Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
76:76 Perubahan Sinta


__ADS_3

Setelah selesai sinta berkata seperti itu di tambah dengan tangisan dari sinta yang sangat menyedihkan , bu ayu gak bicara apapun lagi, karena memang benar adanya, apa yang di katakan oleh sinta dulu sebelum pak Herman menikah dengan bu ayu, pak herman mendapatkan warisan dari orang tua nya yaitu sebuah usaha mebel kayu yang sudah maju dan sangat besar.


Namun setelah pak herman menikah dengan bu ayu hasil dari usaha mebel mulailah merosot, karena bu ayu yang selalu royal, dan diam-diam bu ayu mengambil uang dari menejer keuangan tanpa pengetahuan pak herman, tapi pada saat pak herman bertanya tmengenai ibu ayu ambil uang itu untuk apa, bu ayu selalu mengelak marah dan berbohong kalau ia gak perna ambil uang padahal jelas-jelas menejer keuangan sendiri yang bilang.


Karena bu ayu selalu begitu terus menerus jadi keuangan mulai merosot, suatu saat manejer keuangan melaporkan ke pak herman kalau dana gak Cukup untuk membayar gaji karyawan dan uang untuk membeli barang tambahan juga sudah gak ada karena penasukan dan pengeluaran gak seimbang.


Memang uang masukan dari hasil penjualan dari mebel sangat besar namun setiap kali bu ayu meminta bukan dengan jumlah yang sedikit tapi dengan jumlah yang sangat besar, juga kadang lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan. Pada saat itu pak herman emosi tingkat dewa ia menghajar bu ayu sampai babak belur.


Pak herman pikir bu ayu bertobat tapi ternyata pak herman salah, bu ayu makin menjadi-jadi karena bu ayu pikir ia gak bakal dapat uang lagi dari mebel, karena sebentar lagi mebel sudah gulung tikar, ia diam-diam mengambil sertifikat rumah dan bu ayu gadai ke bank ia gak memikirkan imbasnya kedepan.


Satu bulan kemudia mebel yang sudah berkembang, akhirnya gulung tikar, itulah yang membuat pak herman pikiran ia keluar dari rumah sambil nyetir, karena gak fokus akhirnya ia menabrak adi kaknya nadia, tapi karena pak herman panik dan ketakutan di gruduk masa pada akhirnya ia lari.


Karena kalau pak herman bertanggung jawab dari mana lah uangnya, gak mungkin ia minta sama istrinya yang royal itu, di pikirannya hanya uang...uang dan uang, ia gak peduli dengan istri dan anak-anaknya, bahkan mbak eva, surya dan sinta itu bisa di bilang bu ayu hanya tahu melahirkan aja.


Karena setelah ia melahirkan, walau anaknya masih bayi dan juga baru melahirkan bu ayu gak peduli, bu ayu serahkan semua tanggung jawab ke baby sitter.

__ADS_1


Bahkan baru satu bulan melahirkan aja bu ayu berani pergi berlibur keluar negeri dengan teman-teman arisannya, jadi gak heran jika anak-anaknya sekarang mala menyerang bu ayu kembali, apa lagi mbak eva pasti ia lebih tahu seperti apa sifat bu ayu dulu makanya mbak eva selalu membanta kalau bu ayu marah.


Jadi gak heran kalau sifat jahatnya bu ayu nurun sampai sekarang karena dasarnya dari dulu memang sudah jahat. Buktinya setelah meninggal suaminya bu ayu jadikan surya sapi para, apapun yang ia minta harus di turutin kalau gak bisa sumpah sarapah keluar dari mulutnya.


Surya yang saat ini masih dekap adiknya, akhirnya ia bicara "dek yuk turun kita sudah sampai, sinta langsung lepaskan pelukan dari surya, tanpa sepata kata pun ia turun sedangkan bu ayu sudah duluan turun dari tadi, sinta langsung bergegas masuk kedalam, rumah begitu juga dengan surya setelah ia membayar taksi.


Mereka semua masuk tapi rasanya sepih banget baik bu ayu maupun sinta gak ada satupun yang buka suara karena, sekarang sinta lagi buka hpnya dan cari kerja lewat aplikasih. Siapa tahu ada pikirnya sedangkan surya langsung menuju kekamar, tak lama pekikan suara keluar dari dalam kamar.


Surya kaget bukan setengah mati saat mendapati nadia masih tergeletak tak sadarkan diri di lantai.


"Argh.......nadia bagun...sinta dek tolong mas."


"Astaga mbak nadia kenapa mas kok bisa begini, padahal waktu kita pergi mbak nadia masih baik-baik saja, atau jangan-jangan mbak nadia belum makan mas makanya pisangsa, mungkin karena kelaparan ."


"Entahlah sin tunggu aja nadia bagun dulu taru dulu minyaknya ke hidung nadia agar ia cepat siuman, tapi sepertinya bukan karena lapar kali sin, ini ada roti baru di makan sama nadia atau jangan-jangan nadia gak kenyang karena lagi hamil ."

__ADS_1


"Ya kali mas, mban nadia makan bukan untuk sendiri tapi berdua"


Karena sinta dan surya panik jadi mereka gak perhatikan sekeliling mereka, padahal kotak itu jatuh di bawah kolom tempat tidur .


Tak lama nadia sadar tapi langsung teriak, dan langsung peluk surya, membuat kedua orang itu makin bingung.


Dengan lembut sinta mendekat sembari bertanya ada apa." Mbak nadia kenapa, siapa yang membuat mbak takut gak ada orang disini selain kita coba mbak cerita ada apa mbak"


Nadia langsung perhatikan sinta dan surya denga saksama." mas kalian sudah pulang aku kenapa mas"


"Tadi waktu kita pulang sudah mendapati kamu pingsang disini, kamu kenapa lapa ya"?


"Aku gapapa mas i iya..Aku lapar mas soalnya tadi saya belum makan hanya makan roti tapi gak kenyang dan tadi setelah kalian pergi ada yang ketok pintu tapi pas saya keluar untuk melihat mala gak ada orang." ujar nadia agak berbohong karena ia gak mau baik surya mau pun yang lain tahu kalau ada teror, untung juga tadi sangking kagetnya ia melempar kotak itu dengan kuat gak tahunya langsung masuk ke bawah tempat tidur.


'Aduh.....untung juga kotaknya itu gak kelihatan di luar kalau gak bisa mampus aku, tapi aku masih penasaran siapa yang berani mengirim kontak ini untuk mengancamku, apa istri tua nya mas surya...hummmm sepertinya benar awas akan saya balas." umpet dalan hati

__ADS_1


Sinta yang mendengar kak iparnya belum makan ia merasa iba dan inisiatif untuk memasak untuknya, walaupun ia gak tahu masak tapi berapa hari ini ia berajar sedikit, apa lagi pertama kali masak sampai kompor rusak dan untung nadia masih baik hati untuk membeli ganti. Kalau gak mereka gak bakal bisa masak.


"Coba dulu aku gak ikuti semua perkataan mama, mungkin nasib aku dan mas surya tak seburuk ini, bagusan mbak eva yang selalu mengikuti kata hatinya, bahkan sangking baiknya mbak eva banyak orang menyayanginya termasuk mbak cessie, aku berjanji pada diriku, terserah apa kata mama, nanti di bilang aku anak durhaka aku gak peduli, sekarang berusaha menjadi lebih baik"


__ADS_2