
Sedangkan masih du hutan rimbah seorang perempuan masih susah paya berusaha keluar dari semak belukar itu, biarpun dalam suasana genting begitu untuk masih beruntung sih Nadia. Walaupun si Ben sudah tahu kalau Nadia sudah curi uangnya tapi gak ia ambil kembali karena diam-diam Nadia sudah sembunyikan uang itu di dalaman atas penangkal gunung kembar, jadi uang itu Nadia bisa pergunakan itu untuk naik taksi dan cari kontrakan sementara waktu.
Sampai kondisini benar-benar pulih, karena gak mungkin Nadia pulang ke rumah dalam kondisi babak belur seperti itu. Takutnya Nadia dapat kecaman keras dari orang tuannya apa lagi selama ini ia menghilang, seharusnya ia pulang kerumah dalam kondisi sehat walafiat bukan dengan kondisi buruk seperti ini.
Nadia susah paya keluar dari semak belukar, ia berusaha menahan perutnya yang sangat sakit membuat Nadia sangat menderita. "Ya Tuhan apakah ini balasan dari Tuhan buat aku karena aku sudah menghancurkan rumah tangga orang, atau kah karena aku pergi meninggalkan anaku waktu masih kecil jadi ini karma buat aku. Tapi gak mungkinlah aku melakukan semua hanya menuntut keadilan untuk kak ady, masa aku dapat karma sih, memang aku salah tapi ink demi kak ady."
"Aku harus keluar dari sini sebelum ada bina**ng buas penghuni hutan ini keluar bisa mati aku, jangankan bina**ng lihat kontilanak gentanyang aja sudah pipis celana apa lagi melihat yang lain, sekarang sudah jam berapa ya, sepertinya sudah jam enam mau setegah tujuh, aku harus cari tumpangan."
Nadia susah payah keluar dari hutan itu karena selain banyak semak belukar Nadia juga mengalami sakit perut akibat digiring semalam, ia nyeret kakinya dengan berat dan tertati-tati berusaha sampai di jalan raya, Nadia bersusah payah cari jalan tapi parcuma gak ada dalam masuk kedalam hutan itu selain jalan umum yang agak sedikit jauh didepan.
Hampir lima belas menit Nadia susah payah akhirnya sampai juga diluar Nadia berhasil keluar dari hutan itu tapi ia masih ketakutan, Nadia terduduk di tanah sembari menghentikan setiap kendaraan yang lewat namun sayangnya dari sekian banyak kendaraan yang lewat gak ada satu punya yang mau berhenti, apalagi mereka melihat penampilan Nadia yang sangat berantakan, mereka pikir hantu di pagi hari. Hampir satu jam Nadia menunggu sampai memengang perutnya meringis kesakitan, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan Nadia.
Kaca mobil terbuka munculah kepala seorang laki-laki paru baya kisaran umur hampir lima puluh lebih tahun sembari berkata lirih" neng kamu ngapai disitu masih pagi-pagi begini kamu bukan hantu kan ya? Gak mungkin jam segini ada hantu gentayangan, memang sih katanya di hutan ini ada penghuninya" lanjut pria paru baya itu.
Nadia yang mendengar mengangkat kepalanya dan berkata" pak tolong aku, aku bukan hantu atau apalah itu aku asli manusia tolong bantu aku antar pulang, aku lagi sakit pak dari tadi aku sudah menghentikan beberapa kendaraan yang lewat tapi gak ada satupun yang mau berhenti dan memberikan aku tumpangan " ujar Nadia menahan sakit
__ADS_1
Awalnya pria itu agak ragu tapi dia perhatikan Nadia dengan saksama, barulah ia turun dan membantu Nadia naik ke mobilnya karena pas ia melihat Nadia kesakita timbul rasa kasihan yang gak tegah meninggalkan Nadia begitu saja.
"Yuk naik Neng sini saya bantu, lagian kenapa neng bisa ada di hutang mencekam ini, saya gak salahin orang yang gak mua memberikan tumpangan sama kamu neng, karena ada alasanya, satu ini dihutan yang identik dengan hantu apalagi melihat penampilan neng seperti ini, orang berpikir neng memang hantu ."
"Dan yang kedua sudah seringkali terjadi hal serupa di tempat ini Neng, jadi banyak pengedara yang kenah, seperti tiba-tiba mereka di hentikan oleh seorang gadis ia meminta tolong numpang karena gak ada taksi yang lewat, namun giliran di bantu baru mau keluar dari hutan orang itu tiba-tiba ngilang gitu aja."
