
Ternyata setiap perkataan Ben tidaklah main-main ia meminta Nadia untuk melayani mereka itu serius, Ben gak mau menunggu lama lagi ia langsung perintahkan anak buahnya yang satu itu duluan rencan Ben orang yang terakhir, biasanya dimana-mana bos itu yang duluan bukan anak buahnya tapi kali ini berbedah Ben menyuruh anak buahnya duluan, dan mereka hanya menurut saja.
Nadia berusaha memberontak namun sayangnya tenaga Nadia gak sanggup untuk melawan laki-laki bejat itu, Nadia mau teriak juga sama saja karena kontrakan yang di sewa oleh Ben itu ternyata jauh dari keramaian dan sebenarnya Ben bohong kalau banyak pria di kontrakan itu, padahal kontrakan itu pada kosong semua hanya mereka lah yang ada disitu.
Nadia menangis dalam diam ia benar-benar merasa harga dirinya sudah hancur, sehancur-hancurnya dalam hati Nadia menangis berteriak tapi teriakan itu gak bisa ia keluarkan, hampir satu jam Nadia berbagi peluh dengan laki-laki bejat itu akhirnya pria itu melepaskan segala hasratnya dan keluar dari kontrakan itu, karena waktu yang diberikan sudah habis.
Sedangkan Nadia masih terkapar diatas tempat tidur ia menarik napas lega karena pikir sudah bebas, namun tak disangkah belum juga Nadia menarik napasnya pintu kembali terbuka dan muncul lagi satu pria yang berbeda, kali ini pria itu gak banyak bicara ia juga melakukan hal yang sama, bejat memang mereka itu ya pikir sih Nadia ini Bina***ng jadi digiring begitu saja tanpa belas kasiah dari mereka. Namun pria ini perlakuannya lebih kasar dari pada sebelumnya membuat Nadia kesakitan.
Malam ini malam yang paling menyedihkan dan malam terkutuk untuk Nadia dan bahkan dalam hati ia berpikir untuk bunuh diri aja lebih baik dari pada hidup seperti dineraka. Kekuatan Nadia sudah benar-benar habis setelah ganti orang ketiga akhirnya Nadia gak sanggup dan pingsan tapi itu tak membuat ketiga pria itu kasihan mala mereka berusaha mengangkat tubuh Nadia dan mereka masukin kedalam mobil.
"Bos Ben aduh gimana ini kok mala pingsan sih, ngusain aja perempuan ini sialan gimana dong." umpet temannya Ben.
"Hummm diam aja mala ini lebih bagus mempermudakan kita untuk membuangnya, ke hutan sana jangan biarkan dia lama-lama disini bisa bahaya kita, lagian bos sudaj mempercayakan semuanya sama kita. tapi kalian sudah puaskan ya"?
"Ha...buang? kemana bos? jangan ngada-ngada deh bos, kalau mati gimana kita gak di hajar sama bos besar dan kalau kita buang gimana kalau kita pengen ini mah gratis bos gak perlu bayar haha"?
Pukkkk...diam aja, masih banyak perempuan di luar sana kamu mau cari penyakit, bisa jadi perempuan ini sebelun sama kita sudah gak tahu berapa banyak pria yang main sama dia. Kamu angkat dia dan masukin ke belakang mobil kita buang ke hutam. Sawit di kebun sana di pinggir kota."
__ADS_1
"Ha.. Serius bos? Ya ampun bos aku takut kesana bukankah ini sudah malam bos biasanya kalau ditegah hutam ada hantu loh katanya gentayangan"
"pukkk sama penjahat kamu gak takut tapi sama hantu aja kamu takut gimana sih...cepatan nanti dia sadar lagi, kalau dia sampai sadar kamu yang akan aku suruh sendirian kehutan mau"? Ujar Ben mengertak anak buahnya
"Ah bos bisa aja, jangan bercada bos, iya ini aku mau angkat
Setelah perdebatan panjang akhirnya mereka sepakat membuang Nadia ke tempat yang sudah di sepakati oleh mereka bertiga. Setelah mereka angkat Nadia kedalam mobil mereka ikat kaki dan tangannya terus mereka masukan kain ke mulutnya takut kalau tiba-tiba Nadia sadar ia teriak habis mereka, setelah mereka merasa semua aman sekitar jam sebelas malam mereka bertiga pergi dengan mobil dan dibelakang ada Nadia yang sudah di ikat kayak bina**ng.
