Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
268


__ADS_3

Sinta dan kedua temannya yaitu Bella dan Melli gegas masuk kedalam butik dan mereka mencari baju tas dan juga sepatu, karena sepatu dan tas mereka juga sudah lama-lama semua pikir mereka. Kalau Sinta banyak tas nya bekas pake sih Nadia tapi Sinta orangnya tidak memilih asal barang itu masih bagus tidak masalah.


"Bell.. Bagaimana kalau baju kamu aja yang bayar tapi kalau sepatu dan tas kami bayar masing-masing ya kamu juga hidup sendiri jadi butuh banyak uang, makasih banyak ya kamu baik banget sama kami kamu sudah mau traktir kami jalan-jalan kesini" ujar Sinta.


"Iya benar kata Sinta Bell soal sepatu dan tas kamu tidak perlu bayar kamu ngajak kami jalan saja sudah syukur makasih banyak ya kami janji suatu saat kami berdua yang traktir kamu deh." sambung Melli


"Sebenarnya aku tidak masalah teman-teman karena aku punya banyak tabungan kok lagian sebelum kalian masuk kerja aku sudah duluan kalau lihat dari gaji juga punyaku yang lumayan, selama ini aku sengaja mengumpulkan gajiku untuk pengen beli rumah biarpun aku sendiri aku tidak mau bergantung sama siapapun apalagi aku memang sudah tidak punya siapa-siapa lagi paman ku pun sampai sekarang belum tahu ada dimana."


"Kalian berdua tenang saja lagian harga tas dan sepatu yang kalian beli juga harga ratusan kayak aku juga hahaha kalau jutaan boleh lah." ujar Bella.


Awal pertemua mereka bersiteru tapi sekarang justru mereka bertiga menjadi teman baik saling membantu satu sama lain, tidak ada musuhan atau iri hati ada di antara mereka bertiga yang ada hanya kesenangan dan kekompakan.


Mereka bertiga pergi cari duluan baju..setelah mendapatkan baju kapelan seperti yang mereka inginkan, mereka pindah lagi cari sepatu dan tas. Sinta, Melli dan Bella berkeliling di mall itu hampir dua jam hanya karena cari sepatu dan tas yang tidak sesuai dengan keinginan mereka bertiga karena Bella juga ikutan beli sepatu dan tas.


"Sin, Bell ada yang cocok gak sih dihati kalian berdua aku sih gak ada yang cocok disini pindah yuk kesebelah siapa tahu ada yang cocok disana." Tanya Melli.


"Iya benar aku juga gak ada yang cocok disini mungkin disebelah ada deh lihat dari sini sepertinya bagus-bagus pindah yuk"

__ADS_1


Akhirnya mereka pindah lagi ke butik lain hanya cari sepatu dan tas padahal sudah lama keliling dari tadi tapi belum dapat juga akhinya setelah mereka mulai lelah barulah mereka menenukan apa yang mereka bertiga inginkan.


Dengan senyum mengenbang mereka membawah barang belanjanya ke kasir untuk bayar.


"Mbak gabung saja semua ya berapa ya"? Tanya Bella.


"baik kakak...semuanya satu juta dua ratus mau cash atau debit kakak" tanya mbak kasir.


"Debit aja deh mbak soalnya gak ada uang cash." ujar Bella


"Yuk saatnya kita makan kalian sudah laparkan sudah dari tadi kita keliling loh aku saja sudah lapar masa kalian belum lapar ane bin ajaib hahaha".


"Bell apa gak sebaiknya kami bayar masing-masing aja tadi uang belanja pakian aja sudah habis satu juta lebih masa kamu yang bayarin makan dengan nonton gimana sih" ujar Sinta gak enak hati.


"Iya benar Bell yang di bilang Sinta jangan kamu semua yang bayarin tapi kami juga"


"Haahha kalian ini kayak menganggap aku ini bukan teman dengar ya dari kita belanja sampai kita makan dan nonton saja belum mencapai bajat aku hari ini jujur ya sebenarnya aku sudah siapakan bajat untuk jalan kita hari ini, jadi aku bajat lima juta habis hari ini tapi lihat lah baru satu juta lebih kita makan aja paling habis tiga ratus mana nonton berapa gak habis setegah dari uang bajatku jadi tenang saja ok"

__ADS_1


"Apa.....bajat lima juta gila kamu ya Bell kamu pikir kita ini mau borong semua isi mall sampai bajat segitu..ah...gak usa setelah selesai makan dan nonton kita langsung pulang uang itu kamu bisa pergunakan untuk hal lain Bell kami sangat bersyukur karena kamu mau ngajak kami" ujar Sinta.


"Gila benar anak ini bajat sampai segitu banyak aku tadi belanja saja sampai takut-takut uang kamu gak cukup ini justru bajat kamu ngeri...lebih baik uang itu kamu simpan saja tadi katanya mau beli rumah kan semoga keinginan kamu tercapai ya Bell kami selalu mendukungmu. Doakan kami juga semoga bisa mengapai impian kami seperti kamu juga, memangnya kamu mau beli rumah model seperti apa Bell" tanya Melli


Melli dan Sinta di buat terkejut oleh Bella yang mengatakan menyediakan bajat belanja untuk mereka berdua sebanyak lima juta gila juga Bella, tapi tidak heran sih karena memang Bella dasarnya dari orang kaya juga jadi sudah terbiasa sekali belanja lebih dari dua puluh juta masih kecil untuknya hanya saja sekarang hidup Bella beruba setelah orang tuanya meninggal.


Untung susternya yang dulu menjaganya dengan baik sehingga ia masih mau menyekolahkannya. Tapi sayang belum lulus kulia susternya meninggal.


"Aku sih pengen beli rumah dua lantai dan modelnya ya bagus pokonya harus nyaman kalau tinggal di dalam tidak apa-apa mahal yang penting bagus boleh kok kalau rumah sudah jadi kalian nginap di rumah tapi tunggu dulu ya rumahnya belum jadi."


Mantap banget pikiran Bella masih gadis juga sudah mikirin kedepan tapi enak juga sih kalau sudah punya rumah gak perlu banyar kontrakan pikir Bella, dari pada setiap bulan bayar ke orang tapi gak dapat apa-apa. Jadi Bella selama ini nabung hanya untuk pengen beli rumah agar nanti setelah sudah menikah tidak pusing beli rumah lagi.


Cerdas banget juga Bella padahal kalau zaman sekarang masih anak gadis kayak Bella dalam pikirannya hanya berfoya-foya, apalagi kalau sudah kerja dan punya penghasilan tapi berbedah dengan Bella yang menabung hanya untuk beli rumah..


"Wah...cerdas banget pikiranmu Bell aku tidak menyangka punya teman cerdas seperti kamu berpikirnya kedepan, nanti kami main ke rumah ya kalau rumah kamu sudah jadi...tapi Bell berarti kita sudah gak teman lagi dong kalau kamu tidak dk kontrakan lagi bersama kami."


Pukkkkk...." ngaur aja ngomongnya kata siapa kita gak berteman lagi kita sampai kapanpun tetap menjadi teman yang baik mau aku pindah kita tetap menjadi teman jadi jangan sembarang bicara nanti aku tutup mulutmu itu hahaha enak aja ngomongnya kalian itu terbaik buat aku mana mungkin aku melupakan kalian"

__ADS_1


__ADS_2