
Sekretaris Lita meluapkan emosi dan kekuatirannya dengan menyapaikan semua isi hatinya kepada pak Galu mungkin karena dengan cara seperti itu perasaan sekretaris Lita kembali tenang, karena sudah dapat solusi dari pak Galu dan ternyata benar saja setelah sekretaris Lita mendengar saran dari pak Galu merasa lega karena sudah mendapatkan jawaban dari apa yang sekretaris Lita kuatirkan.
"Sekarang kamu pulang sayang ke hotel karena ini sudah malam anak gadis tidak baik sendirian di luar jadi pulang terus istirahat karena besok kamu akan pergi ke lapangan untuk cek proyek jangan sampai kekelahan nanti"
"Iya baik mas kalau begitu matikan ya mas juga istirahat karena besok kerja, aku mau pesan grap dulu terus mau pulang ke hotel mas"
"Ya sudah hati-hati di jalan yang sayang kalau ada apa-apa tolong telpon"
Akhirnya pak Galu dan sekretaris Lita mengakhiri panggilan mereka sekretaris Lita memang gadis yang sangat patuh sehingga sekretaris Lita langsung pesan grap dan pulang ke hotel, karena apa yang di katakan pak Galu betul juga ini sudah malam dan posisi di tepi danau jadi agak dingin dan agin malam sangat sangak kencang.
Tapi sayangnya sekretaris Lita sendirian jadi ya lebih baik sekretaris Lita mengindahkan perkataan pak Galu saja biar pulang ke hotel.
Tidak lama kemudian grap yang di pesan oleh sekretaris Lita datang dan sekretaris Lita masuk kedalam mobil.
Sepanjang perjalanan sekretaris Lita termenung namun tiba-tiba sekretaris Lita terkejut dengan panggilan masuk dari Aris, membuat sekretaris Lita agak sedikit tidak suka kenapa dari tadi Aris telpon terus padahal sekretaris Lita tahu kalau Aris telpon karena pasti menanyakan ada dimana dan kenapa tidak membangunkannya.
__ADS_1
"Angkat gak ya sebenarnya malas sih tapi kalau aku gak angkat nanti mala makin mengila, buktinya sudah seratus panggilan masuk darinya. Aduh pusing banget menghadapi orang ini benar-banar pusing lebih baik angkat saja deh"
Sekertaris Lita langsung angkat telponnya namun sekretaris Lita belum bukan suara, sekertaris Lita di kejutan dengan bentakan suara bariton yang ada dari seberang telpon.
"Hallo sekretaris Lita akhirnya kamu angkat juga dari tadi kamu kemana sih di telpon juga bukannya angkat bikin panik saja, lagian kamu jadi sekretaris tidak becus banget sih masa gak bisa nunguin saya main pergi saja, parcuma ayah bayar kamu mahal tapi kinerja kamu saja tidak becus lebih baik kamu berhenti saja jadi sekretaris"
"Deg....."kata-kata Aris membuat sekretaris Lita sakit hati karena menurutnya Aris sudah kelewatan batas dia yang salah tapi justru sengaja melempar kesalahan kepadanya, sekretaris Lita belum membalas perkataan Aris sekretaris Lita masih menggu kata-kata merendahkan dari Aris namun setelah sekretaris menunggu tapi Aris tidak melanjutkan kata-katanya akhirnya sekretaris Lita bukan suara.
"Hallo pak Aris yang terhormat maaf sekali, apakah bapak meresa kalau bapak juga becus menjadi seorang pemimpin? Saya rasa anda juga tidak pantas bukankah saya sudah mengingatkan anda jika sebentar lagi kita akan pergi untuk membicarakan proyek, tapi apa yang anda lakukan anda keenakan tidur sampai di bagunin juga gak bangun-bangun jangan seolah anda itu sangat berguna sehingga semena-mena mencaci maki saya."
"Saya mau lihat kinerja siapa yang bagus pak Aris atau saya...jangan anda berpikir karena anda atasan saya jadi suka-suka anda memperlakukan saya seperti ini, seharusnya anda itu bersyukur karena saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan proyek besar ini untuk perkembangan perusahaan"?
"Kalau benar seperti yang pak Aris katakan kalau pak Aris pemimpin yang berguna kenapa bisa ketiduran padahal sudah diingatkan itu artinya anda belum siap sepenuhnya pak...saya akan menyampaikan pengunduran diri saya kepada pak Arya secara langsung saya akan datang kekantor dan menemui pak Arya semoga besok anda berhasil di lapangan."
"Deg....." Aris yang mendengar perkataan sekretaris Lita terkejut karena Aris tidak tahu harus bagaimana lagi sudah terlanjur Aris memarahi sekretaris Lita dan sudah membuat sekretaris Lita sakit hati.
__ADS_1
"Eh...."Aris yang mau bicara dengan sekretaris Lita rasanya sangat berat membuka mulutnya.
Aris ketar-ketir hanya karena emosinya membuat semua makin jadi kacau kalau nanti sekretaris Lita jadi resign bagaimana mampus kamu kan Aris songong banget sih jadi orang .
"Aduh gawat...benar-benar gawat aku harus minta maaf sama sekretaris Lita karena kalau sekretaris Lita benar-benar pulang besok dan langsung resign bisa mampus aku..hummm dasar mulut gak bisa di rem akhirnya kayak gini sudah gak ikut tadi bukannya berterimah kasih sama sekretaris Lita justru membuat dia sakit hati"
"Aku harus menunggu sampai sekretaris Lita pulang dan aku harus mencengahnya untuk pulang aku harus minta maaf sama dia kalau gak bisa gawat, kalau berita ini sampai di teliga ayah dan Cessie aku bisa dimarahin habis-habisan."
Aris benar-benar ketakutan karena sebenarnya Aris hanya emosi sesaat Aris marah bukan karena alasan sekretaris Lita meninggalkannya, tapi juga karena lebih ke kekuatiran Aris terhadap sekretaris Lita karena sudah jam sepuluh sekretaris Lita juga belum pulang itu yang memicu kemarahan Aris namun Aris kelewatan batas sehingga menyakiti hati sekretaris Lita.
Sedangkan sekretaris Lita yang dalam perjalanan pulang ke hotel menangis di dalam mobil sekretaris Lita merasa bahwa Aris tidak tahu berterimah kasih dia sudah membersihkan nama baik dari pak Bambang karena sekretaris Lita beralasan kalau Aris sakit kalau tidak mana menang tender itu.
Tapi setelah sekretaris Lita menang justru Aria yang mengacaukan semuanya, karena kalau sekretaris Lita berani resign dari perusahaan Arya Grup kemungkinan besar proyek itu juga akan di batalkan sepihak oleh pak Bambang. Karena pak Bambang sudah tekankan jika ia berikan proyek itu kepada perusahaan Arya grup bukan karena Aris atau karena pak Arya tapi karena pak Bambang melihat kegigihan dari sekretaris Lita untuk memenangkan proyek itu.
Silakan menikmati Aris amukan dari ayah angkat dan adik angkat kamu karena proyek itu akan batal.
__ADS_1