Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
104 Telpon Mbak Eva.


__ADS_3

Sinta langsung memopong sang mama untuk ikut masuk kedalam ruangan Nadia, setelah selesai semuanya kedua suster itu keluar dari ruangan dan tinggal lah Sinta dan bu Ayu didalam, kalau Sinta sudah tenang, namun bu Ayu masih terlihat syok.


Sinta nenangin diri bu Ayu, setelah Sinta lihat bahwa sang mama sudah tenang, barulah Sinta mendekati Nadia yang masih berbaring lemas di atas ranjang, Sinta menyentu jari Nadia.


"Mbak sebenarnya apa yang terjadi, sehingga semua ini bisa terjadi sama mbak semoga setelah mbak siuman mbak kuat meneriman semua ini, kenapa mbak bisa mengalami hal semacam ini, dan dimana mas Surya sehingga sampai sekarang bulum juga datang, aku mau tanya sama mama, juga belum bisa, ah...pusing kenapa semua jadi kacau begini sih."


"Ya ampun kenapa saya begini bod*h bukannya dari tadi ada polisi diluar kenapa gak saya tanya aja sama polisi biar saya tahu. Apa yang terjadi sama mbak Nadia, humm lagian bagaimana mau bisa berpikir jernih, sedangkan masalah datang siling berganti gak ada habisnya, aku pengen berteriak sekeras mungkin untuk meminta sama Tuhan membawa saya aja menemui ayah, rasanya gak sanggup hidup dibahwa tekanan ibu."


"Aku harus cari tahu apa yang sudah menimpah mbak Nadia dan kenapa sampaj sekarang mas Surya gak bisa dihubungin karena aku yakin ini ada sangkut pautnya dengan mas Surya."


Sinta melepaskan tangannya dari tangan Nadia dan lantas bergegas keluar ingin menemui kedua polisi tersebut, saat sampai di luar ternyata memang polisi masih ada dibelakang pintu, lantas Sinta mendekati polisi tersebut dan bertanya.


"Parmisi pak, maaf dari tadi saya melihat bapak-bapak berdiri didepan ruangan kak ipar saya, ada apa ya pak, kenapa di jaga ketat begini"?


Kedua polisi yang saat ini berdiri dihadapan Sinta itu saling pandang satu sama lain, namun belum ada jawaban sama sekali dari keduanya, mereka menatap Sinta dengan tatapan iba karena mereka sendiri yang menyaksikan betapa hancur dan syoknya Sinta dan bu Ayi tadi, selang beberapa saat mereka saling memberikan kode satu sama lain, tadanya gapapa jelasin aja, akhirnya salah satu dari polisi itu angkat bicara.

__ADS_1


"Maaf mbak, kak ipar anda dan suaminya tadi mereka berdua lagi di tahan di kantor polisi karena mereka terjerat kasus, numun karena kak ipar mbak sempat cekcok dengan, Nona Cessie Dan pak Aris makanya kak ipar anda terdorong sehingga mengalami pendarahan, sedangkan suaminya lagi di tahan di sel.


Mendengar pengakuan dari polisi seketika Sinta mundur berapa langkah ke belakang, ia benar-benar terkejut dengan semua kenyataan pahit yang ia dengar barusan dari mulut polisi tersebut.


"Mbak Cessie.....Aris.....Ya Tuhan masalah apa lagi yang dilakukan oleh mas Surya dan mbak Nadia terhadap mbak Cessis, ya Tuhan rasanya gak sanggup, kenapa aku yang jadi merasa sendiri disini karena gak ada mbak Eva ya."


Sinta masih gak percaya dengan perkataan pak polisi itu sambing mengelengkan kepala kalau ia gak percaya" pak polisi baohongkan, setahu saya mas Surya dan Mbak Nadia gak melakukan apa-apa."


"Betul mbak, Pak Surya dan Bu Nadia sudah terbukti bersalah dalam kasus pengelapan dana perusahaan, jadi sekarang mereka berdua jadi tersangka".


