Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
138


__ADS_3

Mbak Eva keluar dari kantor polisi dengan hati yang begitu sakit bagaimana tidak, adik yang selama ini di sayangi sekarang ia mala membangkang dan bahkan merendahkan mbak Eva. Mbak Eva gak habis pikir dengan perubahan sang adik, manakala dulu adiknya masih bersikap ramah dan percaya sama mbak Eva tapi tak dengan sekarang. Itu yang membuat mbak Eva menangis.


Mas Bram yang melihat istrinya keluar dari kantor polisi sambil menangis merasa heran, karena tadi istrinya masuk kedalam kantor polisi dalam keadaan baik-baik saja, kenapa mala pas keluar dengan keadaan menangis begitu. Mas Bram langsung menghampiri istrinya dan merangkul dari belakang. Sambil bertanya" hay sayang kamu kenapa? siapa yang membuat istriku menangis begini bilang sama mas sayang siapa yang membuat kamu menangis"


Bukannya menjawab, mbak Eva mala semakin menangis sesunggukan, mas Bram dengan lembut menghapus air maya istrinya. Ya siapa pun yang ada di posisi mbak Eva pasti merasa sakit hati.


"Sayang jawab dong siapa yang membuat kamu sedih begini, tadi kamu kedalam baik-baik saja kenapa keluar mala menangis?"


"Mas apakah aku terlihat sangat jahat dan buruk dimata adik-adikku, menurut mas apa aku jahat? mas kenapa adikku sendiri bisa bersikap seperti ini sama aku mas, padahal aku mau Surya sadar dan beruba, tapi mala dia menilai aku buruk."


"Hmmm kata siapa kamu kak yang buruk sayang, kamu itu kak dan istri yang paling baik, biarkan aja Surya disitu kalau setiap kamu datang kesini dia gak beruba mala menghina kamu mas juga gak akan mau kami kesini lagi. Mendingan kamu gak usa datang lagi, mas gak akan ijinkan kamu datang kesini lagi hanya untuk dibikin sedih, yuk kita pulang dan jangan pernah kesini lagi."


Akhirnya mbak Eva, mas Bram dan Zila pulang ke kontrakan dengan hati yang sakit.


Sedangkan Surya yang di tinggalkan oleh mbak Eva begitu saja merasa menyesal telah menyakiti hati mbaknya dengan kata-katanya, padahal selama ia di tahanan yang datang menjenguknya adalah mbak Eva, Sinta dan sang mama tak sekalipun menampakan batang hidungnya.


Padahal dulu mamanya lah yang paling banyak menuntut, giliran sekarang ia jatuh dalam masalah, bu Ayu seolah gak peduli padahal bukannya gak peduli tapi bu Ayu sekarang juga kondisinya tak memungkinankan, sudah seperti orang setegah waras begitu. Dab kalau Sinta sibuk kerja jadi gak sempat.


Surya jadi frustasi ia merasa menyesal karena sudah menyakiti hati kaknya."Ya Tuhan kenapa aku begitu bodoh sih, kenapa aku gak bisa menjaga perkataanku, pasti mbak Eva sedih banget" ujar Surya sambil menjabak rambutnya


*****

__ADS_1


Satu minggu telah berlalu, tepat hari ini sidang keputusan hukuman Surya diselengarakan di pengadilan.


Sekarang mbak Eva dan sang Suami sudah bersiap untuk berangkat ke pengadilan untuk mengikuti sidang tuntutan pidana untuk surya. Hari ini jam sembilan pagi, bukan hanya mbak Eva dan suaminya tapi juga Sinta turut hadir kalau bu Ayu gak bisa karena kondisinya, takutnya sampai disana mala ngamuk lagikan bahaya.


Setelah selesai mbak Eva bersiap berangkat menjemput Sinta ke kontrakan yang sekarang masih tinggal di tempat Nadia. Karena mereka mau jemput Sinta biar bareng aja satu mobil kasian Sinta nanti harus naik taksi lagi.


"Sayang kamu sudah hubungi Sinta belum kalau nanti kita jemputnya takutnya dia duluan pergi naik taksi"? Tanya mas Bram


"Sudah mas, Sinta lagi nungguin kita katanya, jadi ayuklah biar kita cepat sampai disana"


Akhirnya mbak Eva dan suaminya berangkat ke pengadilan tapi sebelumnya mereka singah untuk jemput Sinta dan sekalian melihat kondisi sang mama karena setelah ini mbak Eva akan kembali ke kampung suaminya jadi gak tahu kapan balik ke kota lagi.


