
Sedangkan saat ini cessie bersama dengan aris dalam perjalanan menuju ke rumah orang tuanya, mereka menempuh jarak sekitar satu jam lebih, akhirnya mereka tiba di rumah orang tuanya, baru juga mobil masuk pekarangan rumah mewah itu mereka sudah di sambut hangat oleh sang ibu dengan senyum bahagia terpancar dari wajah bu intan.
"Sayang kamu sudah datang, ibu pikir agak siang kamu datang, tadi sudah sarapan belum, kalua belum yuk kita sarapan dulu, nak aris masuk aja gak usa sungkan, mulai sekarang kamu bukan pengawal cessie lagi, tapi kamu jadi kakaknya cessie biar bisa menjaganya" ujar bu intan
"Ya ampun ibu...tunggu kita sampai didalam dulu, biar tenang sedikit baru ibi bertanya, soalnya cessie gak tahu mau jawab mana tinggal mana, hahaha" ujar cessie
"Hehehe iya juga ya sangking senangnya ibu jadi lupa kalau kita masih di luar" ujar bu imtam
Mendengar itu aris sangat terharu karena sejatihnya seorang laki-laki akan sangat bahagia kalau ia di hargai dan di anggap, apa lagi, aris memang anak yatim piatu, hidup sebatang kara.
"I, iya nyonya" jawab aris gugup.
Namun bu intan berbalik dan berkata. Jangan pernah panggil nyonya atau tuan, karena mulai sekarang kamu itu anak ibu dan ayah sama seperti cessie, ibu dan ayah sudah sepakat mengangkat kamu jadi anak kami, untuk menjadi pelindung adik kamu jadi jangan panggil dia bos lagi." ujar bu intan
Memang sudah bertahun-tahun aris mengabdi pada pak arya dan bu intan, jadi dia sudah tahu seperti apa mereka, hati mereka begitu lembut dan baik. Jadi tak heran jika cessie gadis yaag lembut nurun dari orang tua.
Karena bu intan melihat aris mematung di tempat dengan mata sendu, lantas bu intan maju dan berkata.." Boleh ibu peluk kamu nak," karena bu intan tahu saat ini aris ingat orang tuanya, jadi biar bu intan lah yang memeluk aris mengantikan kedua orang tuanya.
Aris yang mendengar itu benar-benar gak percaya, tapi ia cepat sadar dan mengangguk tandanya ia juga mau, belum juga bu ratna peluk cessie sudah duluan berdiri di tegah-tengah mereka, akhirnya baik aris maupun bu intan mereka berpelukan, dengan cessie di tegah.
"Makasih ya bu, sudah mau menganggap aris anak ibu dan ayah, saat ini aris merasa memiliki keluarga tersendiri bukan seperti anak terbuang hahaah".ujar aris sambil katawa tapi ia juga gak sadar kalau air matanya tiba-tiba lolos begitu saja. Sangking bahagianya ia gak sadar kalau air matanya mengalir begitu saja.
__ADS_1
" Ah bu cessie gak mau punya kak seperti kak aris karena cessie mau punya kak itu maco dan getle".ujar cessie membuat bu intan dan aris sontak menatapny dengan intens.
" Loh kenapa sayang, gak boleh begitu, ini juga anak ibu, sekarang nak aris ini kak kamu yamg akan selalu melindungi kamu, masa lu gak mau punya kak yang tampan" ujar bu intan dengan sedikit terkekeh sedangkan perasaan aris gak enak, karena pikirnya cessie benaran gak menyukainya, padahal mereka salah, cessie hanya mau jailin aris.
"Lah..mana mau cessie punya kak laki-laki yang cengeng cobak ibu lihat tuh lagi nangis hahahs, nanti cessie di bilang punya kak ganteng tapi cengeng "ujar cessie sambil tertawa cekekikan. Melihat wajah aris yang beruba membuat cessie sangat lucu.
"Haha ya ampun kamu ini ya nak, kak kamu lagi sedih, tapi kamu mala jailin dia, kamu gak kasian melihatnya ".ujar bu intan ikut terkekeh.
Sedangkan aris bernapas legah karena ternyata cessie hanya jail aja, tadi pikirannya sudah berkecamuk kalau seandainya cessie benaran gak mau menerinya gapapa," kamu ya dek awas aja."ujar aris
Mereka melangkah ke meja makan dan makan bersama, karena sekarang sudah jam dua belas gak terasa jarum jam berjalan begitu cepat. Padahal cessie dengan aris masih terbilang baru juga sampai, ngobrol sedikit langsung makan.
Sedangkan pak arya ada di kantor yang masih berkutak dengan berkas yang ada, ia harus selesaikan semunya hari ini juga karena besok aris dan cessie akan ke kantor, aris akan mengantikan pekerjaan surya nanti, dan cessie akan mengantikan posisi sang ayah, namun pak arya gak lepas tangan begitu saja, ia tetap pantau.
Pak surya yang sibuk dengan banyak berkas yang bertumpuk tiba-tiba ada ketokan. Tandanya ada orang mau masuk.
Tok tok tok!
"Silakan masuk" ujar pak arya.
Tenyata yang masuk lita sekretaris pak arya." selamat siang pak, apa bapak memanggil saya?"tanya lita sopan
__ADS_1
"Iya lita, saya hanya mau kasih tahu kamu, kalau mulai besok saya bukan pemimpin disini lagi jadi tolong kamu persiapkan semua keperluan putry saya ya lit, dan mulai besok juga, kamu bukan sekretaris saya lagi." ujar pak arya seketika membuat lita sedih karena pikirnya pak arya akan pecat dia.
"Ja jadi bapak pecat saya" tanya lita gugup.
"Hehe" pak arya terkekeh mendengar penuturan lita, membuat lita binggung.
"Kata siapa saya pecat kamu, selama ini kinerja kerja kamu sangat bagus, jadi saya naikan gaji kamu. Terus mulai besok kamu jadi sekretaris putry saya." ujar pak arya
Membuat lita membulatkan matanya, ia gak percaya ternyata bukan hanya ganti bos tapi juga gajinya di naikan" be, benaran pak, gaji saya dinaikin"? Tanya lita memastikan.
"Iya lita, jadi kamu kerja baik-baik karena putry saya itu memang orangnyacbaik dan lembut, tapi ia juga orangnya sangat tegas gak ada toleransi bagi orang yang berkhianat di perusahaan ini" ujar pak arya.
"Baik pak kalau begitu saya parmisi." ujar lita bergegas keluar dari ruangan dengan senyum manisnya.
Sedangkan di ruang makan, bu intan,cessie dan juga aris mereka makan bersama. Bu makanannya enak sekali ibu yang masak" tanya aris
"Hehe iya nak ibu yang masak kerena ibu tahu kalian berdua datang, jadi ibu suruh bibik bersihkan rumah aja biar ibu masak." ujar bu intan
"Pantasan enak sekali bu." ujar aris sedangkan bu intan menanggapi dengan tertawa
"Oh...jadi seperti ini kelakuan seorang kak pilih kasih ya, hanya memuji masakan ibu tapi masakan adiknya gak di pujih humm sebal" cessie sengaja ngambek dan memanjangkan bibirnya kedepan membuat bu intan dan aris tertawa lepas.
__ADS_1
"Diihhhh adik kak yang cantik ngambek bu, padahal tadi juga kak mau bilang loh kalau masakan ibu dan adik sama-sama enak"