
Hmmm akhirnya Nadia muncul lagi, setelah hari itu pas Nadia datang kerumah orang tuanya tapi karena pak Yanto dan bu Sari pergi berlibur keluar kota.
Nadia jadi binggung apa yang harus ia lakukan sudah lama menunggu tapi tidak ada kabar dari orang tuannya, bahkan Nadia berusaha menghubungi nomor telpon pak Yanto dan bu Sari tapi sama sekali tidak masuk membuat Nadia agak putus asa, karena sekarang Nadia sudah sakit-sakitan kira-kira apa yang harus Nadia lakukan agar Nadia bisa kembali di terimah di keluarganya Nadia rencana ia akan kembali mengecek ke rumah orang tuanya.
Karena hanya orang tuanya lah yang harapan terakhir Nadia jadi siapa lagi yang Nadia meminta tolong kalau bukan kembali ke orang Tuannya. Apapun resikonya Nadia sudah siap tapi Nadia masih berharap agar orang tuanya bisa kembali menerimanya.
Padahal Nadia tidak tahu kalau ternyata orang tuanya sudah kembali dari acara liburnya rencana pak Yanto satu bulan mereka menenangkan diri dulu diluar kota, tapi bu Sari justru tidak mau karena bu Sari pengen cepat menjual rumah lamanya itu karena tidak ingin melihat Nadia lagi jadi pak Yanto putuskan hanya satu minggu mereka berlibur.
"Bu sebenarnya papa pengen kita lama disini untuk menenangkan hati ini karena jujur sampai sekarang papa masih belum bisa menerima apa yang sudah terjadi pada kita karena ulah anak itu. Jadi kita disini saja dulu tenangkan diri dan pikiran kita tanpa gangguan."
"Pah...ibu sudah gak mau ketemu lagi dengan anak itu jadi lebih baik kita pulang saja dulu biar kita proses penjualan rumah nanti kalau sudah laku dan kita sudah pindah rumah barulah kita berlibur lagi dengan tenang, karena anak itu tidak tahu lagi kita pindah kemana. Jadi lebih baik kita pulang saja dulu karena sudah satu minggu juga disini pah."
Awalnya pak Yanto masih mencernah setiap kata-kata yang keluar dari mulut bu Sari dan memang ada benarnya juga apalagi anak itu sudah berani datang itu artinya ia tidak akan berhenti sampai disitu karena pak Yanto yakin Nadia pasti datang lagi.
__ADS_1
"Tapi bu, apakah ibu sudah yakin untuk membeli rumah baru dan menjual rumah lama yang penuh dengan kenangan kita itu bu, papa kok merasa tidak iklas dengan menjual rumah itu bu"
"Makanya kita pulang saja dulu pah biar kita pikirkan lagi apakah kita jual rumahnya atau kita kontrakan saja, karena ibu sudah tidak mau anak kurang aja itu datang menganggu kita"
"Baik lah kalau memang itu mau ibu papa setujuh kalau begitu bersiaplah untuk kita pulang hari ini juga jam dua papa boking tiket kita."
Akhirnya hari itu juga pak Yanto, istri dan asisten rumah tangganya pulang ke kediaman mereka, sekarang sudah dua hari mereka pulang tapi belum ada tanda-tanda Nadia kembali datang.
Namun tepat hari ini Nadia berinisiatif untuk kembali ke cek kerumah orang tuannya apakah ayah dan ibunya sudah pulang atau belum, kali ini Nadia inisiatif untuk nginap di rumah orang tuanya karena entah kenapa Nadia yakin sekali kalau orang Tuanya sudah pulang dari liburan.
"Terus apa yang harus aku pake ya sebenarnya banyak sih dress cantik-cantik punya anak ibu kontrakan tapi oga ah masa aku pake bekas punya orang sih. Tapi tidak mungkin juga aku pake yang ini lagi, ya sudah deh dari pada gak pake apa-apa gapapa aku pakek saja dress ini nanti setelah itu aku cuci dan kembalikan ke lemarinya."
"Humm aku mandi dulu deh setelah ini aku harus kembali ke salon lagi untung aku sudah punya hp jadi aku bisa pesan grap online, tapi pakek nama nana jadi mereka tidak kenal kalau gak aku harus menunggu lama lagi baru bisa dapat taksi."
__ADS_1
Setelah Nadia pikir panjang lebar akhirnya ia gegas kekamar mandi untuk mandi belum juga menyiram tubuhnya dengan air Nadia sudah kedinginan.
"Aduh gimana sih..belum mandi juga sudah kedinginan gak mungkin dong aku datang kesana gak mandi nanti bau bagaimana? Biarlah siram badan sedikit saja asal bisa mandi bersihkan kerigat di tubuh ini."
Nadia melakukan aktifitasnya didalam kamar mandi karena Nadia kedinginan jadi dia tidak mau lama-lama di kamar mandi, hampir lima belas menik akhirnya Nadia keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang gemetaran. Kayak mengigil, Nadia tidak langsung ganti pakian dia segerah naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya sekalian menutupi tubuhnya dengan selimut agar dirinya tidak kedinginan.
Setelah bungkus badan tidak lama kemudian agak sedikit berkurang kedinginannya. Nadia keluar dari selimutnya dan menganti pakian, setelah selesai ia melihat jam ternyata sudah pukul sembilan ia gegas keluar karena Nadia tidak mau tempat tinggalnya di ketahui oleh banyak orang.
Nadia menghindari takutnya ada yang mengetahui jika dia adalah seorang buronan dan melaporkan dia nanti kepolisi gampang sekali tempatnya di ketahui jadi Nadia seperti biasa dia pesan grap tapi patokan di jalan raya jadi Nadia harus jalam kedepan lagi.
Setelah Nadia merasa sudah cukup ia gegas pergi ke depan karena Nadia sudah pesan grap jadi takutnya grap sudah sampai tapi Nadia belum sampai. Akhirnya Nadia pergi dan ternyata bersamaa grap juga sudah sampai jadi Nadia langsung masuk kedalam taksi dan berlalu pergi.
"Semoga saja pak sopir ini tidak mengenaliku takutnya ia tiba-tiba bertanya lagi bilang kalau aku seorang buronan bisa bahaya, lebih baik aku main hp aja deh supaya pak sopir tidak memperhatikan wajahku, kalau aku menunduk seoalah-olah aku sibuk dengan hp padahal hanya menghindari pertanyaan dari pak sopir "
__ADS_1
Nadia sibuk dengan hpnya dia melihat-lihat foto-foto yang sudah Nadia ambil dan menjadikan koleksi dalam hp.
"Kalau aku perhatikan ternyata aku ini memang cantik juga pantas saja dulu mas Iksan sangat mencintaiku dan menyayangiku karena memang aku sangat cantik dan seksi, tapi kenapa mas Iksan sangat jahat begini ya sama aku padahal aku lakukan semua itu demi kakak Ady, aku ingin kakak Ady mendapatkan keadilan namun ternyata tidak ada seorang pun yang membelahku justru aku mala di salahin dan di jauh oleh banyak orang termasuk orang tua dan suami aku."