Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
156


__ADS_3

Dengan susa paya Sinta dan petugas rumah sakit bujuk, bu Ayu! Karena bu Ayu gak mau jadi ia ngamuk hebat didalam rumah sakit itu. Sampai petugas yang menanganinnya kewalahan, ternyata kalau orang sakit jiwa ini memiliki kekuatannya dua kali lipat lebih kuat dari masih sehat.


Karena amukan bu Ayu gak bisa dikendalikan terpaksa petugas suntik bu Ayu obat penenang,


Setelah bu ayu tenang, barulah mereka bawah kedalan ruangan. Mbak Eva dan Sinta mengurus semua dari biaya administrasi dan yang lain. Seusai semuanya beres. Sinta, mbak Eva dan mas Bram pulang ke kontrakan.


"Mbak, Sinta kok gak tega ya membiarkan ibu disana. Semoga ibu cepat sembuh ya mbak, biarpun dulu mama agak egois sama Sinta tapi hanya mama yang Kita miliki saat ini mbak, ayah sudah gak ada. Kita yang seharusnya merawat mama, bukan masukan ke rumah sakit jiwa. Tapi Sinta juga gak mau ambil resiko dengan kondisi kesehatan dan mental mama, kalau dibiarkan terus menerus dirumah. Takutknya makin parah."


"Justru karena mbak juga mikir begitu dik, makanya mbak setujuh pas mas Bram berikan usulan untuk bawah mama ke rumah sakit jiwa."


"Iya mbak, mas makasih ya kalau gak ada kalian Sinta gak tahu berbuat apa,"


"Husss! mulai lagi ngelantur ngomongnya, mama itu mama mbak juga, jadi sepantasnya mbak memikirkan kondisinya."


"Oh ya... Mbak, mas. Kitakan kebetulan masih diluar, dan besok mbak balik ke kampung gimana kalau, sekalian aja kita jenguk mas Surya di lapas. Sekalian mbak pamit dan Sinta juga mau beritahu mas Surya, kalau mama sudah kita antar ke runah sakit jiwa."


Mbak Eva, bergeming sebenarnya mbak Eva malas pergi jenguk Surya dilapas, karena menurut mbak Eva sang mama mengalami depresi berat karena perbuatan Surya. Seandainya hanya perselingkuhan yang Surya lakukan. Berarti kejadian ini gak akan terjadi karena Cessie juga gak ambil pusing dengan perselingkuhan mereka.


Hanya karena mereka diusir dari rumahnya saja, kalau soal laporkan ke polisi tentang perselingkugan, Cessie malas melaporkan, hanya saja ini menyangkut uang perusahaan yang di curi oleh Surya dan Nadia dua meliyar itu bukan uang sedikit.


Sehingga sekarang Surya berakhir sepuluh tahun di penjara, sedangkan gundiknya tidak tahu dimana rimbahnya. Itu yang membuat mbak Eva masih sakit hati dengan Surya."

__ADS_1


"Sebenarnya mbak sih malas jenguk Surya Sinta, mbak masih sakit hati dengannya mama bisa masuk rumah sakit jiwa karena perbuatannya."


"Mbak, seburuk apapun mas Surya, dia tetaplah adik kandung mbak, darah persaudaraan itu sangat kental mbak, apalagi besok mbak sudah pulang. Sekalian pamit, kalau soal sakit hati sebenarnya sinta juga sakit hati, sama mas Surya. Tapi mau gimana lagi mbak, Sinta juga dulu jahat sama mbak Cessie tapi mbak Cessie mau memaafkan Sinta."


"Ya mbak tahu kamu jahat, bukan karena memang sifat kamu burul, tapi karena, itu hasutan dari mama makanya kamu juga terpaksa melakukannya, sampai kulia kamu juga korban atas keegoisan mama. Tapi mbak rasa ini karma juga buat mama, kamu masih ingat kan dik, seperti apa perlakuan mama dulu terhadap ayah, sampai ayah meninggal."


"Iya mbak aku tahu, jadi gimana mbak mau ikut gak, kalau mau biar Sinta beli makanan dulu untuk mas Surya."


