Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
141 Lima Miliyar


__ADS_3

Pintu terbuka dan keluar lah Nadia dari dalam kamar mandi, ia melihat pria asing itu menatapnya dengan tatapan tajam membuat Nyali Nadia langsung ciut melihat macan yang ada didepan mata yang siap mau menerkamnya.


"Aduh....kenapa seram gini ya seperti mau nerkam aku aja, matanya mala meloto gitu lagi kayak lihat setan aja" gumam Nadia dalam hati


"Bisa gak kamu itu cepatan sedikit ha...kalau mandi? saya juga mau ke kamar mandi, ini bukan tempat kamu jadi suka-suka kamu ya, dari tadi di tungguin lama benar deh...awas jangan berdiri kayak patung aja di depan pintu, saya mau masuk " pintah pria asing itu ngamuk sama Nadia,


Ia bangun bangkit dari duduknya dan langsung mendorong Nadia menjauh dari hadapannya, namun biarpun perlakuan kasar pria itu terhadap Nadia, Nadia tetap diam gak ada perlawanan karena takut nanti dia disiksa lagi, padahal rencana ia mau kabar nanti malam. Nadia benar-benar gak punya nyali saat ini untuk melawan.


Nadia langsung bergeser dari depan pintu kamar mandi dan pria asing itu langsung berlalu masuk kedalam kamar mandi. Iya sama sekali gak peduli Nadia hampir saja jatuh tersungkur untuk Nadia masih sempat berpengang dengan dinding.


Brakkkk!!


Pria asing itu langsung membanting pintunya membuat Nadia tergeloncat kanget, tapi ia tetap diam kali ini Nadia gak punya nyali untuk melawan apalagi melihat kondisinya yang sangat prihatin, kalau Nadia melawan pasti belum apa-apa sudah kalah, ibaratkan kata pepata kalah sebelum perang, jadi mendingan ia diam dari pada babak belur lagi karena di hajar sama pria itu.


Nadia duduk diatas kasur menunggu pria itu keluar dari kamar mandi, Nadia memiliki ide untuk mengambil hati pria itu agar bisa pergi dari tempat terkutuk itu. Namun belum tentu berhasil karena, pria itu bukan sembarangan pria, ia adalah anak buah Cessie jadi otomatis Cessie sudah beritahu seperti apa kelicikan Nadia jadi gak sengampang itu pria itu dikelabui oleh Nadia.


Tak selang lama pria itu keluar ternyata ia bukan hanya buang air aja, namun juga sudah mandi bersih terlihat segar dan fres membuat Nadia terpanah melihat kegantengan pria itu.


"Hmmm ganteng sih tapi jahat" gumam Nadia dalam hati.


"He....gak usa natap gitu nanti jadi naksir, aku tahu aku ini memang ganteng tapi aku gak suka di lihatin sama perempuan munafik dan egois seperti kamu, ingat ya sabentar lagi aku akan keluar, tapi awas jangan coba-coba kabur kalau berani kamu kabur dan aku dapat ketemu kamu bukan hanya tubuh kamu yang aku siksa tapi nyawa kamu juga akan hilang."

__ADS_1


"Aku serius bukan main-main jadi jangan, meremekan perkataan ku jangan sampai kamu masuk dalam masalah besar."


Nadia susah payah menelan selivanya, ia gak menyangka bisa bertemu dengan seorang pria yang gak ada lembut sedikitpun terhadap wanita.


Setelah selesai bicara pria itu berlalu pergi meninggalkan Nadia termenung di atas tempat tidur, padahal tadi ada niatan mau bicara dengan pria itu, tapi pada saat pria itu keluar dari kamar mandi keberanian Nadia hilang seketika, akhirnya Nadia gak jadi bicara sampai pria itu pergi.


Tinggallah Nadia seorang diri didalam kontrakan ukuran sepetak itu Nadia meringkus disitu. Kasian kali hidup kamu Nadia kamu sudah satu minggu terkurung disitu dan belum juga kabur. Kamu kayak di penjara aja, padahal kamu kabur dari rumaj sakit karena takut di penjara sekarang kamu mala masuk ke kandang sigah yang lebih mengerihkan dari pada di penjara. Memikirkan itu membuat bulu kuduk Nadia berdiri.


Sedangkan pria itu setetelah keluar dari kontrakan ia langsung mengeluarkan hpnya dan menelpon seseorang." Hallo bos gimana dengan perempuan ini bos, apa yang harus saya lakukan dan kapan bos datang kesini, soalnya perempuan ini ingin pergi bos katanya minta antar pulang ke oran tuanya."


"Iya Hallo Ben...saya belum bisa datang kesana karena sekarang saya lagi sibuk dan masih menghadiri sidang di pengadilan, jadi terserah kamu aja mau apain perempuan egois itu. Saya sekarang ke tangan kamu asal ingat jangan sampai ia mati, sayang lah kalau dia cepat mati belum merasakan penderitaan. Nanti Saya akan kirim wa kekamu cara untuk menyiksanya.


