
Sinta ingin menjadi menantu yang baik buat kedua orang tua Iksan, karena sampai sekarang bu Ayu masih di rumah sakit jiwa dan bahkan lagi sakit-sakitan, Sinta dengan Iksan sering pergi jenguk bu Ayu dirumah sakit jiwa hanya saja selama Sinta menikah dengan Iksan tidak sekali pun Sinta datang menjenguk Surya, bukan hanya Sinta mbak Eva juga waktu datang hadiri acara nikahan Sinta tidak ada pergerakan hati untuk datang menjenguk adiknya itu, sekarang mbak Eva juga melahirkan tambah satu anak lagi jadi mbak Eva juga lagi sibuk mengurus keluarganya.
Iksan sangat bersyukur menikah dengan Sinta yang sangat menghargai keluarga Iksan dan sangat menyayangi Dira sebagai anak sambungnya dan sifat Sinta juga sangat baik mungkin Sinta belajar dari kejadian yang menimpah Cessie dan Surya.
"Iya sayang nanti mas pertimbangkan dulu ya tunggu Dira libur sekolah oh ya, sayang. Kita sudah lama menikah tapi kenapa kamu tidak perna mengajak mas untuk pergi jenguk Surya di lapas sayang? bukan hanya itu kamu juga tidak pernah pergi sama sekali" tanya Iksan
"Sinta tidak suka dengan sikap egois mas Surya, mas. Karena mas Surya pria yang sangat egois bukan hanya tidak tahu bertanggung jawab tapi tidak tahu diri dan hanya mengikuti egonya, dia merasa selalu benar, bahkan tidak segan mas Surya katanya kalau dia keluar dari penjara dia mau memghancurkan rumah tanggah mbak Cessie kalau seandainya mbak Cessie sudah menikah. Bukan hanya itu mas Surya juga ingin merebut Abian dari mbak Cessie tapi untung sampai sekarang mas Surya tidak tahu siapa nama anak dari mbak Cessie dan membuat Sinta legah mas Julio juga beli rumah baru jadi pasti susah baru mas Surya ketemu, kadang Sinta malu mas mempunyai seorang saudara seegois mas Surya."
"Ya sudah sayang terserah kamu kalau tidak mau menjenguknya lagian dia juga aman kok di lapas, kalau terjadi apa-apa pasti polisi akan menghubungi keluarganya, ya sudah kita tidur sayang besok kerja ini juga sudah jam sembilan."
Akhirnya Sinta dan Iksan membaringkan tubuh mereka di atas ranjang dan mereka pun tertidur.
Keesokan harinya seperti biasa Sinta bangun pagi jam lima untuk menyiapkan sarapan pagi, walaupun ada pelayan di rumah tapi Sinta sebagai istri tidak melepaskan kewajibannya bahkan Iksan selalu memujih masakan istrinya, katanya masakan Sinta sangat enak, sehingga Sinta selalu menempatkan waktu untuk masak.
Sinta di bantu oleh pelayan yang membersihkan sayur-sayuran sedangkan Sinta tinggal masak, pagi ini Sinta sengaja membuat steak kesukaan Iksan, bukan hanya Iksan tapi Dira juga suka kali makan steak makanya Sinta buat steak aja untuk sarapan pagi.
"Tepat jam enam Sinta sudah menyelesaikan masakannya dan menyiapkan di atas meja, Sinta rencana kembali ke kamar untuk mandi dulu nanti setelah selesai mandi barulah bangunkan Iksan.
__ADS_1
Sinta masuk kedalam kamar dan mendapati Iksan masih setia dengan selimutnya, Sinta hanya tersenyum melihat sang suami masih tidur dengan pules, Sinta langsung merampas kimono yang berteger di centolan dan langsung membersihkan dirinya, hampir tiga puluh menit didalam kamar mandi akhirnya keluar juga dari kamar mandi dengan wajahnya yang frest dan terlihat sangat segar sekali.
