Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
340


__ADS_3

Bu Sari dan pak Yanto mendengar ucapan Nadia mereka sangat bahagia karena dari dulu Nadia paling tidak suka ucapkan kata sekedar alhamdulillah.


Tapi sekarang dengan lancar dan tidak merasa terganggu dengan ucapannya tadi, berarti benar yang di katakan Sinta kalau Nadia sudah benar-benar beruba. Itu yang membuat bu Sari dan pak Yanto mengucap syukur dalam hati.


"Kamu suka sayang mukenanya? kamu jangan lupa ya sholat, ingat jangan perna tinggalkan ibadah kamu lagi semoga setelah ini kamu benar-benar berubah ya nak, ibu dan ayah terharu melihat perubahan kamu begini"


"Iya bu, yah. Setelah Nadia masuk kesini baru Nadia sadar kalau ternyata selama ini Nadia menjauhkan diri dari Allah, mungkin ini teguran untuk Nadia bu, yah, sekali lagi maafkan semua kesalahan Nadia ya bu. Nadia tidak tahu harus berkata apalagi padahal Sinta dulu aku berlaku buruk padanya tapi dia masih mau berbuat baik padaku, memang dia datang kesini bersama dua temannya katanya dia juga baru dari tempat mas Surya dan akan pergi ke rumah sakit jiwa setelah dari sini bu"


"Semua orang menyayangi kamu nak, hanya saja kamu yang membuat mereka menjauhi kamu, jadi ini kesempatan untuk kamu beruba setelah kamu keluar dari sini jika ada seorang laki-laki yang mau menerima kondisi kamu apa adanya silahkan tapi jangan kamu mengecewakan kepercayaan orang lagi."


Nadia sangat terharu karena akhirnya dia kembali disayang oleh kedua orang Tuanya dan Nadia juga bersyukur karena Tuhan masih memberikan dia satu kali kesempatan lagi untuk bertobat.


"Nak...apa kamu sudah perna ketemu dengan keluarga dari mantan istri Surya untuk minta maaf? mau bagaimana pun kamu harus minta maaf nak karena kamu sudah menyakiti hati mereka, kamu sudah menghancurkan rumah tanggahnya jadi kamu harus minta maaf"

__ADS_1


"Iya benar nak yang di katakan oleh ibu kamu, kamu harus minta maaf sama mereka semua termasuk ibunya Surya dan juga mbaknya Surya, sebenarnya disini semua masalah berawal dari kamu nak, ibu dan ayah tidak menyalahkan Surya tapi disini kalian berdua yang bersalah kamu datang saat Surya sudah menikah dan menghancurkan rumah tanggah mereka. Sedangkan Surya dia bukan suami yang baik karena kalau dia suami yang baik tidak mungkin dia menghianati istrinya."


Nadia hanya tertunduk merasa bersalah mendengar semua nasihat dari orang tuannya, karena benar apa kata pak Yanto dan bu Sari semua berawal dari masuknya Nadia kedalam kehidupan rumah tanggah Cessie dan berakhir hancur.


Nadia merasa malu dengan Cessie karena apa yang sudah di lakukam oleh Nadia itu adalah suatu kesalahan yang sangat fatal baginya.


"Iya, ayah,ibu. Nadia paham tapi kalau minta maaf saat ini tidak bisa ayah karena Nadia ada disini mungkin saat Nadia keluar dari sini baru Nadia bisa seleseikan semuanya, lagi Nadia juga masih lama disini semoga Nadia dapat remisi untuk bisa keluar dari sini ya, bu, ayah. Nadia harus menjalani hukuman Nadia dan Nadia juga iklas melakukannya doakan Nadia disini bu, yah biar Nadia tetap sehat.


