
Surya menunggu gojek tak lama gojek datang, dan Surya sengera naik dan pergi meninggalkan kedua perempuan yang lagi bersitengang didalam rumah, pas Nadia melihat Surya pergi Nadia teriak dan menahan Surya agar ia gak pergi, namun parcuma karena Surya sudah berlalu Nadia frustasi didalam setelah ia melihat usahanya sia-sia gak bisa mengejar Surya, Nadia kembali menatap bu Ayu dengan tatapan mematikan.
Nadia melangkah maju dan melayangkan satu tamparan tepat di pipi perempuan paru baya itu, karena bu Ayu gak siap akhirnya ia tersungkur di lantai itu membuat bu Ayu emosi dan ia langsung bagun dan hentak menampar Nadia lagi namun Nadia sudah keburu kabur ke dalam kamar, Humm untungnya kemarin Nadia sudah menyuruh orang untuk memberbaiki pintu kamar yang sudah rusak jadi bu Ayu gak bisa membukanya, kalau gak entah jadi apa mereka berdua.
Karena bu Ayu merasa ia gak bisa melampiaskan emosinya ke Nadia dengan menampar. Bu Ayu hanya mencaci maki Nadia dari luar pinta sesekali ia menendang pintu kamar.
"Dasar perempuan gak punya etika mungkin kamu gak perna didik sama mama kamu ya, sampai orang tua juga kamu gak segan untuk memukulnya. Aku sangat menyesal merestui kamu dengan anakku, seandainya aku tahu dari awal mendingan Cessie yang aku sayangi."
"Lihat aja besok aku akan datang dengan Surya ke rumah orang tua Cessie, agar Cessie kembali dengan Surya dan Aku suruh Surya meninggalkanmu lihat aja nanti."
Bu Ayu gak terimah kalau Nadia berani memukulnya sampai mulutnya gak bisa diam, sedangkan Surya sekarang sudah sampai di caffe tempat Surya dengan Sinta janjian sebenarnya Surya juga penasaran, apa yang mau adiknya bicarakan sepertinya hal yang sangat penting sehingga Sinta gak mau didengar oleh sang mama dengan Nadia.
Surya menunggu di caffe itu, sambil pesan kopi untuk menghilangkan rasa bosan Surya sambil main hp, namun tiba-tiba Surya keingat hubungi Cessie, dengan ragu-ragu surya cari nomor Cessie dan segerah menelpon Cessie tapi sayangnya sudah berulang kali Surya telpon nomor Cessie gak aktif.
"Ck, perempuan ini juga sok jual mahal, padahal ia juga gak mau pisahdari aku, buktinya ia gak ceraikan aku, besok mendingan aku sama mama aja ke rumah pak Arya, untung aku sudah dapat alamat rumahnya.
Surya berpikir apakah Cessie sudah ganti nomor atau cessie memblokirnya, masih dalam memikirkan hal itu tiba-tiba Sinta muncul, ia langsung menyapa Surya."Mas sudah lama disini, maaf mas tadi selesai harus beres-beres dulu."
__ADS_1
"Gak kok mas juga baru datang, Mas pusing Sinta seharian mas cari pekerjaan tapi hasilnya sama saja gak ada lowongan kerja, mas sudah cape pikir mas pulang sampai rumah bisa tenang pikiran mas tahunya, mama dengan Nadia berantem sampai makanan aja tumpah berceceran di lantai, mas lapar belum makan."
Sinta yang mendengar keluhan dari Surya merasa iba bagaimana pun dulu sebelum Sinta kerja, ia juga selalu mendapatkan uang dari Surya masnya dan kebetulan hari ini Sinta dapat rejeki dari mantan kak Iparnya itu biarlah ia mentraktir masnya makan. Tapi Sinta sudah berjanji pada dirinya kalau ia gak mau beritahu siapapun soal Uang yang diberikan Cessie padanya. Takutnya mamnya yang serakah itu memanfaatkannya lagi untuk meminta uang sama Cessie.