"Ja jadi mas Surya sekarang lagi di tahanan, kasus pengelapan dana? Ya Allah mas kenapa kamu gelap mata sih, pantas aja aku telpon dari tadi gak aktif hpnya ternyata, ditahan, Ya Tuhan cobaan apa lagi ini"


"Benar apa yang di katakan mbak Eva karma itu nyata jika kita zolimi orang kita juga akan di zolimi dan akan mendapatkan karma, belum apa-apa juga sudah begini apa lagi nanti Ya Tuhan aku jadi takut. Aku harus terlpon mbak Eva, biar bagaimanapun mbak Eva adalah kak saya dan mas Surya."


Sinta mengeluarkan hpnya dari dalam tasnya dan langsung menghubungi mbak Eva. Namun sayanya sudah berulang kali Sinta telpon tapi gak sekalipun di angkat oleh mbak Eva, Sinta langsung terduduk lemas di kursi ruang tunggu dengan kedua tangannya menutup wajahnya.

__ADS_1


Dengan begitu deras bulir bening keluar dengan sendirinya tanpa di undang. Sinta benar-benar lelah ia gak sanggup melakukan ini semua, siapa lagi yang ia harapkan kalau bukan mbak Eva, yang jelas bu Ayu sama sekali gak bisa di andalkan, mana lagi atministrasi perawatan selama Nadia di rumah sakit begitu mahal, dari mana Sinta bisa dapat uang sebayak itu"


Sinta masih terduduk lemah di kursi ruang tunggu, masih dengan kondisinya yang kacau tiba-tiba hpnya berdering.


Drttt drrrtt!


Sinta langsung melihat nama penelpon, setelah Sinta melihat siapa, langsung ia mengangkatnya."Hallo Sin, kenapa kamu nelpon mbak tumben, bukanya kalian sudah hilang kabar dari mbak, ada apa langsung aja mbak ada sibuk."


"Maaf mbak Kalau Sinta menganggu, mbak bisa datang gaj kerumah sakit kalau gak ke kantor polisi. Tolong Sinta mbak, Sinta benar-benar gak sanggup menghadapi semua ini."


"Gak aha untuk apa mbak kesana, lagian pernah gak kalian menghargai mbak gak pernakah, hanya Cessie yang menghargai mbak tapi sayangnya, ia sudah gak sama Surya lagi jadi mbak gak mau datang kesana, memangnya kenapa mbak ke rumah sakif dan kantor polisi."


"Ma maafin Sinta ya mbak Sinta janji mulai sekarang Sinta mengikuti semua nasehat mbak yang penting mbak kesink tolong sinta mbak, mbak Nadia masuk rumah sakit, ia keguguran dan juga terpaksa rahimnya di angkat karena ada benturan keras jadi kalau gak di angkat, bisah bahaya. Kalau maa Surya ia masuk penjara mbak kasus pengelapan danah perusahaan."


Mendengar itu mbak Eva juga itu terkejut ia gak menyangkah adik ipar dan adik kandungnya mengalami hal seburuk itu, awalnya mbak Eva gak mau, akhinya ia mau datang kali ini ia datang dengan suami dan anaknya karena kebetulan suaminya lagi cuti.

__ADS_1


"Astaga Sinta kok bisa sih terus Nadia di rumah sakit mana biar mbak langsung kesana aja, setelah itu baru mbak ke kantor polisi, mungkin ini karma buat Surya dan Nadia sinta, karena mereka sudah sangat jahat sama Cessie, terutama Surya. Oh ya mama mana Sih, kok gak dengar suaranya padahal biasanya mama yang paling cerewet"


"Iya mbak Sinta juga sempat berpikir seperti itu, mungkin ini karma mbak karena mas Surya dan mbak Nadia sudah menzolimi mbak Cessie. Oh ya mama ada di dalam ruangan ia sangat terpukur dengan kejadian yang menimpah mbam Nadia dengan mas surya."


__ADS_2