
Sekretaris Lita yang mendengar kalau dirinya menang proyek besar itu terkejut dan sangat senang ternyata gak sia-sia sekretaris Lita datang rela di antar dengan motor aja sehingga sampai cepat...Parcuma juga Aris datang tapi gak berguna pada akhirnya sekretaris Lita sendirian yang pergi menangani tender proyek itu karena kalau mereka gagal berarti besok mereka langsung pulang tapi kalau menang berarti besok mereka harus pergi cek proyek itu.
"Benaran pak saya menang proyek ini pak Bambang tidak bercanda?"
"Tidak bu Lita saya bukan tipe orang yang suka bercanda....saya bicara serius awalnya saya masih ragu untuk memberikan proyek sebesar ini kepada bu Lita, tapi setelah saya melihat kesungguhan dwn kegigihan bu Lita saya percaya bawah proyek ini berjalan dengan baik di tangan bu Lita".
" Oh ya nanti saya akan telpon pak Arya dan saya akan sampaikan jika proyek ini saya serahkan ke tangan bu Lita, saya tidak mau orang lain yang menangani prokyek besar ini baik itu pak Aris karena saya lihat hanya bu Lita yang profesional dalam kerja. Buktinya pak Aris sudah sampai disini tapi malam ini dia tidak hadir itu artinya pak Aris tidak serius dalam menangani sesuatu untung bu Lita yang datang kalau tadinya pak Aris yang datang saya belum tentu setuju."
"Saya berikan proyek ini ke bu Lita karena saya melihat kesunguhan dan perjuangan bu Lita yang luar biasa saya saja salut melihat bu Lita, padahal bu Lita masih muda tapi soal kinerja tidak perlu di ragukan lagi. Itu juga yang membuat saya berpikir kalau seandainya bu Lita belum punya tunangan saya jodohkan dengan putra saya tapi ya sudahlah bu Lita sudah punya tunangan jadi mau bagaimana lagi.
Aduh dari tadi sekretaris Lita dapat pujian terus dari pak Bambang, membuat sekretaris Lita jadi malu tapi juga senang.
Mereka keasyikan ngobrol tiba-tiba datang dua orang pelayan menyajikan banyak sekali makanan di atas meja membuat sekretaris Lita terkejut, karena dari semenjak sekretaris Lita datang sampai sekarang sekretaris belum pesan apa-apa tapi kenapa banyak sekali makanan yang datang.
Sekretaris Lita mau bertanya tapi karena pak Bambang sudah membaca pikiran sekretaris Lita akhirnya pak Bambang yang bicara.
__ADS_1
"Maaf bu Lita mungkin bu Lita binggung karena bu Lita belum pesan apa-apa tapi di antar makanannya kesini, jadi begini bu Lita restoran ini adalah restoran saya bu Lita kebetulan ada promosi menu baru di restoran ini jadi saya minta disajikan untuk tamu istimewa saya malam ini. Siapa tahu cocok di lidah bisa promosikan dan kalau sewaktu-waktu bu Lita kesini lagi bisa mampir, bu Lita tidak perlu bayar saya yang mentraktir bu Lita malam ini."
Sekretaris Lita terkejut mendengar penuturan pak Bambang. Karena sekretaris Lita bukan cuman menang proyek tapi juga di traktir sama pak bambang, membuat sekretaris Lita merasa gak enak hati tapi mau bagaimana lagi sekretaris Lita juga tidak bisa menolak yang jelas setelah pulang sekretaris merayakan kemenangannya sendiri di kamar hotel.
"Ah..Pak Bambang jadi tidak enak hati pak sudah mempercayakan proyek ini kepada saya saja sudah sangat bersyukur pak apalagi di tambah dengan makan malam yang special ini, saya merasa terhormat disini pak makasih pak dan Tuan Max sudah sangat baik menyambut saya disini saya merasa tersanjung."
Akhirnya sekretaris Lita dan kedua orang itu menikmati semua hidangan yang ada di atas meja karena sudah mau setengah sembilan, lagian sekretaris Lita juga bukan orang baru di kota ini dia juga sering datang kesini karena urusan pekerjaan jadi tidak masalah jika sekretaris Lita pulang jam sembilah atau setengah sepuluh.
Sedangkan di hotel Aris sudah tidak tenang Aris uring-uringan karena sudah dari tadi pintu kamar hotel di gedor-gedor tapi sama sekali tidak ada jawaban dari dalam.
"Maaf pak ini kamar bu Lita kenapa pak Aris ada disini sambil ngedor pintu."
"Pak bu Lita itu sekretaris saya pak, dan kami rencana mau keluar mau pergi ketemu dengan klien penting tapi dari tadi saya panggil namun tidak ada jawaban dari dalam mungkin sekretaris saya ketiduran." ujar Aris dengan nadah tinggi.
Tapi peekataan Aris membuat petugas hotel bukannya emosi justru tertawa membuat Aris binggung melihat petugas pria itu tertawa.
__ADS_1
"Pak saya ini panik tolong buka pintu dulu kenapa mala tertawa sih lagian sekretaris saya ini sebenarnya dia tidur atau mati saya sudah capek teriak dari tadi sampai saya di marahin sama orang-orang."
"Maaf pak Aris sepertinya pak Aris salah paham sama bu Lita, sebenarnya yang ketiduran itu pak Aris bukan bu Lita karena bu Lita sudah pergi dari jam setegah tujuh tadi dan saya lihat bu Lita buru-buru sampai bu Lita naik motor di antar sama pak sopir yang menjemput pak Aris di bandara. Bu Lita bukan naik mobil tapi naik motor bisa jadi bu Lita dari tadi menunggu pak Aris tapi pak Aris tidak kunjung bangun makanya bu Lita pergi sendiri."
"Deg.....mampus aku...benar-benar mampus kalau berani ayah tahu habis aku di marahin sama ayah...aku disuruh kesini untuk menangani proyek tapi kenapa jadi sekretaris Lita yang pergi sendiri...jadi malu aku sama sekretaris Lita tadi aku sudah marah-marah bilang dia yang ketiduran padahal aku mampus" gumam Aris dalam hati.
"Be..benar begitu ya pak jadi bu Lita tidak ada didalam kamar"? Tanya Aris.
"Iya benar pak, bu Lita memang gak ada dan sampai sekarang juga belum pulang mungkin bu Lita lagi ketemu dengan klien yang pak Aris maksud"
"Baik makasih ya pak maaf tadi saya sudah bikin masalah karena saya panik makanya saya memanggil begitu."
Sekarang ini hati Aris sudah tidak menentu karena semua sudah campur aduk jadi satu kuatir, takut dan malu. Kuatir karena sekretaris Lita belum ada kabar, takut karena nanti di marahin oleh pak Arya dan malu sama pak Arya, Cessie dan sekretaris Lita karena sudah ketiduran sampai tidak pergi ikut membicarakan tender proyek itu.
"Ya ampun apa yang harus aku katakan ke Ayah dan Cessie apakah aku harus bohong kalau aku yang memenangkan proyek itu, tapi mana mungkin aku bisa melakukan itu sedangkan aku saja belum tahu hasilnya seperti apa, apakah sekretaris Lita menang atau gagal, tapi kalau sekretaris Lita berani menang dia benar-benar hebat aku akan berterimah kasih kepadanya."
__ADS_1
"Bagaimana kalau sekretaris Lita gagal ya, aku harus ngomong apa sama ayah kalau aku jujur aku tidak ikut bersama sekretaris Lita ayah pasti kecewa berat sama aku, karena aku sudah tidak bertanggung jawab padahal bukan seperti itu kebetulan aku ketiduran"