"Yaudah deh ,Sin. Oh ya tapi kalau kita masuk kedalam berarti mas Bram gak bisa masuk dong".


"Mamang kenapa mas gak bisa masuk"? Tanya Sinta binggung.


"Kalau mas masuk siapa yang jagain Zila, Zila kan gak bisa masuk" ujar mbak Eva.


"Gak ada hanya pikiran mbak aja, karena pikir Zila masih kecil jadi gak dibolehin masuk"


"Hahaha...makanya mbak kalau datang itu tanya dulu sama petugas bisa gak bawah anak kecil, lagian hanya sebentar juga, Zila juga bukan anak bayi lagi. Masa gak bisa masuk"


"Iya ya mbak gak pikir sampai disitu haaha"


"Mas kita cari rumah makan dulu biar beli makanan untuk mas Surya nanti kita balik dari lapas aja kita makan."

__ADS_1


Akhirnya mobil mereka berhenti disebuah rumah makan, Sinta gegas turun dan beli beberapa nasi bungkus, siapa tahu didalam ruang sel ada teman Surya pikirnya biar sekalian. Setelah makanan sudah selesai mereka melanjutkan perjalanan ke lapas,


Tiga puluh menit kemudia mobil berhenti tepat di depan lapas, mereka bergegas turun. Mas Bram lakukan seperti yang di sarankan oleh Sinta tadi ia meminta ijin sama petugas agar Zila bisa, masuk terjadi diijinkan, semua bawaan mereka di periksa. Setelah selesai. Mereka di persilahkan masuk.


Setelah mereka masuk tak selang lama, petuga membawah surya, datang kali ini Surya gak seperti biasanya, yang selalu berkata congkak. Surya langsung duduk di bangku yang sudah tersedia untuk pengunjung.


Setelah Surya duduk , Sinta mulai angkat bicara" mas apakabar! Mas baik-baik aja kan! Ini mas makanan untuk mas jangan lupa bagi ke teman"ujar sinta menyodorkan makanan kehadapan Surya


"Syukur Sin mas baik, seperti yang kamu lihat sekarang makasih ya, buat makananya, oh ya, mama mana? kenapa gak sekalian, kalian bawah mama. Pasti mama kangen sama aku." tanya Surya sedangkan Sinta dan mbak Eva saling pandang.


"Surya itu juga yang membawah kami kesini, besok mbak pulang ke kampung karena, mas kamu akan masuk kerja, makanya mbak kesini untuk pamit sama kamu, jaga diri kamu baik-baik disini dan jangan buat keonaran lagi."


"Seharusnya mbak gak perlu lakukan itu, gak perlu datang pamit sama aku, toh, aku gak bisa lakukan apa-apa"


"Surya. Maafkan mas kamu, yang gak bisa berbuat apa-apa tapi ingat, kita sebagai laki-laki sejatih harus bertanggung jawab dalam setiap perbuatan yang sudah kita lakukan, kamu harus baik-baik disini, jangan membuat masalah, agar nanti kamu mendapatkan remisi dan hukuman kamu diringankan, mas yakin kalau kamu perlakuan baik selama ada dilapas, pasti kamu cepat keluar dari sini."


"Iya mas makasih, tapi aku juga gak bisa janji biarlah Tuhan yang mengatur semuanya."


"Oh ya mas ini kami bawah makanan untuk mas dan teman-teman nanti bagi ya untuk teman yang bersama dengan mas didalam" ujar Sinta.


"Surya...kami kesini selain pamit dan jenguk kamu ada hal penting yang mau kami sampaikan sama kamu, tapi jangan kamu berpikir kalau mbak dan Sinta jahat, karena kami ambil keputusan ini dengan berat hati. Kami juga melakukan ini dengan terpaksa."

__ADS_1


Surya menaikan kedua alisnya saat mendengan perkataan mbak Eva" Apa itu mbak katakan saja gak usa menyembunyikan apappun dariku mbak, saat ini aku sudah gak bisa apa-apa lagi. Jadi tolong jangan membuat aku tbah frustasi mbak."


"Sebenarnya.........!"


__ADS_2