
Bukannya marah karena di omelin sama melli, justru Sinta mala cengegesan. Tapi benar juga kata Melli kenapa gak bilang dari tadi biar gak usa datang. Kan bisa besok ketemunya.
"Haahha....maaf Mell aku lupa lihat jam karena tadi capek banget jadi gak sempat, tiba giliran sampai disini baru aku sadar kalau ternyata ini sudah jam setegah sebelas malam"
"Astaga Sin kamu ini...sebenarnya mikirin apa sih sampai gak fokus begini? tadi waktu direstoran kamu juga gak fokus, kamu mala melamun saja. Sin aku teman kamu, begitu juga kamu teman aku, selama ini semua kehidupan keluargaku sudah aku ceritakan sama kamu.
Gak ada sedikitpun yang aku tututpi. Karena aku percaya sama kamu, jadi bisa gak kamu berbagi kisahmu. Tapi aku gak maksa itu terserah kamu saja.
"Hummm iya maaf yan Mell, kalau aku selama ini gak perna jujur sama kamu, soal keluargaku karena aku takut kamu menjauhiku. Tapi omong-omong kita pulang dulu yuk nanti ceritanya dikamar saja."
Akhirnya mereka pulang sambil ngobrol.
"Sin, berteman yang baik dan yang sehat itu adalah teman yang mau menerima kekurangan kita dan juga mau menjaga aib teman, jujur cuman sama kamu saja aku ceritakan kisahku, tapi sama Bella gak pernah. Padahal bisa dibilang kami berdua sudah lama berteman, kalau sama kamu baru satu bulan tapi aku sangat percaya sama kamu, aku yakin kamu teman yang baik buat aku. Dan kamu tidak pernah menghianati teman kamu."
"Iya aku tahu Mell, nanti aku ceritain semua kisahku padamu, tapi aku mau kasih tahu kamu sesuatu, tapi tolong jangan ceritain ini ke siapapun apa lagi teman pelayan kita yang di restoran."
"Iya percaya sama aku, Sin aku gak akan cerita kesiapapun termasuk Bella, ada apa Sin cerita lah"
" kalian perna bertanya kan apa hubungan aku dengan pemilik restoran itu, tapi sampai sekarang aku belum beritahu siapapun tentang hubungan kami"
"Iya betul Sin aku aja sampai sekarang masih penasaran, apa hubungan kamu sama bos besar itu"
"Sebenarnya mbak Cessie itu mantan kak iparku Mell"
"Apa.....mantan kak ipar.." pekik Melli.
"Hussss jangan teriak ini sudah malam nanti bagun semua penghuni kontrakan kirain kamu di perkosan haaha"
Pukkkk....." aku serius mala kamu bercanda markona, tunggu dulu Sin....kamu benaran serius Sin...bos Cessie mantan kak ipar. Kok bisa mantan kak ipar, memangnya mas kamu ceraikan bos Cessie gitu."
"Bukan mas aku yang ceraikan mbak Cessie, tapi mbak Cessie lah yang menceraikan mas aku. Tapi bukan salah mbak Cessie kok, itu asli kesalahan mas aku."
"Terus....." tanya Melli penasaran.
__ADS_1
"Mel kamu gak lihat mataku sudah berapa wat...kembali gih ke kamar kamu besok aja baru lanjut, ingat besok kerja."
Ternyata Sinta dan Melli cerita sampai jalan pulang, mereka langsung masuk ke kamar Sinta sambil cerita disana.
"Ah bodoh amat aku mau tidur disini aja."
Bukannya pulang ke kamarnya Melli justru tidur sambil peluk bantal guling disamping Sinta sudah menutup mata, ia gak peduli dengan Sinta yang masi ngomel-ngomel kayak ibu yang lagi ngomelin anaknya.
"Astaga anak ini disuruh kembali ke kamarnya mala tidur enak lagi disini."
