Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
349


__ADS_3

Keesokan harinya semua sudah pada siap untuk berangkat, Iksan juga sudah mengabari Sinta kalau mereka sudah di jalan menuju ke ruman Bella jadi Iksan menyuruh Sinta untuk bersiap karena sebentar lagi Iksan sampai. Tapi sayangnya Bella sampai sekarang belum keluar dari kamar apa yang di kuatirkan Sinta dan Melli teryata terjadi. Sampai saat ini Bella belum selesai bersiap padahal Iksan sudah mau sampai.


"Bell, cepat. Sebentar lagi mas Iksan sudah sampai loh tidak perlu make up tebal woy.....kamu itu sudah cantik jadi tidak make up juga sudah cantik."


"Iya nih Bell kamu kalau make up itu kayak make up pengantin tahu gak, lama sekali harus bulu mata di lukis semua padahal kamu itu sudah sangat cantik habiskan waktu saja kita mau sarapan." Sambung Melli kesal dengan temannya itu.


"Astaga mbak Sinta bisa diam dikit napa sih, sudah selesai juga yuk kita makan nanti mas Iksan sampai belum selesai bawal lagk dia kayak kalian berdu."


"Lagian lama banget deh nungguin kamu tahu gak, kayak nungguin artis terkenal mau lewat." Akhirnya mereka sarapan bersama sambil menunggu Iksan dan mbak Alana terus Dira karena kedua orang tua Iksan tidak bisa ikut.


Mereka yang sementara sarapan mendengar bunyi klakson dari luar itu tandanya Iksan sudah sampai.


"Nahkan...mas Iksan sudah sampai aku bilang juga apa mana kita baru sarapan belum juga berapa suap nanti kalau kita kelaparan dijalan bagaimana."


"Astaga mbak Sinta kuatir kali sama makanan....tenang saja ada calon suami mbak jadi mana mau melihat calon istrinya kelaparan pasti langsung dibeliin makanan tenang saja."


Mereka bertiga masih sibuk sarapan tidak ada yang bergerak ke depan tiba-tiba masuk mbak Alana..."astaga ketiga anak gadis ini baru sarapan? Kalian bangun jam berapa kok baru sarapan." Tanya mbak Alana sedangkan Bella hanya nyengir kuda.


"Siapa lagi mbak yang bikin lama kalau bukan nungguin adik mbak yang satu ini make up lima jam tapi hasilnya itu-itu saja tidak ada perubahan hahahaha...." ujar Melli membuat yang lain tertawa sedangkan Bella hanya menaikan kedua alisnya keatas.

__ADS_1


"Sudah selesai sarapan belum, kalau sudah yuk kita berangkat takutnya macet jangan salah loh lewat tol juga sangat macet apalagi sekarang hari weekend jadi semua orang pengen ngajak keluarganya jalan-jalan." Ujar Iksan tiba-tiba muncul bersama Dira sedangkan Dira yang melihat Sinta langsung lari menghampiri Sinta dan memeluk Sinta.


Setelah selesai makan akhirnya mereka bersiap untuk berangkat mereka memasukan semua baramg bawaan mereka kedalam mobil.


Sinta duduk disamping Iksan bersama Dira sedangkan mbak Alana, Bella dan Melli mereka bertiga di belakang kalau nanti Dira bosan didepan barulah pindah lagi ke belakang bersama dengan mbak Alana.


"Dira sayang kamu didepan sama bunda Sinta atau di belakang sama bunda" tanya mbak Alana.


"Tidak bunda...Dira disini aja sama bunda Sinta nanti kalau sudah capek baru Dira pindah kebelakang sama bunda ya," ujar Dira yang sekarang sudah makin pintar karena umurnya sudah tiga tahun itu yang membuat Dira sangat fasi kalau bicara pintar dia.


" Ya sudah kalau begitu, sepanjang perjalanan Dira selalu mencipatkan suasana yang menyenangkan dan mereka menikmati perjalanan mereka semua.


"Iya mas kami bawah kok baju ganti dan kami bertiga juga sudah minta injin manajer Andre jadi sudah diijinkan juga, memangnya mas bawah pakian ganti "?


"Baguslah kalau begitu....mas bawah di tasnya Dira semalam di siapkan oleh mbak Alana karena istriku belum masuk rumah jadi segala sesuatu masih di urus oleh mbak Alana. Tidak apa-apakan sayang."?


"Ya, tidak apa-apa dong mas lagian selama ini sebelum Sinta kenal mas juga yang urus mas kan mbak Alana, jadi Sinta berterimakasih kepada mbak Alana karena sudah mau mengurus calon suami Sinta'


Akhirnya mereka semua kembali diam sampai mereka masuk jalan tol ternyata benar dugaan Iksan kalau mereka terjebak macet....padahal masih pagi tapi macet sudah panjang sekali. Iksan menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar. Karena ini macet bukan main.

__ADS_1


"Kan aku bilang juga apa macet banget tuh lihat depan tidak bisa jalan, semoga hanya sebentar macetnya tapi setelah ini lancar soalnya kalau dari sini saja sudah macet apalagi nanti siang ini masih pagi loh ini tapi sudah ngeri macetnya"


"Ya, maklum lah San mana ada negara kita ini terhindar dari macet, tidak akan memang sudah begini kondisinya jadi kita nikmati saja, lagian bukan hanya kita yang terjebak macet disini semua orang siapapun yang ingin bepergian pasti mengalami yang namanya macet." sambung mbak Alana.


"Bunda kenapa mobilnya tidak jalan Dira sudah kepanasan ini sudah kena matahari" ujar Dira membuat yang lain tertawa lantaran didalam mobil Ac dingin masa bilang panas


"Hahaha panasnya dimana sayang ini dingin loh, atau Dira mau duduk di belakang sama bunda biar tidak kena matahari sayang sini sama bunda." ujar mbak Alana namun Dira justru tidak mau.


"Tidak usa bunda, Dira disini saja sama bunda dan ayah nanti kalau Dira sudah ngantuk baru Dira pindah ke belakang sama bunda, karena Dira belum ngantuk bunda" ujar Dira.


"Baiklah sayang kalau begitu....jangan nakal ya di depan nanti ayah kamu tidak fokus nyetir."


Antrian panjang akhirnya keluar juga dari kemacetan agak sedikit legah karena sudah melewati satu tahap kemacetan tapi belum tahu macet selanjutnya.


Bella dengan Melli dari tadi tidak ada suara sama sekali membuat mbak Alana menoleh ke samping ternyata kedua orang itu sudah tidur padahal perjalanan belum sampai setengah jalan.


Membuat mbak Alana tertawa melihat kedua gadis itu. Mbak Alana mengelengkan kepala merasa bukan pergi jalan-jalan melainkan bawah kedua orang itu tidur di jalan. bukannya menikmati perjalanan justru menikmati tidur.


"Hahaha......San..Sinta, cobak lihat kedua orang ini mereka sudah nyenyak kali tidurnya sebenarnya kita pergi jalan-jalan atau kita mau tidur di mobil, tapi tidak masalah sih biar nanti sampai disana badan mereka segar, pasti semalam merak bagadang ini makanya jam segini saja sudah ngantuk."

__ADS_1


"Semalam kami cepat tidur sih mbak tapi mungkin macet makanya ngantuk lagi mereka berdua biarkan sama selagi mereka tidak menganggu" ujar Sinta.


__ADS_2