Sedangkan di rumah besar keluarga pak Arya, seorang perempuam cantik baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengunakan kimono di badan dan juga rambutnya masih basah, terlihat perutnya sedikit membuncit tapi tak urun memperlihatkan kecantikannya, biarpun badannya agak sedikit berisi tapi, itu mala makin membuat Cessie terlihat semakin mempesona.


Karena Faya juga mau ikut kepersidangan jadi ia memutuskan untuk nginap di rumah Cessis agar mereka bareng ke pengadilan, setelah Cessie mandi, ia menuju ke meja riasnya dan mengeringkan rambutnya dan mengolesi wajahnya dengan Cream setelah selesai baru diolesih sedikit make up di wajahnya, make up Cessie sangat natural tapi tetap terlihat sangat cantik.


Cessie membuka lemarinnya dan mengambil dress berwarna hitam selutut, karena perut Cessie makin besar jadi ia lebih nyaman pakai dress yang agak sedikit longar tapi tetap anggun dan cantik.


Sedangkan Faya gantian mandi setelah dua puluh menit Faya dari kamar mandi akhirnya, dan langsung mengeringkan rambutnya yang basah, ia langsung bersiap-siap, setelah selesai mereka berdua turun kebawah untuk sarapan ternyata, pak Arya, bu Intan dan Aris sudah menunggu di meja makan.


Aris yang melihat mereka berdua baru turun dari atas ia mulai jailin adiknya.

__ADS_1


"Ya ampun ayah, ibu lihatlah putry dari kayangan baru turun, anggun sekali kayak princess ya bu, ayah." ujar Aris tekekeh.


Pak Arya dan bu Intan ikut terkekeh melihat tingkah putranya yang suka jailin adiknya.


"Iya nak adik kamu memang cantik, pasti ponakan kamu keluar juga kalau gak ganteng pasti cantik kayak ibunya." ujar pak Arya


"Kalau nanti ponakan lahir dan laki-laki pasti ganteng kayak pamannya lah yah hahaha"


Cessie dan Faya melangkah mendekati meja makan. Dan langsung duduk.


"Dek kamu cantik banget hari ini, kamu gak sengaja kan nanti membuat mantan suami kamu mimpi buruk malam ini , karena hari ini ia melihat pery turun dari kayangan haahha." ujar Aris ngejek adiknya


"Ih...bu, yah...lihat tuh putra kalian suka kali ngejek." ngaduh Cessie membuat sang ibu dan ayahnya tertawa.


"Udah kita makan dulu nanti baru lanjut, sekarang kita harus berangkat ke pengadilan takutnya telat"


Akhirnya mereka semua sarapan pagi ini dengan diam hanya bunyi sendok dan piring aja. Setelah selesai makan mereka berlima dengan dua mobil pak Arya dan bu Intan satu mobil sedangkan Aris, Faya dan Cessie satu mobil. Awalnya mereka rencana dengan satu mobil aja tapi karena, Cessie dan Aris rencana selesai dari pengadilan mereka langsung ke kantor karena ada yang mau mereka urus.


Akhirnya mereka dengan dua mobil, karena Faya juga nanti akan ikut ke perusahaan Cessie. Karena Faya juga pengen lihat kondisi kantornya Cessie lantaran sudah lama sekali Faya gak kekantor Cessie. Selama mereka berteman baru dua kali Faya ikut ke perusahaan Cessie namum setelah Cessie menikaj dan menyembunyikan identitasnya.


Mulai dari situ Faya gak perna lagi berkunjung, makanya Faya pengen kesana lagi mau lihat situasi di perusahaan pasti banyak perubahan. Lagian Cessie juga yang meminta Faya untuk datang keperusahaan itu agar lebih dekat lagi dengan Aris karena Cessie rencana menjodohkan Faya Dengan kak Angkatnya itu.

__ADS_1


Apalagi Cessie sudah sangat mengenal Faya jadi Cessie tahu sikap Faya yang sesunggunya, Faya agak sedikit cerewet tapi sangat baik, sedangkan Aris agak sedikit kak tapi sangat penyanyang, ia menyayangi seseorang dengab tulus apalagi itu seorang perempuan. Aris dari kecil sudah di tinggal sama orang tuanya, jadi hidup sebantang kara.


__ADS_2