Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
117 Sudah Terlambat


__ADS_3

Memang nasi sudah jadi bubur mau diapakan lagi semua sudah terlambat, Nadia juga sudah mendapatkan apa yang dia inginkan yaitu balas dendamnya. Sekarang semua sudah terlaksana jadi Nadia berpikir kalau semua ini diakhiri aja biar dia juga bisa bebas, bebas dari Surya dan bebas kembali dengan Iksan, lagian dia juga tak mencintai Surya.


"Mbak bicara begitu sih gampang tapi bukan mbak yang merasakan makanya mbak dengan entengnya berkata begitu, coba mbak diposisi saya pada saat itu, apa mbak masih bisa bicara seperti ini. Mbak tahu karena kematian kak saya membuat mama saya masuk rumah sakit, sangking syoknya mama saya. Jadi semua ini pantas untuk kalian dapatkan."


Sinta yang dari tadi hanya diam ia maju dan langsung mendaratkan tamparan dua kali di pipi mulus Nadia.


Prakk prakkk!!!


Dasar manusia rubah, kamu tahu ayah saya waktu itu juga terpaksa melakukannya, karena pas hari itu kami memang gak punya apa-apa makanya ayah saya takut, tapi bukan dalam arti ayah saya gak mau bertanggung jawab ia juga kepikiran dengan kejadian itu sampai sakit dan akhirnya meninggal, baru-baru ini saya dan mas Surya rencana mau cari keluarga dari orang yang meninggal karena di tabrak ayah tapi belum sempat."


" Bukannya kami gak mau bertanggung jawab, tapi kami masih cari tahu keluarganya dimana, tapi ternyata kamu orangnya gapapa sekarang kamu sudah berhasilkan menghancurkan semuanya termasuk mas Surya sekarang kamu bebas pergi semoga ada yang masih mau menerima kemandulan kamu itu."


Bukannya marah karena di tampar oleh Sinta, tapi mala Nadia tertawa lepas kayak orang kesurupan," hahaha...mau cari keluarga saya untuk tanggung jawab ..woy sudah terlambat. Dan satu lagi saya lupa beritahu kalian kalau sebenarnya saya ini sudah menikah, saya punya suami yang jauh lebih baik dari Surya dia seorang pengusaha terkenal, dan saya juga sudah punya seorang putry. Yang sakarang ada pada suami saya, setelah saya dari sini saya akan kembali pada mereka."


"Jadi untuk apa saya susah paya cari laki-laki seperti Surya yang akan membusuk di penjara, mendingan saya kembali ke suami saya dan hidup bahagia"


Benar-benar deh Nadia keterlaluan dan pede banget dia pikir Iksan masih mau menerimanya.


*****


Sedangkan di kantor polisi, pak Arya dan Bu Intan baru saja turun dari mobil mereka langsung pergi ketemu dengan pak polisi karena mereka mau tahu tentang, perkembangan kasus Surya dan Nadia.


"Selamat pagi pak, bu. Silakan duduk" ujar pak polisi nempersilahkan pak Arya dan Bu intan Duduk.


"Ada yang bisa kami bantu pak" tanya pak polisu itu lagi.


"Iya pak kami hanya ingin tahu soal perkembangan kasus, yang di laporkan oleh putra dan putry saya, sampai dimana perkembangannya pak dalam penyelidikan."

__ADS_1


"Jadi begini pak...dalam kasus ini pelaku utama atau tersangka utama adalah pak Surya, karena pak Surya lah yang mengelapkan dana dan mentrasfer ke nomor rekening bu Nadia, jadi satu minggu lagi akan sidang pak."


"Berarti disini ibu Nadia gak salah" tanya pak Arya.


"Kalau ibu Nadia tetap bersalah pak karena ia juga menerina uang itu, dan bahkan ia berani transfer ke dua nomor rekening lainnya. Atas nama orang lain bisa jadi temannya atau saudaranya."


"Baiklah pak, oh boleh saya ketemu dengan tersangkan?"


"Maaf pak, kalau pak Surya ada tapi kalau ibu Nadia sekarang masih di rawat di rumah sakit karena kemarin sempat kritis." ujar pak polisi.


Membuat pak Arya dan bu Intan saling pandangan, tapi mereka gak bertanya lagi nanti sampai di rumah aja baru mereka tanya sama Aris dan Cessie.