Sekarang Sinta sudah gak mau lagi mengikuti semua kemauan sang mama. Ia gak mau masuk dalam lubang yang sama, Sinta prihatin dengan Surya.
"Mas lapar? Kalau mas belum makan, mas pesan aja nanti Sinta yang bayar." ujar Sinta seketika Surya menatap adiknya itu ia gak percaya kalau adiknya sekarang punya uang.
"Serius Sin kamu benaran mau traktir mas makan? Kamu dapat uang dari mana bukannya kamu belum gajian ya?" tanya Surya
"Serius mas pesan aja Sinta bayar, jadi kebetulan tadi bos besar datang ke restoran pas jam makan siang jadi ia membagi untuk karyawan uang tip, karena selama ini mas yang selalu memberikan Sinta uang jadi biar kali ini Sinta traktir mas, setelah selesai makan baru kita bicarakan hal yang sangat penting."
"Mas sebegitu lapar ya sampai belum lima menit juga sudah habis makanan itu, memangnya seharian mas gak makan.?"
"Hahaha mas kan sudah bilang Sin kalau mas sangat lapar karena, karena tadi pas mau makan mama sama Nadia berantam sampai mas lupa makan, makasih ya Sin kamu sudah traktir mas makan." ujar surya terkekeh.
"Gak perlu berterimah kasih mas karna selama ini juga mas yang selalu memberikan aku uang, apa perna mama perhatikan Sinta, gak pernah mas, mala mama yang selalu menekan Sinta untuk melakukan sesuatu yang Sinta gak suka, tapi sekarang Sinta gak mau di perdaya sama mama lagi mas, Sinta mau punya hidup sendiri tanpa di kekang."
__ADS_1
"Iya mas tahu, yang penting kamu jangan mengikuti jejak mas ya, mendingan kamu mengikuti sifat mbak Eva yang baik dan tulus dengan siapapun. Oh ya katanya mau bicara hal yang penting apa itu Sin, boleh bicara aja sekarang mas sudah kenyang".
Sinta diam sejenak dan menarik napas dalam, sebenarnya Sinta gak mau memberitahukan hal ini ke surya namun takutnya Surya murka, jadi terpaksa Sinta sampaikan kepada surya perihal surat panggilan dari pengadilan agama, apakah, mameng Surya sudah menerima tapi sengaja gak datang atau, betul Surya belum menerima dan gak tahu sama sekali mengenai surat itu.
"Mas, apakah mas benar-benar sudah gak cinta lagi sama mbak Cessie". Tanya Sinta membuat Surya binggung
"Kenapa kamu bertanya begitu, bukannya kamu tahu kalau mas masih ingin kembali dengan Cessie, memangnya kenapa"
"Hmm anu...anu mas, terus kalau benar mas masih sayang sama mbak Cessie kenapa mas gak ikut sidang di pengadilan agama mas".
Pertanyaan Sinta sontak membuat Surya kanget bukan main, kenapa tidak Surya merasa belum perna menerima surat panggilan, terus kenapa tiba-tiba Sinta bilang begitu.
" Ha...kamu bilang apa Sin, sidang Cerai? kamu gila ya Sin, mas aja gak tahu, memangnya kapan sidangnya biar mas datang, mas gak mau kehilangan Cessie Sin mas mau kembali dengan Cessie, pokoknya mas harus ikut."
"Ha, jadi benar mas belum menerima surat panggilan, tapi mas tahu gak kalau hari ini sidang cerai pertama kalian mas di gelar jam sembil tadi pagi".
Betapa syoknya surya mendengar cerita dari sinta kalau sidang cerai pertama sudah selesai.
__ADS_1
"Apa....sidang cerai pertama di gelar hari ini ? Kamu tahu dari mana Sinta, kenapa kamu gak kasih tahu mas tapi kamu mala diam aja"? teriak Surya sampai mata para pengunjung di caffe tertuju pada mereka berdua.