
Di tempat lain di kontrakan ketiga orang gadis cantik lagi antusias bersiap untuk pergi ke mall sesuai dengan janji Bella yang akan mengajak kedua temannya jalan-jalan ke mall. Kalau ini Bella yang mentraktir Melli dan Sinta jadi Melli dan Sinta sangat senang karena selama ini mereka jarang jalan-jalan ke mall, padahal biasanya anak seusia mereka itu pikirannya hanya senang-senang bukan mikirin kerja untuk kebutuhan sendiri tapi mereka bertiga harus belajar mandiri agar mereka bisa tahan hidup dengan hasil gaji dari kerja mereka.
Bella dan Melli lagi siap-siap begitu juga dengan Sinta yang sudah selesai mandi dan sudah duduk santai di atas kasurnya karena tidak ada meja rias jadi ya terpaksa duduk diatas kasur baru make up.
"Hummm sudah sekian lama aku tidak jalan-jalan ke mall semenjak ayah meninggal dan kami bangkrut, disitulah ibu mulai serakah dan semua berantakan jangankan ke mall hanya sekedar kumpul dengan teman-teman saja gak perna. untung setelah aku kerja disini baru punya teman yang baik walaupun awal kenalan penuh dengan cobaan tapi sekarang aku bersyukur memiliki mereka aku harus cari bagaimana caranya agar bisa membantu Bella mencari pamannya kasian juga dia." gumam Sinta dalam hati
Setelah selesai Sinta make up ia memili baju yang menurutnya cocok untuk di pake jalan. Setelah dapat yang pas Sinta langsung ganti baju dan keluar dari kamarnya tapi Bella dan Melli belum nampak.
"Aduh kedua anak ini pasti mereka masih sibuk dengan dandan sebenarnya setebal apa sih make up mereka sampai berjam-bajam, aku aja menurutku make up hanya sekedar saja lama apalagi mereka berdua, lebih baik aku datangi satu-satu aja deh supaya mereka mempercepat make upnya"
Sinta melangkah menuju ke kamar Melli terlebih dulu nanti rencana setelah dari Melli baru ke Bella sebenarnya teriak saja sudah dengar hanya saja takut menggagu yang lain.
"Mell kamu sudah selesai belum sih make upnya jangan lama-lama" ujar Sinta setelah sampai di depan pintu kamar Melli.
"Aku sudah selesai kok Sin ini mau keluar lagian aku juga gak suka make up tebal simpel saja yuk panggil Bella sepertinya Bella juga sudah selesai deh, nah tuh dia belum di panggil saja sudah nonggol" ujar Melli saat melihat Bella sudah muncul di depan pintu.
Bella sangat antusias mau jalan-jalan untung mereka dapat hari libur jadi mereka pergi refresing kalau gak masih stand by di restoran.
__ADS_1
"Yuk kita berangkat aku sudah pesan taksi jadi takutnya keburu datang kita masih jalan loh kedepan jangan sampai taksi yang nungguin kita tidak baik, kalau masih singel dan ganteng sih gak masalah atuh...siapa tahu bisa dijadikan pendamping" ujar Bella sedangkan kedua temannya hanya mengelengkan kepalanya.
Mereka bertiga berjalan kedepan ternyata benar saat mereka sampai ternyata taksinya sudah sampai dan menunggu didepan.
"Mbak Bella ya"? Tanya pak sopir.
"Iya mas" jawab Bella.
Mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil dan pak sopir menjalankan mobilnya mereka berlalu pergi memecahkan kemacetan jalan raya.
"Mas ternyata sudah jam segini juga masih macet ya padahal sudah siang juga" tanya Sinta.
"Mungkin terjadi sesuatu didepan kali sehingga menyebabkan kemacetat terjadi" uja Melli.
"Bisa jadi mbak" ujar sopir taksi dan ternyata benar terjadi kecelakaan di depan yang menyebabkan kondisi jalanan jadi macet. Namun setelah di evakuasi jalanan kembali normal dan perjalanan mereka kembali lancar tak selang lama akhirnya mereka sampai di mall ketiga anak gadis itu turun dengan senang hati mereka gegas masuk kedalam mall.
"Kalian tahu gak bestie sudah sekian lama aku gak injak kaki di mall dan baru hari ini aku ke mall lagi itu pun karena dapat traktir dari Bella , ya maklum lah Bell sekarang aku sudah daftar kulia jadi kalau bukan aku yang biaya siapa lagi" ujar Sinta.
__ADS_1
"Huss dilarang bicara kita datang kesini untuk bersenang-senang bukan untuk menumpahkan air mata disini memangnya waktu di kontrakan belum cukup kamu menangis. Kamu memiliki berapa banyak liter air mata sehingga agak ada habisnya soalnya aku perhatikan kamu menangis seharian juga air mata kamu gak habis, cobak ada ajang perlombaan bagi orang yang suka menangis kamu lah yang pertama aku daftarkan pasti kamu menang" ujar Bella membuat Melli tertawa sedangkan Sinta justru cemberut.
"Hahaha benar sekali Bell kali ini aku dipihakmu, heran aku entah apa yang dia pikirkan Nangis saja kerjanya, jujurlah dulu kenapa semalam kamu menangis apakah kamu punya masalah? Kalau ia harusnya kamu tidak nutupin dari kami kita ini teman harus saling membantu" ujar Melli.
"Makasih ya kalian berdua teman ku yang paling terbaik hanya saja semalam entah kenapa tiba-tiba aku merindukan ayahku dan bahkan dia datang dalam mimpihku, dan berkata kalau aku harus kuat dan sabar menghadapi segala cobaan hidup ini ayahku juga bilang aku anak gadis yang kuat dan suatu saat nanti aku sangat bahagia setelah aku menemukan pasangan"
Memang semalam Sinta mimpi ayahnya, dalam mimpi Sinta ayahnya berpesan agar Sinta harus jaga diri dan jadi anak yang baik dan ayahnya juga menitipkan pesan kepada Sinta untuk menyampaikan kata maaf atas nama Surya dan ibunya ke Cessie dan keluarga.
Itu yang membuat Sinta sangat sedih karena dari dulu sebelum ayahnya meninggal sangat menyayanginya, jadi setelah ayahnya meninggal mulai dari situ Sinta mulai belajar mandiri sampai sekarang.
"Oh jadi karena itu kamu menangis maafkan kami ya Sin, tadi kami hanya bercanda karena kami tidak tahu kejadiannya kamu tenang saja jami selalu menjadi teman kamu kok jadi kamu tidak sendiri semoga mimpi yang disampaikan oleh ayah kamu soal jodoh kamu itu benar ya Sin" ujar Bella dan Melli.
"Amin...makasih ya Mell, Bell kalian berdua teman terbaikku."
Mereka bertiga berpelukan akhirnya merak masuk kedalam mall.
"Eh...Mell, Sin bagaimana kalau kita makan dulu setelah itu baru kita belanja terus kita nonton mau gak kalian berdua"? Tanya Bella semangat sedangkan kedua anak gadis itu justru saling pandang.
__ADS_1
"Bell....memangnya tadi kamu belum makan kok baru saja sampai langsung makan sedangkan kita saja belum kemana-mana"
"Aku tadi makan dong tapi aku pikir kalian berdua lapar makanya aku ajak kalian untuk makan dulu, tapi kalau kalian masih kenyang yuk kita cari baju kita beli baju kapelan tenang saja kalian tidak perlu takut aku yang traktir nanti setelah selesai baru kita makan dan nonton."