Sinta ikut merebakan tubuhnya didekat samping Melli akhirnya mereka berdua tertidur pulas
******
Keesokan harinya Melli bagun duluan. Ia pikir ada tidur di kamarnya astaga kenapa Melli jadi amnesia begini sih.
"Loh kok aku tidur dikamar Sinta, astaga...jadi semalam aku ketiduran disini, tapi enak juga kasur sinta empuk bangat gak kayak punyaku. Ini juga pake matras."
Tempat tidur itukan punya Nadia yang beli jadi mahal dan bagus tempat tidurnya.
"Sin...bangun woy....nih sudah jam sembilan"
Dasar Melli teman gak punya ahklak, mentang-mentang bangun duluan jadi mala kerjain teman. Melli menguncang tubuh Sinta berulang kali baru Sinta bukan mata.
"Mell kamu kenapa sih aku masih ngantuk tahu ini juga masih jam enam paling"
"Woy....markona bangun lihat tuh jamnya sudah jam sembilan kamu mau diomelin sama bos karena terlambat padahal tinggal didekat tempat karja."
"Ha...masa sih Mell aduh...kenapa kamu gak bagunin aku dari tadi."
Ngomel Sinta membuat Melli ngakak. Ternyata kerjain Sinta seru juga pikir Melli..
"Makanya cepat bangun, mandi dan kita berangkat."
__ADS_1
Sinta langsung bangun dan hendak kekamar mandi karena ia panik jadi gak perhatikan penampilan Melli, namun sebelum masuk kedalam kamar mandi ia menoleh dan menatap Melli.
"He....dasar kamu bambang..berani sekali kerjain aku, kamu aja belum mandi sebenarnya jam berapa Mell."
"Haahha...maaf Sin..baru jam setegah delapan, aku hanya kerjain kamu aja biar cepat bangun lagian memang waktunya siap-siap."
"Iya juga sih..yaudah kalau begitu sana gih mandi..biar nantk kita sarapan disana aja."
Melli gegas pergi untuk mandi dan siap-siap untuk berangkat ke tempat kerja.
Setelah Sinta selesai mandi ia gegas keluar dari kamar mandi dan menganti pakiannya, dan mengolesi sedikit make up ke wajah cantiknya biar gak terlihat pucat.
Setelah semuanya siap, Sinta memanggil Melli untuk berangkat kerja, tiba-tiba Bella keluar.
"Hey Sinta mau berangkat kerja, bareng aja yuk aku juga sudah siap nih"
"Tunggu dulu Bell, Melli belum selesai biar kita bareng aja." ujar Sinta gak mau pergi karena Melli belum keluar lagian selama ini ia gak talalu dekat dengan Bella.
"Aduh Sin kalau nungguin Melli itu lama, dia orangnya lelet makanya aku malas numgguin dia, aku selalu pergi ninggalin dia"
Sinta menaikan kedua alisnya heran dengan sifat Bella, yang ternyata gak sebaik yang ia pikirkan, ternyata sih Bella suka , menjelekan teman, untung juga Sinta gak sedekat itu sama dia.
"Gapapa Bell! kalau kamu mau duluan gapapa, duluan aja aku mau tingguin Melli, lagian ini juga baru jam delapan. Buru-buru amat."
"Sin aku kasih tahu kamu ya, jangan mau berteman sama Melli karena kehidupan keluarganya berantakan, makanya selama ini aku berteman dengan dia karena terpaksa dari pada gak punya teman."
Ternyata seperti ini sifat asli dari seorang Bella, beruntung aku gak perna dekat dengannya. Kasian Melli dapat teman bobrok seperti manusia ruba ini.
"Kamu tahu dari mana Bell"
"Aku dengar sih dari orang juga"
"Bell..dengar ya, jika memang kamu gak suka berteman dengan Melli gapapa, karena teman yang baik itu adalah teman, yang mau meneriman kekurangan sesama temannya. dan teman yang baik itu adalah teman yang tidak suka menjelekan teman yang lain."
__ADS_1
*****
Mampir ya kak. (Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda) Up Terus loh.....