Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
184


__ADS_3

Jawaban Faya ngenah dihati Aris, Aris pikir semua perempuan itu berkedok teman tapi ternyata siluman, namun Aris salah Faya bukan tipe teman seperti itu karena dia benar-benar menjadikan Cessie sahabat yang baiknya.


Mereka berdua langsung menuju ke tempat tujuan mereka. Yaitu restoran yang sudah sejak sore di boking oleh Aris, biasa kalau orang kaya mah, gampang asal uang bekerja.


Setelah sampai mereka di parkiran, Aris duluan turun dan membukakan pintu mobil untuk Faya.


"Silakan Turun nona Faya", perlakuakan kecil dari Aris membuat hati Faya berbunga-bunga dan jantungnya seperti uji lari marato.


"Mas tidak usa seperti ini juga kali nanti kalau dilihat orang. Mereka pikir kita ini sepasang kekasih padahal tidak, kita hanya teman. Teman yang baru kenal entah sampai kapan baru dijadikam teman special hahaha."


"Husss diam dan ikutlah terserah mereka mau bicara apa, memangnya apa urusan mereka dengan kita, tapi kalau aku benaran jadikan kamu istriku gimana kamu mau gak. Jangan hanya bicara bilang jadikan pasangan hidup giliran benaran kamu mala jantungan"


"Deg....."


Perkataan Aris membuat Faya terkejut, karena ia tidak menyangka Aris bicara begitu walaupun Faya tahu Aris tidak serius dengan perkataannya. Tapi Faya merasa bahagia mendengarnya dalam hati Faya kalau seandainya itu benar mungkin dia sangat bahagia, tapi itu tidak mungkin hanya hayalan semata Faya.


"Ck, mas jangan gombal deh mas tidak tahu jantungku lagi tidak aman, awas loh nanti aku gagal jantung baru tahu rasa"


"Memang menurut kamu Fay aku bercanda begitu? Terus siapa yang gagal jantung, ada-ada aja kamu."


"Yuk kita masuk mau berdiri sampai kapan disini." Aris gegam tangan Faya dengan erat dan mereka masuk kedalam ruangan vip. Yang sudah disiapkan oleh Aris ternyata didalam ruangan itu sudah di hiasi dengan banyak kelopak bunga mawar yang sudah di berterbakan di lantai dengan tulisan I Love You Faya. Bukan hanya itu ada seseorang pria tanpan memainkan biolah dengan bunyi yang sangat indah.

__ADS_1


Melihat itu Faya benar-benar terkejut ia tidak menyangka kalau Aris bisa melakukan sesuatu yang sangat indah dan menyenangkan hatinya. Faya tidak bisa berkata-kata lagi karena ia sangat terharu sampai air matanya lolos begitu saja. Faya membekap mulutnya dengan kedua tangannya.


Sedangkan sekarang Aris sudah berlutut di hadapan Faya dengan di tangannya sudah ada bunga dan ternyata Cincin yang sudah dibelih oleh Aris sisipkan kedalam bunga itu. Jika Faya menerimah lamaran Aris berarti ia mengambil bunganya tapi jika kalau Faya tidak meneriman lamaran Aris Faya tidak perlu menerima bungan itu dan boleh membuangnya.


Faya juga tidak percaya karena ia dengan Aris tidak begitu dekat, apalagi setiap kali mereka ketemua kayak tom dan jerry. Itu yang membuat Faya benar-benar terkejut bukan kapalang.


"Faya...aku tahu ini sangat cepat untuk mu, maafkan aku jika selama ini aku cuek dan seolah tidak peduli padamu, tapi kamu harus tahu aku seorang pria yang tidak muda jatuh cinta dengan seorang gadis. Tapi hadirmu dalam hidupku membuat hidupku semakin hari semakin terasa berwarna. Dan karena kamu juga kebahagiaanku semakin bertambah, hari ini, malam ini. Aku ingin mengungkapkan perasaan cintaku padamu, bahwa selama ini aku mencintaimu."