"Yaudah pak biar saya ketemu dengan pak Surya saja"


"Baiklah kalau begitu ikut saya pak," pak polisi itu membawah pak Arya dan bu Intan menuju ke ruang kunjungan dan menunggu disana, tak selang lama Surya datang bersama seorang polisi, Surya yang melihat kedatangan pak Arya dan bu Intan tersenyum sinis, baru juga duduk surya langsung bertanya untuk apa pak Arya dan bu Intan datang menemuinya.


"Ngapain anda datang menemui saya mantan bos yups...mantan mertua." biarpun Surya bicara seperti itu namun orang tua Cessie masih sangat sabar dengan kelakuan Surya.


"Hahaha apa urusan anda sama saya, anda bukan siapa-siapa saya lagi bos juga bukan mertua apa lagi, urus aja putry anda yang mandul itu, kasih dia minum banyak obat biar dia bisa hamil kalau menikah lagi, takutnya ia di ceraikan lagi."


Pakkkkk!


Kali ini tanpa kata bu Intan langsung berikan hadia istimewa untuk Surya," Jaga mulut busuk kamu itu yang berani menjelekan putry saya dasar benalu, saya takut kamu yang akan menyesal berkata seperti itu jika kamu tahu kenyataannya."


"Hahaha... Seumur hidup saya gak akan menyesal, lagian saya juga gak pengen punya anak dari putry anda karena sangat menjijikan"


"Yang benar kamu gak mau kalau putry saya hamil anak kamu, gak mau ngakuin begitu" bu Intan sengaja memancing Surya."

__ADS_1


"Kan saya sudah bilang saya ogah dan jijik punya anak dari putry anda, jadi gak usa maksa saya karena sampai kapanpun saya gak pengen punya anak darinya saya gak akan menyesal."


Sebenarnya bu Intan sangat sakit hati dengan semua perkataan Surya, tapi ia tahan demi Missinya.


"Oh ya, ok baiklah saya sudah mendengar semua perkataan kamu begitu juga suami saya, dan satu lagi saya sudah merekam semua perkataan dan hinaan kamu sudah ada didalam sini, jadi semoga pada saat cucu saya lahir dia gak perlu mencari ayahnya karena ayahnya gak mau mengakuinya dan kamu juga gak pantas."


"Apa....ha maksudnya cucu apa, haha jangan mimpi di siang bolong bu, anak anda gak akan perna hamil."


"Bu Intan sudah gak tahan lagi dengan semua hinaan Surya terhadap anaknya jadi ia memberikan kode ke suaminya agar kasih tahu semua tentang kehamilan cessie, ternyata pak Arya juga setuju.


"Ok baik lah saya sudah dengar semua hinaan kamu, jadi saya mau kasih tahu kamu suatu fakta. Bu Intan ambil hpnya dan langsung menelpon Cessie. Tak lama cessie angkat dan tak lupa bu Intan loudspeaker supaya Surya dengar.


"Hallo sayang kamu dimana? Udah di kantor ya".


"Iya bu nih sama kak Aris ada di kantor apa apa bu"?


"Gak ibu hanya kuatir aja jangan kamu talalu kecapean ya, jaga kandungan kamu,"


"Hahaha tenang aja bu, kandungan Cessie baik-baik aja"


"Oh ya nak, kamu gak ingin beritahu Surya gitu kalau sebenarnya kamu lagi hamil hampir tiga bulan ."


"Ah untuk apa bu kasih tahu laki-laki pengecut itu, waktu pas Anniversary kami, waktu itu aku mau kasih kejutan kalau aku hamil tapi ternyata malam itu dia gak pulang mala memaduh kasih dengan gundiknya di danau. jadi sekarang untuk apa lagi bu gak penting juga."


"Iya nak, memang dia gak pantas menjadi ayah dari anak kamu, karena dia juga jijik sama anak yang kamu kandung uda dulu ya sayang".


Kali ini Surya benar-benar syok mendengar semua percakapan Cessie dan bu Intan, membuat wajah Surya memerah menahan malu dan juga ada penyesalan terpancar di wajahnya.

__ADS_1


Surya yang hendak mau mengambil hp bu Intan untuk bicara dengan Cessie, tapi sudah keburu di matikan sama bu Intan sambil tersenyum bu Inta berkata" kamu dengar sendirikan anak saya sekarang lagi hamil tapi itu bukan anak kamu, dan ingat sampai kapan pun saya gak sudah kamu ketemu dengan cucu saya. Yup pah kita pergi"


"Bu...jangan bu saya mau bicara dulu dengan Cessie bu tolong jangan pergi dulu." Sekarang Surya frustasi.


__ADS_2