"Pokoknya banyak macam cara hantu itu merecoki pengedara yanh lewat sini, dan saya salaj satu orangnya yang pernah mengalami hal itu, tapi waktu itu nenek-nenek, jadi tak heran kalau setiap kendaraan yang lewat sini mereka cuek dengan segala yang terjadi di tempat ini apa lagi tegsh malam." ujar pak tua itu menjekaskan
"Terus kenapa bapak mau menolong saya, padahal bapak sudah pernah mengalami hal mengerikan itu, memangnya bapak gak takut kalau saya benaran hantu dan bapak mengalami hal yang sama lagi." tanya Nadia agak sedikit takut
Setelah Nadia masuk didalam mobil sembari mobil dijalankan pria itu bertanya dimana tempat tinggal Nadia" neng dimana tempat tinggal kamu biar saya antar gapapa gak usa bayar, saya antar gratis, gak usa takut saya bukan orang jahat, tadi sebenarnya saya mau jemput penumpang tapi karena saya melihat neng kesakitan makanya saya tolong" ujar pria itu menjelaskan sebelum Nadia bertanya karena pria paru baya itu bisa membaca eksprsi ketakutan dari wajah Nadia
Sekali lagi pria paru baya itu bertanya tentang alamat rumah Nadia "Neng dimana rumahnya." ujarnya
Sedangkan Nadi juga masih binggung mau kemana "Pak saya mau ke ibu kota, saat ini saya gak tahu tinggal dimana jadi saya mau cari kontrakan, apa bapak tahu atau punya kenalan memiliki kontrakan? Saya bisa menyewanya satu bulan aja sampai kondisi saya pulih, tapi kalau belum sampai satu bulan saya sudah sehat, saya akan keluar dari kontrakan itu." ujar Nadia.
__ADS_1
"Oh begitu ya neng, baiklah kalau begitu saya antar aja ke tempat teman kebetulan dia memiliki banyak kontrakan disana dan juga agak murah jadi sementara waktu boleh neng tinggal disana. Oh ya maaf lancang kenapa neng bisa ada di hutang terlarang itu, dan kenapa kondisi neng sangat prihatin begini"? Tanya pria tua itu merasa gak enak.
"Nadia sebenarnya gak ingin bicara banyak karena lagi menahan rasa sakit diperutnya, tapi karena dia bersyukur masih ada pria tua yang baik itu mau menolongnya, jadi dia menguatkan diri sekuat mungkin dan menjawab setiap pertanyaan pria tua itu. Walaupun dia gak jujur apa yang sebenarnya terjadi tapi segaknya ia jawab dan cari jawaban yang tepat menurutnya.
"Sa, saya di culik sama orang pak jadi pada saat saya sadar ternyata saya sudah di bawah pohon rindang, awalnya saya sadar sekitar jam berapa itu saya juga gak tahu, disitu saya merasa suasana sangat mencekam bahkan saya mendengar suara-suara ane, dan ada seperti suara nenek-nenek mengajak saya untuk ikut dengannya, tapi saya hanya diam bahkan dalam gelap yang mencekam itu saya melihat kontilanak gantung di atas pohon dimana saya berbaring"
Nadia jelaskan dengan air mata yang mengalir tanpa henti main lolos begitu saja tanpa di undang, sebenarnya kasian juga sama Nadia tapi ini suatu pelajaran untuk semua orang jangan selalu berbuat jahat kepada orang lain karena suatu saat akan ada balasannya.
"Ya Allah neng...siapa manusia yang gak punya hati itu, kok bisa ya mereka melakukan itu terhadap kamu, tapi nang kamu harus bersyukur Allah masih melindungi kamu dan bisa berikan jalan untuk kamu keluar dari hutan itu, karena sudah bertahun-tahu saya hidup didunia ini saya sudah sering kali melewati hutan itu."
"Dan selalu ada kejadian disana, siapapun yang berani masuk kehutan itu, dia gak akan bisa keluar dari sana karena penghuni hutan itu akan merecokinnya dan ia akan nyasar, dan terjebak didalam hutan itu. Kalau gak dimakan Binat**ng buas, ia akan mati karena kelaparan, kalau gak dia berhasil keluar dari hutan tapi dia langsung lari kejalan raya dan menabrakan tubuhnya ke kendaraan yang lewat trus mati di tempat."
"Jadi baik kamu neng maupun orang yang berani membawah kamu kehutan itu masih dilindungan sama Allah, kalau gak bisa jadi penghuni hutan itu adalah salah satu arwah dari keluarga kalian makanya dia meloloskan kalian keluar, bisa jadi nenek yang kamu ceritakan tadi adalah nenek moyang kamu dulu karena hutan ini kan gak talalu jauh dari ibu kota, apa kamu asli dari sini neng."?
"Iya pak, saya memang asli dari ibu kota, dan memang saya juga perna mendengar itu pak, saya juga sangat bersyukur bisa selamat dari hutan itu, tapi saya ketakutan karena didalam hutan itu sangat mencekam, hanya ada suara orang ribut terus menangis dan bahkan minta tolong padahal gak ada orang dan gelap gulita.
__ADS_1