Maafkan Nadia ya tidak berguna ini karena gara-gara Nadia hidup ayah dan ibu seperti ini, semua keluarga menjauhi ayah dan ibu bahkan ibu dan ayah mendapatkan perlakuan dan hina-an dari keluarga maafkan Nadia bu, yah"


"Nak...sudah, tidak perlu menyesali karen semuanya sudah terjadi, tapi disini ayah bersyukur karena dengan kejadian ini ayah tahu seperti apa keluarga ayah, dulu pas hidup kita masih punya banyak harta selalu disanjung dan selalu minta bantuan, tapi sekarang sudah kelihatan siapa yang benar-benar baik dan siapa yang hanya berkedok saudara, ibu dan ayah merasa hina-an dan caci maki itu tidak seberapa nak.


"Sekarang ibu dan ayah bahagia karena kamu sudah menyadari kesalahan kamu dan beruba itu lebih dari cukup, ayah dan ibu rencana buka kembali perusahaan semoga berjalan dengan baik. Biar nanti saat kamu keluar dari sini kamu bisa kerja" ujar pak Yanto.

__ADS_1


"Amin...yah, semoga berjalan dengan lancar ya, oh ya bu, bagaimana dengan kabar Dira sehat dia kan bu, sampaikan maafku untuknya ya bu, dan juga sampaikan maaf untuk mas Iksan dan semua kekuarganya semoga mas Iksan dapat istri yang menyayangi Dira, jangan kayak aku yang menjadi ibu yang paling buruk bahkan tidak pantas di sebut sebagai seorang ibu.


Pantas saja waktu itu mas Iksan sama sekali tidak mengijinkan Dira ketemu denganku, karena aku baru menyadari kalau mas Iksan tidak mau Dira tambah terluka mengenal aku sebagai ibunya. Memang lebih baik Dira tidak perlu mengenalku bu, karena aku tidak pantas memang aku yang melahirkan tapi aku juga yang menorehkan luka di hatinya."


syukurlah kalau memang Nadia benar-benar beruba dan mau memperbaiki dirinya menuju ke jalan yang benar, karena semua manusia didunia ini tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang tidak melakukan kesalahan, tapi mau beruba dan memperbaiki diri agar jadi lebih baik.


Semoga Nadia benar-benar beruba sekarang tantangan untuk Nadia saat keluar dari penjara harus berhadapan dengan Surya yang makin jahat.


Pak Yanto dan dan bu Sari bicara banyak dengan Nadia hal itu membuat Nadia senang karena selama pelariannya sampai di tangkap dan masuk penjara, dia tidak banyak berinteraksi dengan orang jarang sekali makanya sekarang saat orang tuanya datang Nadia bahagia karena dia sudah mendapatkan maaf dari kedua orang tuanya.


Sekarang tinggal keluarga Cessie dan keluarga Surya seperti mbak Eva dan bu Ayu. Begitu juga putry dan mantan suaminya, Nadia berencana akan datang secara langsung minta maaf jika sudah keluar dari penjara.


"Nak bagaiman kondisi kamu di dalam penjara, kok wajah kamu sembab dari tadi ayah lihat pas kamu datang kayak baru selesai menangis nak, ada yang memukul kamu di dalam dan wajah kamu juga terlihat pucat kamu sakit ya."? Tanya pak Yanto.

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa ayah, tadi Nadia hanya menyesali perbuatan Nadia saat sholat makanya Nadia menangis yah, kalau didalam sel memang ada beberapa teman tapi untung mereka tidak sampai memukul Nadia, padahal katanya kalau di tempat lain pasti babak belur kalau napi yang baru masuk. Tapi untung mereka tidak sampai melakukan kekerasan fisik kalau bentak iya sekali-sekali saja"


Pak Yanto dan bu Sari mendengar itu mereka merasa legah setidaknya Nadia tidak mendapatkan kekerasan fisik didalam sel, tapi pak Yanto dan bu Sari tidak tahu kalau Nadia lagi sakit paru-paru basah, namun Nadia tidak mau membuat orang tuannya pikiran cukup saja dia membuat mereka menderita.


__ADS_2