Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
109 Depresi Ringan dan Nasehat Teman


__ADS_3

Setelah Nadia tenang barulah dokter periksa kondisi Nadia sembari berkata" mbak sepertinya bu Nadia agak sedikit depresi ringan mungkin karena bu Nadia belum bisa menerima kondisinya saat ini, sehingga ia terguncang, tapi mbak tenang aja, bu Nadia akan baik-baik saja. Saya parmisi dulu kalau ada apa-apa mbak tinggal panggil aja.


"Baik dok makasih"


Dokter berlengang keluar bersama dengan suster meninggalkan ruangan.


Sedangkan di tempat lain didalam tahanan, seorang laki-laki yang sedikit berantakan ada berdiri memengang tralis besi, ia menatap nanar kedepan, saat ini ia frustasi memikirkan kondisi calon istri dan calon bayinya. Entah bagaimana keadaan mereka sekarang, ia sama sekali gak bisa berbuat apa-apa saat ini. Ia juga memikirkan kira-kira jika sidang tuntutan pidanah entah berapa tahu.


Dalam kondisi down, Surya tiba-tiba ingat dengan Sinta, Surya yakin kalau saat ini yang bisa di andalkan adalah Sinta karena gak mungkin sang mama.


Surya inisiatif minta pinjam tahan telpon dari kantor polisi, ia telpon Sinta dan langsung tanya kabar tentang kondisi Nadia.


Ternyata setelah bicara dengan polisi Surya di ijinkan untuk telpon, tapi hanya sepuluh menit gak lebih, Surya memanfaatkan kesempatan itu dan langsung menghubungi nomor Sinta, telpon pertama gak di angkat membuat Surya mengerutu.


"Aduh Sinta kamu kemana sih, giliran kondisi darurat begini baru kamu di telpon susah banget lagi, bikin kesal aja" ujar Surya kesal.


Namun biarpun Surya kesal ia mencobak sekali lagi, ternyata langsung di angkat oleh Sinta.


"Hallo siapa ini"? Tanya Sinta karena nomor baru.


"Hallo Sin ini mas Surya"


"Ha, benaran mas Surya kok telpon pake nomor baru sih kirain siapa lagi, makanya tak Sinta angkat tadi kirain orang hanya iseng telpon."

__ADS_1


"Sin mas mau nanya kamu ada dimana sekarang, kamu di rumah sakitkan? Terus bagaimana dengan kondisi Nadia Sin? mas dari tadi kuatir sekali mas takut Nadia dan kandungannya kenapa-kenapa."


Ya ampun baru tadi Sinta menghadapi Nadia, yang hampir membuat jantungnya copot , mala sekarang muncul lagi Surya. sampai sekarang belum juga tenang sekarang Surya lagi yang muncul, tapi Sinta juga gak bisa diam aja gitu mendingan cerita aja sama Surya soal keguguran Nadia, kalau soal angkat rahim biar aja Nadia yang kasih tahu langsung.


Itu bukan hak Sinta pikirnya. Sinta diam sesaat sampai ia diteriakin sama Surya karena Surya kejar waktu, tinggal lima menit lagi, bukannya Sinta jawab mala diam.


" Hallo Sinta kamu dengar mas gak, Sinta kamu kenapa sih jawab dong habis waktunya, bagaimana dengan kondisi Nadia."


"I iya mas Sinta dengar, mbak Nadia lagi istirahat mas tapi, mbak Nadia keguguran mas kandungannya gak bisa pertahankan" ujar Sinta menjelaskan.


"Apa....Nadia keguguran ya Allah..kok bisa Sin....."


"Maaf pak sudah habis waktu...."


Karena anak itulah ia menghianati Cessie sekarang mala, Nadia keguguran, Surya langsung ingat kembali dengan dorongan Aris waktu itu makanya Nadia keguguran, membaut Surya gelap mata tatapan mematikan.


"Lihat aja kalian laki-laki pengecut saya akan balas perbuatan kalian yamg sudah menghilangkan nyawa anak saya, sehingga ia gak bisa lahir kedunia ini, akan kalian tanggung nanti"


"Maafkan papa ya nak, papa gak bisa menjaga kamu dengan mama kamu sehingga kamu bisa pergi meninggalkan papa, tapi kamu tenang aja nak papa akan balas semua perbuatan manusia yang membuat kamu gak jadi lahir kedunia ini."


Yaelah Surya kamu memang gak ada sadar-sadarnya ya, bukan Aris yang lakuin itu tapi itu karma buat kamu dan Nadia, memang dasarnya egois gak akan perna tobat dan sadar. Tunggu aja Surya ini belum seberapa, karena hukuman kamu belum di putuskan, dan biarpun kalau seandainya anak itu gak ninggal. Kamu juga gak bakal hidup dengannya karena Nadia akan pergi meninggalkan kamu, dan rencana akan kembali ke suami pertamanya jadi kamu tunggu aja.


