
Cessie selesai mengirim video dan rekaman yang di ambil diam-diam oleh bu Intan, sedangkan mbak Eva tak sabar membuka video itu dan mendengarkannya.
Mbak Eva gak habis pikir dengan kelakuan adiknya itu berani-beraninya berkata begitu, mbak Eva yang mendegar aja sakit hati apalagi Cessie yang jelas-jelas adalah ibu dari anak itu.
Mbak Eva tercengang mendegar setiap perkatasn Surya, yang mengatakan kalau Cessie itu mandul dan dia juga gak ingin punya anak dari Cessie karena jijik, mbak Eva geram sendiri, ia menatap Cessie dengan tatapan memohon maaf.
Baru juga mbak Eva mau bicara datang makanan, akhirnya mereka makan bersama, mbak Eva juga belum sempat nanya tentang restoran ini. Tunggu aja selesai makan dulu pikirnya. Selang lima belas menit mereka selesai makan mbak Eva gak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya.
"Cess kamu belum jawabkan pertanyaan mbak tadi ini restoran siapa? Punya kamu ya tadi selain Sinta yang panggil kamu bos laki-laki tadi juga yang sangat hormat sama kamu, ternyata kamu begitu kaya raya ya Cess"?
"Ini restoran aku mbak, sudah lama restoran ini, sebelum aku menikah dengan mas Surya bisa dibilang aku sudah memiliki segaalanya, tapi karena awalnya mama gak setujuh hubungan aku dengan mas Surya akhirnya aku menyembunyikan identitasku, aku mau mencobak apakah mama dan yang lain mau gak menerima kondisiku."
"Namun sayangnya mama gak pernah menerimaku bahkan hanya awal menikah aja mas Surya perhatian sama aku dan memberikan nafkah, tapi setelah itu, gak perna lagi."
"Dan sebenarnya aku mau ceritakan semua ke mas Surya pas aku tahu lagi hamil biar mas Surya yang kelola semua bisnisku tapi saya sebelum aku ungkapkan semua, kedok mas Surya terbongkar, mungkin ini semua sudah di rencanakan oleh Tuhan"
"Hmm Nasib Surya memang samgat sial pas ketemu dengan perempuan ular, itu lagian semua terjadi karena desakan mama dan Surya juga yang tergodah."
Sinta hanya menyaksikan obralan mereka dari jauh, ia gak berani mendekat karena dia itu kerja bukan main-main, dia sibuk melayani setiap tamu yang datang ke restoran.
"Cess maafin mbak ya, kalau soal anak yang kamu kandung terserah kamu, itu hakmu mbak gak bisa berbuat apa-apa toh juga Surya sudah gak mengakuinya jadi itu anak kamu rawatlah dengan baik"
__ADS_1
"Oh ya kamu sudah tahu belum kalau Nadia kabur dari rumah sakit" tanya mbak Eva, Cessie hanya senyum kecil aja.
"Aku tahu kok mbak, tapi aku penasaran kok bisa dia kabur mbak bukannya Sinta yang menjaganya"? Cessie pura-pura bertanya padahal ia sudah mengetahui semuanya.
"Mbak dengan Sinta pulang dan gak mau menjaganya Cess, karena kita baru tahu kalau ternyata, sih perempuan itu mendekati Surya bukan karena cinta melainkan ia hanya mau menghancurkan hidup Surya, karena balas dendam di masa lalu papa yang menabrak orang dan gak bertanggung jawab, ternyata orang itu kak kandungnya Nadia jadi Nadia itu mendekati Surya hanya ingin balas dendam."
"Ya ampun mbak kok bisa, pantas aja dia yang merayu mas Surya juga untuk korupsi ternyata ia punya tujuan, tapi itu juga salah mas Surya sih mbak yang gak cari tahu dulu"
"Iya Cess terus yang membuat mbak kanget itu atas pengakuannya kalau ternyata dia juga sudah menikah dan punya anak, dari suami pertamanya, jadi dia gak sedih karena biarpun dia sudah gak bisa hamil tapi sudah punya anak dari suami yang lain."
Mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur terjadi, jadi gak mungkin kembali seperti dulu lagi, baik Nadia maupun Surya sudah mendapatkan hukuman, walaupun mereka sampai sekarang belum juga sadar dan merasa menyesal.
Setelah pertemuan mbak Eva dengan Cessie akhirnya mereka kembali ke tujuan masing-masing Cessie janji akan kasih hadia untuk Zila dan mbam Eva, jika mereka pulang.
"Bos, sudah lama gak datang kesini" ujar menejer apertement.
"Iya nih joh, sibuk banget soalnya jadi hari ini baru sempat datang kesini lagi, gimana semua amankan? Saya mau kedalam dulu ada yang mau saya cek " ujar Cessie
"Semua Aman bos, eh...silakan bos, kalau ada yang bos butuhkan tinggal panggil aja bos."
"Ok baik jo"
__ADS_1
Cessie bergegas masuk kedalam lift dan naik ke kamar yang biasa ia pakai untuk nginap.
Setelah satu jam lamanya Cessie di kamar, ia keluar dan bergegas kembali langsung ke rumah, ia gak kembali lagi ke kantor karena badannya terasa pengal.
Cessie membawah mobilnya menuju kerumah karena selama Cessie kembali kerumahnya pak Arya dan bu Intan juga ikut tinggil disana, hanya sekali-sekali aja pak Arya pulang ke rumahnya untuk mengecek kondisi rumah.
Namun sebelum Cessie pulang ia rencana singah dulu ke minimarket untuk belanja keperluan di rumah, karena bibik belum belaja jadi Cessie pikir biar ia aja yang belanja kebetulan sudah diluar juga jadi sekalian aja pikirnya.
Cessie membelokan mobilnya ke parkiran dan segerah keluar dari dalam mobil, ia langsung bergegas nasuk kedalam dan milih bahan makanan yang akan di simpang ke kulkas, sekarang semua bahan sudah dikeranjang tinggal nuget yang belum, lantas Cessie melihat tinggal satu bungkus lagi jadi ia segera menjulurkan tangannya untuk mengambil nuget itu. Namun tangannya kalah cepat jadi sudah terlanjur diambil oleh seorang wanita yang cantik yang melempar senyumnya ke Cessie.
"Eh mbak mau nugetnya kalau mau gapapa ambil aja, aku nanti bisa cari di tempat lain kasian mbaknya yang lagi hamil" ujar perempuan tersebut tapi, Cessie menyipitkan matanya sepertinya gak asing tapi siapa ya.
Wajahnya juga mirip banget dengan seseorang tapi Cessie agak lupa mirip dengan siapa. "Mbak, mau gak nugetnya saya gapapa, nanti bisa beli di tempat lain"
Perempuan itu menbuyerkan lamunan Cessie sehingga ia terperajak, karena pundaknya ditepuk oleh perempuan itu.
"Eh...gapapa mbak itu buat mbak aja saya nanti bisa beli" ujar Cessie sopan dan mengulas senyum manis untuk perempuan itu. Tapi Cessie masih memikirkan perempuan itu mirip seseorang tapi siapa ia belum bisa ingat sama sekali.
Cessie menuju kekasir dan membayar semuanya belanjanya, setelah selesai ia keluar dari minimarket dan masuk kedalam mobil, dan memacuhkan mobilnya ke rumah.
******
__ADS_1
Sedangkan mbak Eva setelah dari restoran ia langsung menuju ke kantor polisi, dan ingin ketemu dengan Surya, tujuan mbak Eva adalah, ia mau bertanya soal video dan rekaman itu. Padahal mbak Eva sudah gak pengen ketemu dengan Surya lagi tapi kali ini mbak Eva terpaksa mendatsngi Surya.
Mbak Eva rencana nenceritakan semua yang di sampaikan oleh Nadia yang katanya, Nadia gak pernah mencintainya namun Nadis sengaja lakukan itu agar Nadia bisa menuntaskan balas dendam, dan juga soal kehamilan Cessie, biar Surya berpikir agar gak semena-mena mengeluarkan kata-kata yang gak pantas untuk di dengar apalagi kata dan hinaan itu dilontarkan untuk anak sendiri.