
Keesokan harinya masih pagi-pagi Mbak Eva sudah bangun dan membantu bibi dan Faya di dapur untuk menyiapkan sarapan, karena hari ini, hari terakhir mbak Eva nginap di rumah Cessie dan sebentar lagi mbak Eva akan kembali ke kontrakan Sinta agar besok mbak Eva pulang ke kampung halaman suaminya.
Jadi sebelum mbak Eva pulang ia harus meninggalkan kesan yang baik di keluarga Cessie cukup Surya mencoreng nama baik keluarganya, jam tujuh semua sudah siap dimeja makan termasuk Cessie dan semuanya, Cessie sekarang badannya sudah kembali bagus setelah melahirkan jadi baju apapun yang di pakek tatap terlihat cantik.
"Loh mbak Eva ngapain sibuk menyiapkan sarapan gak perlu mbak, sini kita sarapan bersama. Oh, ya. Mbak pulang jam berapa masih singah ke Kontrakan SInta dulukan?
"Gapapa Cess hanya bantu bibi dan Faya tadi. Iya mbak kembali ke kontrakan Sinta karena semua barang bawaan mbak ada disana, dan setelah sarapan mbak rencana langsung pulang Cess karena mbak harus bereskan barang-barang mbak jangan lupa kalau kamu nikah undang mbak ya. Biarpun mbak gak bawah apa-apa tapi mbak pasti datang, sekalian lihat Abian makasih karena om dan tante mau menumpang Eva disini benerapa hari ini."
"Gapapa nak kalau nanti kamu kesini lagi jangan lupa mampir ya"
Mereka sarapan dalam diam tidak pembicaraan di antara mereka.
Setelah selesai sarapan mereka semua kembali berkumpul di ruang tengah, pak Arya mau ke kantor bersama dengan Aris sedangkan Faya ke butik, Cessie belum bisa kemana-mana karena di larang oleh calon suami dan kedua orang tuanya.
"Om, tante, Cessie dan semuanya sepertinya aku harus pamit, jika ada waktu saya akan kesini lagi." ujar mbak Eva minta pamit pulang.
"Ya sudah kalau begitu Aris antar Eva dulu ke kontrakan Sinta baru kekantor biar ayah duluan saja kasian kalau mereka dengan taksi, padahal banyak mobil di rumah."
"Baik ayah kalau begitu, ayah duluan saja nanti aku nyusul setelah pulang antar mbak Eva" jelas Aris.
"Gak usa ayah, mas pergi bareng ayah saja kan Faya juga mau ke butik sepertinya searah dengan tempat Sinta jadi biar sekalian saja dari pada nanti mas Aris mutar lagi."
__ADS_1
"Aduh...jadi merepotkan sebenarnya tidak perlu saya bisa naik taksi sampai disana"
"Gak kok mbak lagian kita satu arah loh jadi sekalian saja, Faya juga sudah mau berangkat." jelas Faya
Cessie bangkit dari duduknya dan naik ke lantai dua setelah dia turun ada du paper bag di tangannya dan menyerahkan ke mbak Eva, Faya juga begitu entah apa isinya mbak Evan segan membuka sedangkan bu Intan berikan amplop untuk Zila.
"Mbak maaf Cessie gak bisa ngajak mbak pergi jalan-jalan jadi hanya ini yang Cessie berikan semoga mbak suka" ujar Cessie.
"Astaga Cessie gak usa repot, mbak melihat kamu sehat saja mbak sudah sangat bersyukur, tapi makasih banyak ya" ujar mbak Eva tersenyum.
Tak lama Faya keluar dan menenteng satu paper bag di tangan dan menyodorkan ke mbak Eva.
Setelah kedua putry nya memberikan hadia sekarang giliran bu Intan kali ini tidak berupa barang melainkan amplop.