"Aku bukan laki-laki yang romantis dan aku bukan laki-laki yang pintar merangkai kata-kata yang bagus. Tapi aku hanya mau mengatakan kepadamu kalau hanya kamu yang bisa membuat hatiku bahagia, kamu yang selama ini sudah menghiasi hari-hariku. Tapi bodohnya aku, sekarang baru aku menyadari semua itu."


"Apakah kamu mau menikah denganku


Aris benar-benar membuat Faya tidak bisa bernafas dengan aman, Faya dibuat syok oleh Aris. Ia tidak menyangka malam ini adalah malam yang paling indah yang tidak bisa Faya lupakan seumur hidupnya, hanya air mata yang terus lolos tanpa komando.


Lama Faya terdiam, membuat jantung Aris berdegup kencang Aris takut kalau Faya menolaknya. Tapi Aris juga sudah siap mental jika hal itu ternjadi.


"Ya aku mau jadi istrimu mas, aku juga sangat mencintaimu tapi aku tidak bisa mengungkapkannya, karena aku ini seorang wanita yang punya harga diri"


"Ha...benaran sayang coba ulang sekali lagi"


Namun jawaban Faya membuat Aris terkejut Karena Aris tidak percaya kalau Faya benaran menerima lamarannya, jadi ia meminta Faya mengulang lagi perkataannya. Untuk memastikan apakah perkataan Faya itu benar atau Aris yang salah dengar.

__ADS_1


"Ya mas aku mau jadi istrimu. Aku juga sudah lama mencintaimu mas sehinggal aku tidak perna menerima seorang priapun yang hadir dalam hatiku"


"Yes....makasih sayang...makasih."


Aris begitu kengirangan mendengar jawab kedua dari Faya berarti dia tidak salah dengar. Aris seperti mimpi sampai memukul pipinya ternyata sakit, haahah ada-ada aja kelakuan Aris.


Pukkkk..."Aduh sakit kirain ini hanya mimpi ternyata ini bukan mimpi tapi kenyataan, makasih banyak sayang sudah manu menerima lamaranku kalau begitu ambil bunga ini dan buka kelopak bunganya yang di atas."


Faya hanya menurut saja, ia menerima bungan itu dan membuka kelopak bungannya. Ternyata ada Cinci yang sangat indah di sangkutkan di kelopak bunga itu membuat hati Faya berdebar hebat. Tapi setelah Faya mengambil cincin itu ia bertanya. Ini untuk apa.


"Mas ini Cincin untuk apa, mas kenapa melakukan ini, Faya tidak butuh semua ini mas. Faya hanya butuh kasih sayang dan perhatian dari mas saja sudah lebih dari cukup." semua Faya sangat terharu dengan keromantisan dari Aris.


"Sayang, ini adalah bukti cintaku padamu sehingga pada saat kamu jauh dariku dan ada pria yang mendekatimu. Ingatlah bahwa kamu sudah punya ikatan dengan pria lain yaitu ikatan cinta yang tulus. Sini biar mas pakaikan ke jari manismu."


"Mas ini cantik sekali mas, jujur Faya benar-benar sangat terharu dan sangat bahagia hari ini melihat kebaikan mas Aris terhadap aku mas, aku pikir mas orangnya cuek dan tidak perna perhatikan aku, apalagi mencintaiku. Aku gadis yang cerewet mas kenapa mas memilihku"


"Mas tidak perlu menjawab kamu, karena kamu itu lembut hati mas tidak memandang kamu dari cerewet atau apa itu. Karena mas lihat hati kamu bukan fisik kamu, banyak wanita diluar sana bagus sekali fisiknya kalau kita pandang dari luar tapi ternyata didalam hati, sifat jelek. Jadi menurut mas kamu yang tepat untuk mas makasih sayang sudah mau menerima mas"


Aris memeluk Faya dengan erat dan mendaratkan kecupan kecil di keningnya namun, reflek Faya mendorong Aris.


Jangan lupa mampir ya kak (Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda)

__ADS_1


__ADS_2