Sinta langsung ganti pakian dan mengolesi wajah cantiknya dengan pelembab dan juga make up tipis. Setelah Sinta merasa sudah cukup Sinta lihat jamnya ternyata sudah setengah tujuh Sinta berjalan mendekati pingir tempat tidur hendak membangunkan Iksan, namun tiba-tiba Sinta ingat dengan Dira jangan-jangan Dira belum bangun akhirnya Sinta urungkan niatnya untuk membangunkan Iksan dan bergegas kekamar Dira ternyata Dira sudah bangun dan bahkan sudah selesai mamdi dan bersiap.
"Sayang kamu sudah bangun? Anak ibu sangat pintar ya jam segini sudah bangun bahkan sudah mandi" tanya Sinta
"Iya bu, mulai sekarang Dira harus belajar mandiri jangan selalu bergantung pada ibu dan ayah, Dira harus jadi kakak yang baik buat adik, ibu juga sudah sangat cantik memangnya ibu sudah mandi?" Sinta senang mendengar coleta Dira.
"Kamu ini ya nak sangat manis, anak ibu sangat cantik dan baik hati, ibu sudah mandi bersih sayang. Ya sudah kalau begitu lanjut ya sama susternya ibu mau lihat adik dulu dan bangunin ayah, soalnya ayah masih tidur hehehe" ujar Sinta.
"Ayah sangat cape bu, sudah kerja untuk menafkahi Dira dan adik, ibu juga jaga kesehatan ya jangan sampai ibu sakit nanti Dira dan adik sama siapa"? Ujar Dira.
Sinta kembali ke kamar untuk membangunkan Iksan, Sinta tersenyum saat mendapati Iksan sudah bangun dan duduk di tepih ranjang, Sinta langaung menghampirinya dan duduk di samping Iksan.
"Mas, sudah bangun? Yok mandi biar sarapan mas nanti makanannya dingin loh" ujar Sinta.
"Sayang, kamu dari mana? Mas nyari,in dari tadi loh"? Tanya Iksan.
__ADS_1
"Itu mas, tadi Sinta dari kamar Dira, Sinta ngecet anak gadis Dinda sudah bangun belum ternyata sudah, bahkan dia sudah siap mau berangkat ke sekolah kalah sama ayahnya baru bangun tidur matanya masih banyak beleknya hahaha" ujar Sinta
Sinta selesai bicara begitu langsung lari takutnya Iksan akan memeluknya, tapi justru Iksan mengejar Sinta jadi saling kejar-kejaran didalam kamar. Karena Sinta sudah cape di kejar oleh Iksan akhirnya Sinta mengalah dan dibiarkan Iksan menangkapnya.
"Mau lari kemana sayang akhirnya dapat rangkap pelakunya" ujar Iksan.
"Sayang mandilah biar kita sarapan Dira pasti sudah menunggu kasian Dira mas dari, tadi dia sudah semangat untuk bersiap-siap mau ke sekolah justru ayahnya masih bauh, mas Sinta juga sudah nandi loh mas mandi gih"
Iksan maauk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri hampir dua puluh menit, akhirnya Iksan keluar dari kamar mandi dan langsung ganti pakian karena Sinta sudah menyiapkan pakian kantor untuk Iksan jadi Iksan tinggal pakek saja.
Secepat kilat Iksan selesai dan mengajak Sinta untuk makan bersama Dira"
"Pagi ayah tanpan dan ibu cantik" ucap Dira saat sampai di meja makan.
"pagi juga pricess ayah dan ibu yuk sarapan sayang sini biar ibu ambilkan, oh ya sayang nanti kalau pulang sekolah ibu jemput ya soalnya di kantor tidak terlalu sibuk kalau ayah ada meeting siangkan ?" ujar Sinta dan Iksan hampir bersamaan.
Jadi Sinta sekarang kerja di perusahaan Iksan menjadi manajer keuangan karena Iksan lebih percaya pada istrinya dari pada orang lain, Sinta juga senang dengan carah Iksan.
__ADS_1
"Tidak perlu bunda kalau bunda sibuk biar Dira pulang saja dengan suster, lagian hari ini jadwal les Dira jadi mungkin Dira pulang agak sore."
Jadi sekarang selain belajar di sekolah Dira juga ikut les tambahan.