya aku bisa kembali berkumpul dengan semua keluarga setelah satu bulan aku koma di rumah sakit semua ini berkat dari padamu Tuhan"
__ADS_1