"Wah....mantap bos kalau begitu makasih ya bos"


Mereka sama-sama mengkahiri panggilan sedangkan orang yang di panggil bos adalah Cessie ya, jadi selama ini diam-diam Cessie memiliki anak buah, karena dulu pak Arya sempat masukan Cessie ke pelatihan seni bela diri dari situ lah mereka membuat kelompok dan Cessie bosnya atau ketuanya.


Wah...ternyata pria asing itu namanya Ben, kasian kamu Nadia sekarang Cessie sudah lepas tangan jadi kamu siap-siap aja meneriman siksaan. Entah apa yang akan dilakukan Ben terhadap Nadia ya?.


Malamnya tepat jam delapan Nadia sudah siap dengan kekuatan yang tersisah, ia mencongkel kunci yang ada di pintu sekitar satu jam, akhirnya berhasil ia membukan pintunya dengan hati yang girang Nadia melompat, ia sejenak melupakam siksaan dan perutnya yang masih sakit karena dia pikir sudah bebas.


Dan Nadia juga sudah mencuri uangnya sih Ben yang tersimpan didalam lemari kecil yamg gak seberapa pakian didalamnya, dengan langkah gontai dengan susah Payah Nadia keluar dari kontrakan itu dan hendak pergi, namun betapa terkejutnya Nadia dan nyalinya langsung menciut setelah ia melihat tiga orang pria berdiri tepat di depan pintu.

__ADS_1


Deg.....


Jantung Nadia langsung berdisko...sudah gak karuan dengan terbata-bata Nadia berucap" ka kalian mau apa kalian kesini? aku mohon biarkan aku pergi....aku gak perna melakakuan kesalahan sama kalian jadi sekarang kalian pergi....dan lepaskan aku." Nadia mundur kebelakang dan sampai tubuhnya terbentur di dinding kontrakan. Karena memang kontrakan yang disewa oleh Ben terbuat dari dinding trimplek.


Namun semua perkataan Nadia hanya agin lalu bagi ketiga orang itu, apa lagi muka Ben kelihatan murkan. Ia maju dan dengan kasar langsung menyeret Nadia dan menghempaskan ke atas kasur, sampai Nadia tercekik karena perutnya sangat sakit ia sampai memohon mengatupkan kedua tangannya untuk meminta belas kasihan. Namun ketiga orang itu seolah gak memiliki hati belas kasihan terhadap Nadia.


"Arg......sakit....tolong biarkan aku pergi...aku mohon lepaskan aku jangan menyiksa aku disini karena kalau aku mati kalian akan masuk penjara pasti suami dan orang tuaku akan mencari aku dan menuntut kalian. Jadi lepaskan aku bajingan.....aku gak perna melakukan kesalahan sama kalian kenapa kalian berani menyiksa saya disini.


Mendengar makian keluar dari mulut Nadia Ben langsung maju dan mencengkram rahang Nadia."Kamu bilang apa tadi kamu gak perna melakukan kesalahan sama kami, ya betul sekali kamu memang gak perna melakukan kesalahan kepada kami tapi, kamu berani menyingung bos kami.


Prak.....prak.....ini tamparan untuk kamu yang sudah menghancurkan hidup orang, selama seminggu disini aku pikir kamu takut dan beruba, ternyata aku salah kamu mala berniat mau kabur lebih parahnya lagi kamu mencuri uangku.


"Argh......ampun.....tolong ampuni aku jangan menyiksa aku lagi, ia aku salah karena aku sudah mengambil uang kamu, karena aku gak mau disini kalau kalian mau antar aku pulang nanti aku bayar kalian."


"Hahaahha......apa kamu bilang, mau bayar kami, halu kamu itu ketinggian...dari mana kamu dapat uang untuk bayar kami, kamu pikir bayaran untuk kami itu sedikit lima miliyar apa kamu mampu"?


"Ha...lima miliyar gila, uang sebayak itu aku dapat dari mana, dasar kurang ajar mereka mau memeras aku, ah....aku punya ide gimana kalau aku iyakan aja biar aku bisa lolos dari sini nanti kalau aku sudah sampai di rumah aku gak usa kasih kalau mereka nuntuk aku lapor polisi....eh jangan akukan masih buronan." ujar Nadia sudah dalam suasana tersulit aja ia masih memikirkan untuk mengelabui orang


"Gimana mau gak lima miliyar, kalau mau kita antar pulang."


"Ok deh aku setuju tapi pembayarannya nanti setelah aku sampai di rumah orang tua aku ya soalnya kalau sekarang aku gak punya uang." dengan percaya dirinya Nadia ok aja padahal ia gak tahu kalau ketiga pria itu sudah punya rencana tersendiri.

__ADS_1


"Ok kami setuju tapi sebelum kami antar pulang kamu, dengan satu syarat kamu harus berikan kepuasan kepada kami bertiga, kami gak butuh jawaban".


Nadia tercengang mendengar perkataan pria yang bernama Ben itu namun sebelum Nadia menjawab salah satu dari antara mereka bertiga sudah menimpah tubuh Nadia sedangkan yang dua lagi keluar mereka menanti giliran jadi m


__ADS_2