Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
302


__ADS_3

Sinta dan kedua sahabatnya akhirnya sampai di rumah makan, Bella turun dan masuk kedalam rumah makan dan pesan makanan untuk di bawah ke penjara dua puluh bungkus cukup untuk dua kamar sel karena satu sepuluh orang lagian di tempat Surya hanya delapan kecuwali sudah tambah lagi tahanan lainnya.


"Mbak pesan dua puluh satu bungkus ya isinya ayam penyet ditambah tempe dan tahu ya mbak..dan tolong satu bungkus itu dipisah ya dari yang dua puluh itu."


"Baik mbak di tunggu ya" sih mbak gegas pergi untuk menyiapkan pesanan Bella sedangkan Sinta dan Melli duduk disamping Bella pak sopir tunggu di luar


Sinta dan Melli heran kenapa Bella beli dua puluh satu, dua puluh saja sudah kebayakan pikirnya.


"Bell kok banyak banget beli dua puluh satu cukup sepuluh saja, dan kenap harus lebih satu cobak kenapa gak di genapkan saja dua puluh kalau memang kamu mau beli untuk mereka disana."


"Sin...aku beli lebih satu itu untuk pak sopir seprtinya dia belum makan jadi aku kasian sama pak sopir Sin gapapa biar kalau nanti pas istirahat pak sopir makan di mobil saja."


"Oh kirain untuk apa satu itu, tapi bukannya sudah kita kasih uang lebih ya Bell, Sin kenapa harus kasih makan lagi" sambung Melli


"Mell cari uang itu tidak gampang...masih beruntung Tuhan kasih kita pekerjaan yang tetap punya gaji juga lumayan kalau pak sopir, beruntung dapat penumpang dalam satu hari itu kalau gak makan apa dia....kalau masih sendiri tidak masalah tapi kalau sudah punya anak istri mau makan apa mereka..jika Tuhan berikan lebih kepada kita kenapa kita tidak membagi sedikit untuk mereka yang membutuhkan. Aku perna tidak makan tapi ditolong oleh sesorang dan dikasih makan biarpun hanya makan nasi dengan sayur."


Mulia sekali hatimu Bella awal kemunculan mu ngeselin banget kamu mengodah dokter Julio dan sampai menfitnah Sinta dan Melli manun ternyata di balik sifat kamu itu menyimpan banyak kebaikan...kamu sangat peduli dengan orang lain.


"Kamu baik sekali ya Bell nyesal tadi aku bicara begitu kamu benar Bell kita masih beruntung dan banyak orang diluar sana tidak seberuntung kita, jadi kita harus patuh mengucap syukur kepada Allah kita yang sudah memberikan semua ini kepada kita" ujar Melli di sambut anggukan oleh Sinta.


Yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai juga.


"Mbak sudah selesai maaf agak sedikit lama" ujar sih mbak.


"Tidak apa-apa mbak"


Setelah selsai bayar Sinta dan kedua temannya kembali masuk kedalam mobil. Karena pak sopir sudah menunggu mereka dari tadi .

__ADS_1


"Pak maaf ya agak sedikit lama tadi membuat bapak menunggu." ujar Sinta minta maaf.


"Santai neng tidak apa-apa"?


Bella mengambil satu nasi bungkus dan uang dua ratus ribu Bella sengaja memisahkan dari nasi yang lain karena Bella rencana nanti setelah turun baru kasih ke pak sopir.


Sekarang mereka sudah selesai beli nasi dan saat nya mereka beli kue dan roti untuk bawah ke tahanan akhirnya ketemu juga toko kuenya, kali ini hanya Sinta saja yang turun karena panas jadi Sinta meminta Melli dan Bella tetap di mobil saja karena dia gak lama kalau waktu di rumah makan itu agak lama karena harus di goreng lagi, tapi kalau di toko kue kan hanya milih terus bayar selesai...


"Pak maaf ya Tunggu sebentar lagi saya pergi cepat palingan sepuluh menit." ujar Sinta.