Sekarang yang mengemudi mobil adalah Ben karena hanya Dia yang tahu tempat itu jadi dia yang menunjukan jalan.
Sepanjang perjalanan mereka gak banyak bicara apa lagi ini sudah larut malam, jadi hanya ada keheningan yang tercipta, mereka menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih akhirnya mereka sampai di tengah hutan, kebetulan jalanan lewat hutan sudah sepih gak ada lagi kendaraan yang lewat.
Mereka bertiga berhenti dan membuka belakang mobil kedua anak buah Ben mengangkat tubuh Nadia dan mereka meletakan di bawah pohon besar, setelah selesai Ben membuka ikatan tali yang ada di tangan Nadia biar nanti kalau Nadia masih sanggup untuk sadar, ia masih bisa membuka ikatan tali di kakinya pikir Ben.
Setelah beres semua dan mereka pikir aman, akhirnya mereka masuk kedalam mobil dan meninggalkan Nadia begitu saja sendirian di hutan. Sedangkan ketiga orang itu melajukan mobilnya memecahkan kesunyian malam dan mereka merasakan angin malam yang menusuk di kulit mereka.
Tepat jam satu malam Nadia mengeliat, ia sadar namun pas membuka mata, kok gelap gulita dan ia mendengar suara jangkrik, di tambah, suara burung hantu. Seketika bulu kuduk Nadia merinding, dan badan gemetaran ketakutan, karena selain Nadia mendengar bunyi yang ane-ane angin malam yang dingin menusuk kedalam tulang-tulang Nadia...
__ADS_1
Karena Nadia hanya pakai baju daster selutut itupun tipis dan tampa ada jaket, Nadia mengigil bukan hanya kediginan namun juga ketakutakan menyeruak di dalam hatinya pikirannya sudah melayang kemana-mana.
"Ya Allah...aku ada dimana, Tolong aku hiks..hiks...aku takut mah....tolong Nadia mah....Nadia takut, kenapa orang itu bisa tegah membuang aku kesini, tegah banget kalian sama aku."
"Ya Tuhan aku dibawah kemana ini, kenapa perasaan gelap gulita kayak dihutan...semoga gak ada hantu kunti disini." gumam Nadia dalam hati, karena ia gak berani mengeluarkan suara
Namun pas Nadia menangis seperti ada sesuatu yang berjalan mendekat, membuat Nadia mengeserkan tubuhnya dan meringukuk dibawah pohon besar itu walapun badannya gemetar hebat tapi Nadia gak berani mengeluarkan suaranya.
Ia takut bina**ng buas yang berjalan mendekat bisa habis tubuhnya di cabik-cabik Nadia menahan perutnya sakit ditambah lagi ketakutakan namun kalau Nadia berteriak juga parcuma karena Nadia baru menyadari saat ini ia berada di hutan memang tempat Nadia saat ini gak terlalu jauh dari jalan raya namum parcuma, karena jam segitu gak ada orang yang mau berhenti untuk menolong seseorang di tengah hutan.
Mereka berpikir kalau itu adalah makluk halus yang merubah wujub menjadi manusia, ya karena memang yang namanya hutan dimana-mana identik dengan makluk halus seperti kuntilanak, apa lagi sedari tadi burung hantu berteriak kesana kemarih seperti melihat sesuatu yang lagi gentayangan.
Malam ini Nadia meringkus dibawa pohon rindang ia berusahan menutup mata namun baru saja ia mau terlelap Nadia mendengar suara seperti orang cekekikan.. Pas diatas pohon, membuat Nadia teriak histeris dalam hati, ia gak berani keluarkan hanya air mata yang mengalir begitu saja. Sangking takut sampai selu gemetarannya.
Namun entah kenapa Nadia gak bisa menahan suaranya akhirnya teriakan itu begitu mengemah memenuhi hutan karena teriakan Nadia, sangking takutnya.
"Argah.........tolong....tolong aku, Nadia berteriak sambil memengang perutnya yang lagi sakit ia berusaha menaham sakit itu tapi karena dinging menyeruak badan Nadia mengigil.
__ADS_1