
Bella, Sinta dan Melli mempersiapkan apa yang akan mereka bawah besok setelah selesai mereka istirahat karena besok mereka berangkat agak pagi soalnya perjalanan mereka sangat jauh.
Sedangkan di tempat Iksan...setelah Iksan selesai menelfon dengan Sinta, Iksan bangkit dari duduknya dan menuju ke kamar mbak Alana untuk memberitahu kalau besok mereka jalan-jalan jadi siapkan pakian Dira untuk dibawah.
Tok tok tok!
"Mbka...Iksan boleh masuk gak ada yang mau Iksan bicarakan." Tanya Iksan biarpun itu mbak Alana Iksan tidak main masuk begitu saja harus sopan.
"Masuk saja San kamar mbak tidak di kunci, " seru mbak Alana menyuruh Iksan masuk.
"Mbak belum tidur..." tanya Iksan.
"Belumlah San kalau mbak sudah tidur mana mungkin mbak jawab pertanya,an kamu gimana sih. Lagian tumben kamu masuk kekamar mbak, biasanya gak mau"
" Hehehe...mbak bisa aja, Ini mbak besok hari weekend jadi Iksan rencana bawah mbak dan Dira jalan-jalan, sekalian ngajak Sinta dan Bella terus temannya jadi Iksan minta tolong sama mbak untuk menyiapkan pakian Dira karena jauh perjalanan kita takutnya kita kemalam disina dan sampai nginap."
"Ayah dan ibu ikut tidak? kalau menurut mbak ibu dan ayah tinggal saja takut mereka kecapenan lagian ibu juga lagi tidak baik kondisinya. Jadi hanya kita saja bagaimana menurutmu San" tanya mbak Alana.
"Iya mbak rencana Iksan juga gitu karena ibu lagi sakit jadi tinggal saja, lagian ada bibi dan suster dirumah jadi nanti Iksan bilang sama bibi untuk memperhatikan makan ayah dan ibu."
__ADS_1
"Ya, sudah mbak siapkan dulu pakian Dira, pakian kamu mbak siapkan gak selagi istri kamu belum ada tidak apa mbak yang ngurus kamu sama seperti ngurus Dira hahaha....kamu itu masih adik kecilku San, jadi jangan melawan kapan Sinta sah jadi istri kamu baru mbak lepaskan kamu karena bukan tanggung jawab mbak lagi itu urusan kamu dan istri kamu, tapi selama belum ada berarti mbak yang mengurus mu."
"Hahaha....mbak Iksan ini bukan adik kecil lagi Iksan saja sudah tua gini bisa ngurus diri sendiri, tapi tidak masalah kalau mbak sayang sama Iksan ya, silahkan mbak...soalnya mbakku yang paling terbaik ok tidak ada yang bisa menyaingi mbak disini"
Hahaha mbak Alana lucu masa Iksan sudah sebesar itu di anggap masih adik kecil, Iksan aja sudah punya anak yang sudah masuk playgroup.
"Ya, sudah kamu boleh keluar dari kamar mbak lanjutkan pekerjaan kamu biar nanti gak tertunda semua pekerjaan kamu,"
"Ah mbak tahu saja kalau Iksan lagi pusing dengan pekerjan masih banyak laporan yang belum Iksan cek dan tanda tangan."
"Sini biar mbak bantuin kamu nanti kalau kamu sendirian kerja mala gak tidur sampai pagi, sedangkan kita mau pergi kamu juga yang nyetir bisa tabrakan kita di jalan karena ngantuk" Iksan hanya melongo mendengar perkataan mbak Alana mau membantuhnya. Padahal selama ini setiap kali Iksan minta tolong justru mbak Alana tidak mau alasan masih banyak pekerjaannya.
Karena Iksan diam jadi mbak Alana pikir Iksan gak mau.
"Iksan mau gak kalau gak mau ya sudah, biar mbak main hp saja dari pada mbak pusing didepan leptop melihat banyak sekali laporan" ujar mbak Alana membuat Iksan garuk kepala yang tidak gatal.
