
Surya mendengar setiap ucapan dan nasehat dari teman tahu kamar itu, tapi Surya gak mencerna dengan baik dari makna yang di sampaikan oleh temannya, padahal maksud temannya itu, agar Surya berubah dan gak berbuat kesalahan lagi pas keluar dari penjara melainkan Surya bertoubat. Agar tak selalu menyalahkan orang lain atas apa yang menimpahnya.
Semoga Surya bisa mendengar setiap nasihat yang sudah di sampaikan oleh temannya, dan mengambil hikma dari semua yang terjadi dalam dirinya. Agar Surya jangan nyalahin orang lain. Namun bisa jadi Surya jadikan itu angin lalu aja, dan mengabaikan nasehat temannya itu.
Terserah kamu deh, Surya kalau belum bertoubat tunggu aja karma selanjutnya.
Surya menoleh dan memandang temannya itu, sembari berkata," makasih ya bro, semoga kita bisa ketemu lagi setelah kita keluar dari sini, memang dari cerita kamu, saya tahu kamu salah tapi semoga tuntutan kamu diringankan hukuman kamu agar kqmu bisa bebas, karena kamu lakukan itu demi orang tua kamu yang kamu gak terimah diperlakukan seperti itu."ujar Surya senyum sedangkan temannya hanya membalas dengan senyum juga, gak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulutnya.
Karena sekarang sudah malam dan banyak tahanan yang sudah istirahat, akhirnya mereka berdua ikut baringkan tubuh mereka dilantai beralaskan kasur yang sangat tipis. Tapi itu juga sudah membuat mereka bersyukur dari pada tidur tampa alas pikirnya.
Tak lama teman Surya langsung terlelap, namun berbedah dengan Surya yang masih terjaga, sudah sedari tadi Surya berusaha memajamkan mata tapi parcuma gak bisa tidur, sekarang sudah pukul dua dini hari barulah Surya bisa memajamkan matanya, ia gak tahu kenapa hatinya sangat gelisa.
******
Malam berganti pagi baru jam tujuh pagi, seorang perempuan cantik bersama dengan anak dan suaminya baru sampai di ibu kota, karena kali ini mbak Eva gak datang sendiri Mbak Eva datang bersama dengan Anak dan suaminya mas Bram. Sudah lama juga mas Bram gak datang melihat mertuanya, dan kebetulan mas Bram cuti jadi biar sekalian ikut.
Mbak Eva dan sang suami beserta anaknya Zila, sekarang mereka istirahat sejenak sebelum mereka berangkat ke kantor polisi. Mereka rencana langsung ke kantor polisi pagi ini unuk menjenguk sang adik yang katanya di tahan di kantor polisi, walaupun belum mengetahui kasusnya apa.
"Yuk Mas kita langsung ke kantor polisi aja nanti setelah dari kantor polisi kita langsung ke rumah sakit ya mas."
"Yaudah gapapa Zila sama mas aja karena Zila masih kecil jadi belum bisa masuk, jadi bagaimana kalau kamu aja sayang yang masuk, biar mas aja yang jagain Zila diluar aja"
__ADS_1
Namun sebelum mereka berangkat ke kantor polisi, mereka mampir untuk sekedar mengisi perut dulu karena mereka juga sudah lapar, tak lupa juga mbak Eva belikan makanan untuk Surya di tahan dan Sinta di rumah sakit, sedangkan bu Ayu ada di kontrakan, namun mbak Eva melupakan mamanya sendiri.
"Mas kita mampir makan dulu sekalian beli makanan untuk Surya di kantor polisi dan Sinta di rumah sakit, setelah itu kita mampir ke toko untuk beli kue."
"Ok Sayang kalau begitu kita cari makan aja dulu, mas juga sudah lapar, mungkin Zila juga sudah lapar nih"?
Sial banget bu Ayu anak kandung sendiri bisa di lupain, masa anaknya datang tapi gak diberikan apa-apa.
Setelah mbak Eva bersama suami dan anaknya selesai makan mereka pesan makanan untuk di bawah dan juga mereka mampir ke toko kue dan beli kue untuk Surya dan Sinta.
Lagi-lagi bu Ayu dilupakan, memang mbak Eva sungguh terlalu ahaha...
Mas Bram juga paham kalau istrinya itu gak akan lama karena jangkah waktu yang diberikan oleh pengunjung tidak lah banyak, jadi palingan sebentar juga istrinya keluar pikirnya, sebenarnya mas Bram juga pengen jenguk Surya tapi sayangnya gak bisa, gak mungkin Zila di tinggal sendirian di mobil.
Mbak eva bergegas masuk kedalam kantor polisi dan pastinya mbak Eva harus melewati beberapa pemeriksaan seperti bawaan mbak Eva dan lainnya.
Sesudah di periksa akhirnya mbak Eva diijinkan bertemu dengan Surya. Surya yang lagi duduk termenung tiba-tiba seorang polisi datang dan memanggil Surya.
"Pak Surya ada kunjungan untuk Anda. Surya yang mendengar terkejut masih pagi begini siapa ya, yang datang menemui ku apa Sinta, atau mama? Ah gak mungkin mereka berdua, karena jam segini Sinta sudah pergi kerja, dan mama pasti jagain Nadia kalau gak mama ada di kontrakan.
Surya berperang dengan pikirannya, tapi ia hanya nurut saja, setelah pintu tahanan di buka Surya gegas keluar untuk menemui orang tersebut.
__ADS_1
Polisi menuntun Surya ke ruang tunggu pengunjung, seketika mata Surya membulat sempurna saat melihat siapa yang datang mengunjunginya sepagi ini, Surya benar-benar gak percay. Tapi memang itu kenyataan.
"Mbak Eva...."Seru Surya sedangkan mbak Eva yang lagi duduk termenung kaget suara Surya memanggilnya, mbak Eva langsung mendongak kepalanya dan melihat penampilan Surya yang sangat berantakan berbedah jauh dengan penampilan sebelumnya yang masih kerja di perusahaan.
"Surya..ini kamu, ya ampun kenapa penampilan kamu prihatin sekali sih," ujar mbak Eva yanv kanget melihat Surya berubah 180% .
Surya langsung duduk didepan mbak Eva sembari bertanya kapan mbak Eva datang dan kenapa sendirian.
"Mbak kapan datang, terus mbak datang dengan siapa mas Bram gak ikut sama Zila."
"Kami baru sampai langsung kesini rencana selepas dari sini mbak langsung ke rumah sakit, mbak datang sama mas Bram dan Zila, tapi karena Zila gak bisa masuk jadi terpaksa mereka tunggu di luar."
"Mbak tahu dari siapa kalau saya ada disni dan Nadia di rumah sakit"
"Kemarin Sinta telpon mbak suruh datang karena ia kerja jadi gak bisa jagain Nadia sedangkan mama gak bisa di andalkan. Kebetulan mas Bram juga cuti jadi sekalian aja kesini. Sekarang kamu jawab jujur sama mbak apa yang sudah kamu dan Nadia lakukan sehingga kamu bisa disini sedangkan Nadia di rumah sakit."
Surya terdiam, sebenarnya Surya takut sama mbak Eva karena kalau mbak Eva bicara to the point aja, mbak Eva mau langsung intinya aja biar cepat pergi dari kantor polisi pikirnya.
"Jadi begini mbak......."
Surya ceritakan semua tanpa menyembunyikan sedikitpun, biar Surya tahu pasti mbaknya ini akan marah besar tapi biar aja lagian sembunyikan sampai kapan juga pasti terbongkar.
__ADS_1