Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
331


__ADS_3

Mbak Eva senang karena biarpun Abian lahir tanpa ayah kandung disampingnya, Ada ayah sambung yang sangat menyayanginya dan juga sangat mencintai Cessie, mbak Eva juga berpikir Abian sudah tidak membutuhkan Surya lagi jadi tidak perlu kasih tahu dia biar Abian hidup dan tumbuh besar di tengah-tengah keluarga yang baik.


" Aku merasa senang melihat Cessie sekarang sudah bahagia dengan anak dan calon suaminya bukan hanya tanpan tapi sangat baik. Biarpun Cessie sudah tidak dengan Surya lagi tapi itu lebih bagus, dari pada hidup dengan Surya yang tidak tahu bertanggung jawab, memang dia adikku tapi aku tidak mau dia menjadi pria egois yang tidak punya adab aku mendukung Cessie untuk menikah dengan dokter Julio, karena dokter Julio pria yang tepat untuk Cessie dan Abian, Abian butuh seorang ayah yang baik seperti dokter Julio bukan Surya" Gumam mbak Eva dalam hati.


Bu Intan dan pak Arya juga senang dengan kehadiran mbak Eva dan Sinta karena yang salah adalah Surya dan bu Ayu kalau Sinta dulu anaknya masih polos, jadi dia hanya ikutan saja sedangkan selama ini mbak Eva yang berperilaku baik terhadap Cessie jadi bu Intan berniat mengajak mbak Eva nginap di rumahnya sebelum mbak Eva kembali ke kampung halaman suaminya.


"Nak Eva sekarang Cessie sudah siuman bisa jadi besok atau lusa Cessie sudah bisa pulang ke rumah, dan nak Eva juga rencana mau balik ya ke kampung, tante minta berapa hari ini nginaplah di rumah karena mau buat syukuran atas lahirnya Abian dan juga kepulangan Cessie ke rumah. Kalau nak Sinta bagaimana mau gak nginap di rumah tante"?


"Makasih tante, tapi sepertinya Sinta tidak bisa karena besok Sinta kerja, kalau Sinta nginap di rumah tante justru ke tempat kerja makin jauh, biar mbak Eva saja yang kesana tante sama Zila."


"Baiklah kalau nak Eva, bagaimana mau tidak"? Sebenarnya mbak Eva tidak enak lantaran mbak Eva tahu diri juga kalau dia dengan keluarga Cessie tidak ada hubungan apa-apa lagi, namun mbak Eva tidak enak jika menolak karena bu Intan sudah sangat baik terhadapnya selama dia ada disini.


"Baik tante saya mau, sebelum saya pulang saya mau melihat Abian dulu, kangen juga sama dia" akhirnya mbak Eva mau nginap di rumah Cessie sebelum pulang.


Setelah mereka semua melihat kondisi Cessie akhirnya Sinta pamit pulang karena harus masuk kerja walaupun sudah siang tak masalah karena Sinta juga sudah ijin.

__ADS_1


"Om, tante dan semuanya karena kondisi mbak Cessie sudah membaik jadi saya harus pamit karena harus masuk kerja" Sinta mengalikan pandangannya ke Cessie sembari berkata" mbak jaga kesehatan ya nanti kalau mbak sudah pulang Sinta datang melihat Abian tapi sekarang mbak fokus kesehatan mbak dulu ya"


"Makasih, ya Sin. Kamu hati-hati kalau pulang dan kamu tidak perlu masuk kerja hari ini besok saja nanti aku hubungi manajer Andre"


"Iya Nak Cessie benar kamu tidak perlu kerja karena kamu sudah disini dari semalam jadi kamu juga harus istirahat nanti kamu sakit lihat mata pandamu kelihatan sekali."


"Baik mbak, tante. Makasih saya parmisi dulu" Sinta membalikan badan dan ingin berlalu pergi namun dokter Julio menanggilnya.


"Sinta...kamu tidak perlu pesan taksi...saya sudah pesan untukmu jadi taksi sudah menunggu di depan loby pergilah dan hati-hati."Sinta sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang sebaik keluarga Cessie.


Setelah Sinta mengucapkan terimah kasih kepada dokter Julio, Sinta berlalu pergi sandangkan yang lain masih tinggal di ruangan, kedua orang tua dokter Julio pamit pulang karena mereka juga sudah dari semalam. Sekarang tinggal pak Arya, bu Intan dan mbak Eva tidak hitung dokter Julio dengan Cessie.


"Tapi nak....."


"Bu kalau nanti pas Cessie sembuh terus mau pulang tapi giliran ibu yang sakit bagaimana? memang ibu tidak mau melihat cucu ibu dirumah." karena desakan Cessie dan dokter Julio akhirnya pak Arya, bu Intan danmbak Eva pulang ke rumah.

__ADS_1


Karena memang benar bu Intan jarang istirahat selama Cessie di rumah sakit, oh, ya Aris dan Faya setelah mereka masuk kedalam ruangan tidak lama kemudian ada telpon dari sekretaris Aris, kalau ada masalah di perusahaan jadi pak Arya menyuruh Aris dan Faya ke kantor. Makanya dari tadi mereka tidak kelihatan.


Setelah mbak Eva dan kedua orang tua Cessie pergi, sekarang tinggal Cessie dan dokter Julio didalam ruangan, dokter Julio mendekati ranjang Cessie sambil tersenyum.


"Sayang sekarang kamu makan siang dulu, kamu mau makan makanan rumah sakit atau makan makanan dari luar, tapi kalau makanan dari luar jagan yang pedas ya" tanya dokter Julio sambil mengelus rambut Cessie.


"Makanan rumah sakit aja mas..tidak perlu repot-repot keluar beli. Lagian makanan rumah sakit juga enak kok"


Setelah makanan datang dokter Julio dengan singap menyuapi Cessie dengan penuh kasih sayang, dokter Julio pria idaman banget pantas saja dokter Linda sampai kejar-kejar dokter Julio begitu.


"Karena sudah selesai makan kamu tidur ya sayang, nanti suster temani kamu dulu mas mau pergi cek pasien yang lain," Cessie tidak banyak berbicara ia hanya menurut saja dan kembali tertidur setelah minum obat yang diberikan dokter Julio, ada seorang suster yang disuruh dokter Julio untuk menjaga Cessie.


Dokter Julio keluar dari ruangan dan menuju ke ruangan lain yang akan di periksa, ternyata pasien itu baru selesai operasi sesar, baru dua hari di rumah sakit, sehingga dokter Julio harus cek rutin, kalau bukan dokter Julio, di ganti dokter Andika atau dokter Beatrix


Setelah selesai cek dokter Julio kembali ke ruangannya karena mau mengecek data pasien yang di tanganinya. Lagian dokter Julio tidak kuatir akan kondisi Cessie karena ada suster yang menjaga disana. Jadi dokter Julio lebih fokus untuk mengurus pasien lainnya.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain Sinta sudah sampai di kontrakannya karena sesuai dengan perkataan Cessie, kalau Sinta tidak perlu ke restoran karena sudah minta ijin sama manajer Andre.


Sinta turun dari mobil dan berjalan melalui lorong pergi ke kontrakannya karena mata Sinta juga sudah kantuk berat, jadi pengen tidur di atas ranjang empuk Sinta hanya membayangkan saja sudah semakin membuat matanya mau tertutup rapat, namu Sinta masih tahan karena harus mandi dulu soalnya baru pulang dari rumah sakit jadi siapa tahu bawah virus.


__ADS_2