
Cess meminta maaf kenapa Iksan karena merasa gak enak hati.
"Heheeh gapapa Cess yuk masuk, masa tamu diluar aja gimana sih" Ujar Iksan mengajak Cessie dan Aris masuk kedalam rumah ternyata di ruang tengah sudah ada mbak Alana dan kedua orang tua Iksan.
"Selamat malam om, tante, mbak. Maaf kami baru datang" ujar Cessie dan Aris menyapa keluarga Iksan.
"Wah...selamat malam juga nak, ini nak Cessie ya ternyata cantik sekali ya walaupun lagi hamil, dan ini nak Aris ya ganteng banget juga" puji bu Manda membuat Aris dan Cessie tersipu malu.
"Ah, tante bisa aja deh." ujar Cessie.
"Tapi memang benar sih yang di bilang istri saya kalau kalian berdua memang ganteng dan cantik, Iksan selalu cerita kalau kamu memang cantik dan memiliki seorang kakak laki-laki yang tanpan bernama Aris" jelas pak Hartono.
Iksan yang mendengar pujian dari kedua orang tuanya terhadap Cessie dan Aris membuat hatinya menghangat.
Sedangkan Aris dan Cessie tersipu malu karena mendapatkan pujian dari kedua orang tua Iksan. Kalau mbak Alana tidak berkedip memandang Aris. Cieee awal loh Mbak Alana nanti jatuh cinta lagi.
"Ayuk lah kita langsung ke meja makan aja biar nanti kalau selesai makan baru kita ngobrol" ujar mbak Alana.
"Maaf San, Dira mana ya? Bukankah katanya Dira lagi sakit" tanya Cessie.
"Iya Cess kita ke meja makan aja dulu nanti suster antar Dira kesana."
Akhirnya mereka semua menuju ke meja makan, Aris dan Cessie ikut aja mereka tidak banyak berkomentar, karena tujuan mereka kesitu untik melihat Dira.
Saat sampai di meja makan tidak lama kemudian Dira di antar oleh suster, Dira yang baru turun dari lantai dua pas melihat Cessie kengirangan. Ia langsung berlari menuju ke samping Cessie. Membuat Cessie gemas karena sekarang Dira makin gendut dan cantik.
"Wah...tante Cessie....Dira kangen sama tante Cessie kemarin Dira minta sama ayah untuk undang tante Cessie kesini karena Dira sakit dan pengen dekat dengan tante, makasih tante sudah datang."
Iksan menarik satu kursi dan taru di samping Cessie untuk Dira karena Dira mau duduknya dekat dengan Cessie ia tidak mau jauh dari Cessie.
__ADS_1
"Memangnya Dira sakit apa, kalau Dira kangen sama tante Cessie Dira boleh kok telpon tante Cessie"
"Dira demam aja tante, ia Dira juga lupa tapi sekarang Dira senang tante Cessie sudah datang"
Dira memeluk Cessie dan Dira juga cium pipi Cessie membuat orang gemes aja.
"Dira sayang kita makan dulu yuk kasian tante Cessienya, dedek bayinya mau makan Dira tidak kasian dengan dedek bayinya" ujar mbak Alana.
"Iya bunda"
Akhirnya mereka makan bersama, selama acara makan berlangsung Iksan menatap Cessie dengan tatapan kagum. Cessie juga menyuapin Dira karena Dira tidak mau di suapin oleh siapapun Dira mau makan kalau Cessie yang suapin, Cessie juga gak keberatan karena mamang tujuan dia datang kesana bukan untuk makan tapi untuk jenguk Dira yang katanya lagi sakit.
Mereka makan dalam diam Dira juga makan dengan tenang gak ribut karena dia sangat senang ada Cessie, apalagi yang suapin Cessie membuat mbak Alana sedikit iri karena Cessie sudah berhasil mengambil hati Dira. Tapi mbak Alana juga senang karena Cessie wanita yang baik makanya Dira mau lengket dengannya kalau gak Dira bukan tipe anak yang gampang menerima orang baru.
Makan malam cepat selesai dan mereka kembali ke ruang tengah. Untuk ngobrol, Iksan biasa aja menyambut kedatangan Cessie dan Aris padahal awalnya mereka sudah prasangka buruk terhadap Iksan, mereka pikir Iksan ada memiliki rencana lain selain karena permintaan Dira.