"Iya neng silakan" jawab pak sopir.


Akhirnya Sinta turun dari mobil dan dengan langkah kaki seribu dan masuk kedalam toko kue disana banyak sekali pilihan Sinta beli bolu kesukaan Surya dan roti untuk orang yang ada di lapas.


Sinta memili dan akhirnya semua sudah di ambil Sinta menuju ke kasir untuk membayarnya.


"Oh boleh mbak bentar ya saya ambil bungkusnya dulu" sih mbak berlalu pergi dan tak selang lama mbak kembali dan langsung bungkus semua kue yang di beli oleh Sinta.


"Humm akhirnya semua sudah terbelih aku datang lapas bukan karena aku tidak kecewa dengan mas Surya, ini semata aku lakukan karena aku mau menunjukan ke mas Surya kalau sekarang ibu belum sembuh karena ula mas Surya, biar dia sendiri yang melihat kondisi ibu. Tapi kalau sikapnya tidak perna beruba aku janji ini pertama dan terakhir aku datang ke lapas untuk menjenguknya."


Sinta keluar dari toko kue sambil melamun karena memikirkan ibu Ayu dan Surya, Sinta berharap Surya secepatnya beruba dan bu Ayu juga cepat sembuh.


Sinta masuk kedalam mobil karena takut kelamaan di tunggu.


"Maaf pak aku sedikit terlambat" seru Sinta minta maaf


"Santai neng...kalau begitu semua sudah selesai di beli ya neng, berarti kita langsung ke tempat tujuan" tanya pak sopir

__ADS_1


"Iya pak kita langsung ke tempat tujuan"


"Oh ya neng bertiga bukankah lokasih ini ada di lapas ya, neng bertiga mau ke lapas ada keluarga disana ya neng maaf saya hanya bertanya"


"Iya pak ada suadara disana makanya kami mau kesana" jawab Sinta.


"Oh maaf ya neng"


"Tidak apa-apa pak"


Sinta mencolek pinggang Bella dan menyerahkan kue bolu dan roti yang sudah di bungkus pisah dari yang lain untuk Bella masukan kedalam kantung makanan pak sopir nanti saat turun baru diberikan.


"Bell...ini gabung saja dengan yang itu nanti baru kasih setelah kita turun" bisik Sinta sedangkan Bella hanya tersenyum sambil mengangguk tanda mengerti.


Tidak lama kemudian mobil membelok masuk kedalam parkiran lapas setelah mobil berhenti dengan sempurna ketiga gadis cantik itu turun dari dalam mobil.


"Pak makasih banyak ya sudah sabar menunggu kami dan mengantar kami sampai disini ini untuk bapak makan nanti di jalan dan ini untuk bapak maaf ya pak sudah merepotkan."


"Apa ini neng ya Allah kalian beli makanan untuk saya juga...mulia sekali hati kalian padahal masih anak gadis tapi sudah mau menolong orang. Uang ini sangat banyak neng ambil kembali ini saya ambil seratus saja sudah lebih dari cukup."


"Pak ini rejeki dari kami bapak tidak bisa menolak bapak terimah ya"


Pak sopir menatap ketiga gadis itu dengan mata berkaca-kaca karena selama hidup pak sopir itu menjadi sopir taksi baru kali ini ia ketemu dengan tiga orang gadis yang memiliki hati yang sangat baik membuat pak sopir terharu karena dapat rejeki untuk beli beras nanti.


"Makasih ya neng...kalau begitu silakan kalian masuk kedalam dan bapak nunggu kalian bertiga disini kalian tidak perlu cari taksi lain lagi bapak antar pulang kalian karena pembayaran kalian sudah melebihan mutar bolak-balik empat kali bahkan lebih ini"


"Tidak perlu pak kami lama didalam jadi bapak pulang saja untuk cari penumpang lain makasih banyak pak karena sudah mau membantu."

__ADS_1


Rejeki untuk pak sopir


__ADS_2