"Jangan lah mbak tidak kasian sama adik mbak yang paling ganteng ini, makasih ya mbak memang mbak Alana paling terbaik. Iksan hanya terkejut saja karena mbak mau menolong Iksan, ya, sudah mbak bereskan dulu pakiannya nanti Iksan kirim filenya ke gmail mbak ya, makasih loh mbak" dengan senang hati Iksan berlalu pergi kembali ke ruangannya untuk mengirim file ke gmail mbak Alan untuk diperiksa.
Mbak Alana yang melihat tingkah Iksan kayak masih bocah hanya tertawa sambil gelengkan kepala.
__ADS_1
Mbak Alana langsung menyiapkan pakiannya dan pakian Dira terus Iksan, setelah selesai dan mbak Alana merasa persiapannya sudah cukup mbak Alana mulai membuka leptonya dan mengerjakan semua laporan yang sudah di kirim oleh Iksan.
" Siapa yang mengerjakan laporan ini kok berantakan banget, pantas aja Iksan pusing memeriksanya" mbak Alana mengerutu dalam hati.
Sedangkan di ruangan Iksan merasa senang akhirnya pekerjaannya agak ringan karena di bantu oleh mbak Alana.
"Baguslah untung mbak Alana mau membantu jadi aku selesaikan biar aku istirahat karena besok perjalanan butuh kondisi yang lebih baik dan fit. Aku juga senang karena setiap kali pergi pasti calon istriku ikut justru perlakuannya sangat manis, dia juga sangat menyayangi Dira benar kata mbak Alana dan ibu biarpun keluarganya berantakan tapi Sinta kelihatan gadis yang polos dan sangat baik.
Nanti kalau kami sudah menikah aku bawah mereka keluar negeri untuk gantikan Ayah menangani perusahaan disana saja, biar Bella yang akan mengurus perusaha'an ini mengantikan aku dari dulu semenjak paman meninggal hidupnya sudah menderita semoga dia mendapatkan seorang pria yang baik dan menyayanginya, atau bagaimana kalau aku jodohin Bella dengan Yoga aja, Yoga pria yang baik dan selama ini dia juga tidak punya pacar.
Ya, aku harus bicara dengan Yoga, secara Bella cantik anak yang baik dan humoris jadi kalau Bella sudah jadi nikah dengan Yoga aku bisa tenang pergi keluar negeri meninggalkan Bella disini karena Yoga pasti menjaganya dengan baik"
Jadi Yoga ini adalah teman bisnis Iksan yang belum perna menikah umurnya setera dengan Bella juga , jadi Iksan sangat mengenal siapa Yoga mereka juga perna makan bersama di restoran Cessie waktu itu, bahkan Iksan dan Yoga sering nongkrong sekedar ngobrol soal bisnis jadi Iksan dan Yoga teman dekat makanya Iksan berencana menjodohkan Bellah dengan Yoga semoga Bella dan Yoga saling mencintai saat ketemu nanti.
Iksan mengerjakan semua pekerjaanya sampai tuntas karena Iksan tidak mau saat mereka pergi jalan-jalan tapi pikirannya tidak tenang karena masih memikirkan pekerjaan di rumah. Hampir dua jam Iksan di ruang kerja akhirnya selesai juga.
"Capek juga ternyata sudah jam berapa ya, hummm ternyata sudah jam sepuluh berarti aku juga sudah lama disini kira-kira mbak Alana sudah selesai belum ya." padahal dari satu jam yang lalu mbak Alana sudah selesai mengerjakan laporannya dan bahkan mbak Alana sudah tidur.
Iksan bangkit dari duduknya dan gegas keluar dari ruang kerja dan menuju ke kamar, saat masuk ternyata Dira masih enteng banget tidurnya, memang selama ini Dira tidur sama Iksan kecuwali Iksan ada tugas bisnis keluar kota baru Dira tidur sama mbak Alana kalau tidak sama suster yanf menjaga Dira.
__ADS_1