"Nak kapan kamu melahirkan sepertinya sudah besar perut kamu nih, masuk lima bulan ini ya"
"Iya tan, sudah lima bulan, tan begitu lah tan"
"Kenapa gak cari ayah untuk baby aja nak biar dia lahir bisa mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibunya lengkap itu lebih baik" ujar bu Manda.
"Hahaa maaf tan, saat ini aku belum memikirkan hal itu karena aku mau fokus dengan kelahiran anakku, kalau soal itu masih belum lagian tanpa ayahnya juga dia tidak akan kekurangan kasih sayang tante, dari dari pada punya ayah tapi mengoreskan luka di hatinya dan tidak di akui" ujar Cessie.
"Terus bagaimana dengan nak Aris apakah sudah menikah, atau masih belum ada" tanya pak Hartono.
"Heheh...lagi persiapan om mungkin satu bulan lagi, saat ini masih sibuk om doakan semoga lancar" ujar Aris.
"Amin" jawab mereka semua.
__ADS_1
"Dira sayang, apa yang membuat Dira sakit kemarin " tanya Cessie dari tadi Dira lengket terus dengannya seoalah-olah tidak mau berpisah dari Cessie.
"Dira munta-munta tante terus Dira juga panas, Dira pengen bermain dengan tante Cessie lagi, adik kecil cepat lahir ya tante biar bisa bermain dengan Dira."
"Iya sayang, nanti kalau adik kecil sudah lahir Dira bisa kok main dengan dia yang penting Dira jangan sakit-sakit lagi ya janji sama tante"
"Iya tante Dira janji" ujar Dira.
Dari tadi baik pak Hartono maupun bu Manda memperhatikan interaksi Cessie dengan Dira dalam hati mereka sangat bahagia, mereka berharapa semoga Iksan bisa berjodoh dengan Cessie karena Dira sudah terlanjur sayang sama Cessis, tapi mereka juga tidak bisa memaksa Cessis jika nanti Cessie memili laki-laki lain ketimbang putra mereka.
Harapan kedua orang tua Iksan, siapapun yang menjadi pasangan Iksan kedepan baik itu masih gadis maupun sudah janda itu tidak menjadi patokan asal dia menyayangi dira dan setia dengan Iksan itu sudah lebih dari cukup.
Iksan juga dari tadi hanya senyum-senyum saja melihat anaknya dan Cessie sangat lengket, memang itu harapan Iksan agar nanti jika sudah waktunya ia mau melamar Cessie tidak ada kesulitan lagi karena Iksan sangat percaya Cessie adalah ibu sambung yang tepat untuk Dira.
Iksan tidak meragukan lagi kebaikan dan kasih sayang dari Cessie, tapi sayang Iksan sudah terlambat karena Cessie sudah duluan menambatkan hati dan pilihannnya pada sang dokter tanpan. Iksan gaya lambat jadi Cessie sudah dimiliki orang lain.
Dari tadi mbak Alana banyak diam tidak seperti biasanya, tapi matanya tidak lepas dari Aris, kadang mbak Alana senyam-senyum sendiri menatap Aris, aduh.....jangan sampai mbak Alana justru jatuh cinta lagi dengan Aris karena Aris juga sudah punya tambatan hati, pada hal tadi mbak Alana sudah mendengar kalau Aris sudah memiliki pasangan tapi masih aja senyam-senyum melihat Aris.
Setelah mereka bercengkrama akhirnya Aris dan Cessie pamit pulang karena keasyikan ngobrol jadi sudah menunjukan setengah sepuluh malam.
"Om tante, mbak Alana dan San. Makasih loh jamuan malam ini sangat enak. Kami pamit pulang dulu karena ini sudah malam dengan kondisi saya juga seperti ini"
"Iya nak makasih ya jangan sungkan loh datang kesini pintu rumah selalu terbuka untuk kalian nak"
Cessie mengalihkan pandangannya ke Dira dan Cessie meminta ijin pulang.
"Dira sayang maafin tante ya, tante harus pulang karena sudah malam nanti lain kali kalau ada waktu kita ketemu lagi ya"
Setelah selesai pamit dengan seluruh keluarga Iksan akhirnya Cessie keluar dari rumah Iksan dan di antar oleh semua keluarga sampai Cessie keluar dari gerbang mereka melambaikan tangan.
__ADS_1