Seharusnya kamu cepat sadarlah Surya agar bisa perbaiki hidupmu, pada saat kamu di penjara agar kelak kamu keluar hidup kamu sudah menjadi lebih baik. Dan memulai hidup baru mengawali semua dari awal lagi, jangan membuat hidup kamu makin ribet dan makin hancur. Bukannya menyadari kesalahan dan minta ampun Sama Tuhan ini mala kamu mau balas dendam lagi sama Aris dan Cessie, mau cari mati atau mau cari hidup hahaa.

__ADS_1


Ternyata didalam tahanan itu bukan hanya Surya aja tapi ada tamannya juga, namum dengan kasus yang berbedah, karena teman Surya melihat kondisi Surya lagi kacau, dan frustasi, temannya itu berusaha mendekati Surya dan menepuk bahu Surya.


"Bro kamu kenapa kelihatannya kamu gak baik-baik saja ada apa boleh kok kamu berbagi sama saya."


Namum Surya bergeming, ia gak menangapi perkataan temannya itu, namum temannya gak memyerah dan segera duduk di samping Surya sembari berkata" Masalah itu datang karena berawal dari diri kita sendiri, bukan karena orang lain. Jadi kalau terjadi sesuatu sama kita, jangan suka nyalahin orang lain, cobak sekali-sekali kita intropeksi diri."


Surya yang awalnya menunduk tanpa suara sekarang ia mengankat kepalanya dan menoleh ke arah temannya, sembari berkata, "Bro bukan kamu yang diposisi saya, makanya kamu terlihat santai, kalau seandainya kamu tahu istri kamu keguguran karena ulah orang lain bagaimana bro apa kamu diam aja gak munkinkan."


"Haha...teman surya tertawa pahit, " gak mungkin ada asap kalau gak ada api kamu tahu kenapa saya bisa ada disini, biar saya kasih tahu kamu , saya disini karena saya bunuh orang, menurut saya orang itu gak salah tapi saya yang salah, tapi saya waktu itu gak sadar dan masih mementingkan keegoisan saya dan kamu tahu saya juga yang membuat orang tua saya meninggal."


Akhirnya temannya Surya cerita perjalanannya kenapa sampai ia di penjara saat ini.


"Waktu itu saya, jago dalam main judi online kata lain kecanduan, padahal saya sudah kalah terus namun nukannya bertenti tapi mala makin mengila. Karena terus main dan kalah saya makin penasaran akhirnya saya minjam uang ke rentenir."


" Sebanyak seratus lima puluh jutah dengan jaminan sertifikat rumah ayah saya, karena semakin candu dengan game tapi tak kunjung menang juga akhirnya habis uang itu, saya gak bisa bayar cicilan rumah pakek apa sedangkat sebentar lagi akan jatuh tempo otonatis sih rentenir akan datang kerumah."


"Suatu ketika rentenir datang ke rumah pas saya gak ada di rumah, jadi mereka leluasa obrak abrik rumah dan mereka mengusir ayah dan ibu keluar paksa dari rumah, padahal itu kesalahan saya, tapi yang menanggung masalah orang tua saya, kebetulan orang tua sama-sama mengidap penyakit jantung. Jadi karena syok mereka berdua langsung pingsan dan dilarikan ke rumah sakit tersekat, tapi sayangnya orang tua saya tak bisa di selamatkan mereka meninggal di perjalanan ke rumah sakit."


"Hal itu yang memicuh kemarahan saya dan membuat saya terpukul dan gelap mata, sehingga saya datangi sih rentenir dan saya bacok sampai tewas di tempat. Bahkan bukan hanya dia istrinya juga ikut saya bacok padahal kalau dipikir-pikir dan di renungkan saya yang salah. Seharusnya semua itu kembali pada diri saya dan disini sebenarnya saya lah yang patut di salahkan dalam kematian orang tua saya, bukan sih rentenir itu, karena dia datang hanya mengambil apa yang sudah dijanjikan".


"Jujur saya sangat menyesal dan memohon pengampunan sama Tuhaj dan belajar untuk bertobat, jadi saran saya cobak kamu pikirkan apa yang sudah perna kamu lakukan di luar sebelum masuk kesini, bisa jadi kamu perna menyakiti hati orang yang sangat mencinta kamu, semoga kamu paham dengan apa yang saya maksud."


" Jangan perna merasa kalau diri kita yang paling benar dan orang lain yang salah, tapi harus intropeksi diri kenapa bisa ada disini dan kenapa ini semua bisa terjadi, bisa jadi ini karma dari masala lalu yang perna kita perbuat. Karena itu segali Tuhan masih memberikan kita kesempatan bertobatlah, tak selamanya kita bersama, bisa jadi hukuman saya seumur hidup atau bisa di langsung dieksekusi karena sudah menghangkan nyawa orang, semoga manfaat.

__ADS_1


__ADS_2