"Nak maksih selama berapa hari disini kamu sangat baik membantu tante dan Faya mengurus semuannya, tante hanya mengucapkan terimah kasih, ini untuk Zila jajan nanti disana hati-hati kalian pulang ya, ingat pintu rumah ini selalu terbuka untuk kamu dan Sinta jika mau jenguk Abian tante dan om tidak melarang tapi maaf kami tidak bisa menerima Surya."
Perkataan dan kebaikan keluarga Cessie seolah satu tamparan keras untuk mbak Eva, mbak Eva hanya mengangguk lemah tidak tahu apa yang harus mbak Eva ucapkan.
Setelah melalui drama panjang akhirnya mbak Eva di antar pulang oleh Faya dan pak Arya terus Aris jadi pergi dengan satu mobil saja.
Sekarang tinggal anak dan ibunya di ruang tengah, tapi belum ada obralan di antara mereka berdua masih bertukar pikir.
__ADS_1
"Bu, m katanya mas Julio kami segerah melangsungkan pernikahan bagaimana menurut ibu, Abian masih sangat kecil bu"
"Iya nak selama kamu koma ibu dan ayah kamu terus orang tua nak Julio sudah sepakat, jika kamu sudah siuman dan kamu rasa sudah sehat kalian langsung menikah ini semata untuk Abian, biar Abian merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Kasian dia masih kecil tapi sudah mendapatkan penolakan dari ayah kandungnya sendiri. Ibu gak mau dia mengenal laki-laki itu sebagai ibu maaf jika kali ini ibu agak keras karena laki-laki itu tidak pantas di sebut seorang ayah."
"Iya Cessie paham bu, kalau begitu Cessie ikut aja bu jika memang itu yang terbaik tidak masalah buat Cessie karena sekarang kebahagiaan Abian lebih penting bu"
Kenapa bu Intan dan bu Rina sepakat agar Cessie dan dokter Julio cepat menikah. Abian bisa mendapatkan kasih sayang dari orang tua yang lengkap.
"Baguslah kalau kamu mengerti nak...ibu gak mau kamu merawat cucu ibu sendirian memang ada ibu dan ayah, faya dan Aris tapi kasih sayang yang kami berikan itu bedah dirasakan oleh Abian ketimbang orang tuanya sendiri ibu percaya suatu saat nanti jika Abian tahu siapa dia sebenarnya dia tetap memilih Julio sebagai ayahnya bukan laki-laki itu"
Setelah selesai bu Intan dan Cessie membahas soal pernikahan Cessie nanti, Cessie langsung naik ke lantai dua dan masuk ke kamar Abian yang saat ini Abian di jaga oleh seorang suster.
"Sus, bagaimana dengan Abian sudah minum susu?" Cessie mendekati tempat tidur Abian dan ternyata Abian lagi asyik bermain sambil mengangkat kedua kaki dan tangannya.
"Hay anak mama, lagi apa kamu nak, anak mami lagi apa sayang, lagi main ya sama suster jangan rewel ya sama suster,, cuppp....cupp..cuppp gemas banget deh lihatnya pipi chubbynya sangat mengemaskan."
"Iya bu, Abian memang anak yang baik gak perna rewel, dia rewel juga kecuwali dia haus dan cari susu disitu dia rewel tapi kalau sudah minum susu, dia langsung bermain sendiri kalau gak tidur makanya pipi nya chubby banget."
Cessie manatap anaknya dengan tatapan sendu, seandainya Surya tidak berzina dan tidak korupsi mungkin mereka sampai sekarang masih bersama untuk merawat Abian dengan penuh kasih sayang. Tapi sayangnya semua itu hanya agan dan sampai kapanpun itu tidak akan perna terjadi.
Tidak masalah bagi Cessie sekarang karena tanpa Surya pun dia bahagia, karena putranya sudah lahir dengan selamat dan sebentar lagi dia juga akan menikah dengan pria yang sangat menyayanginya dan putranya tanpa lihat status.
__ADS_1