Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
319


__ADS_3

Mereka kembali duduk di ruang tengah sambil ngobrol satu sama lain. Bu Rina sangat senang karena akhirnya mereka kembali bertemu yaitu bu Rina dengan bu Intan.


"Kamu tahu gak Intan, aku sangat bahagia karena sebentar lagi kita sudah menjadi besan padahal dulu aku sudah berpikir kalau tidak mungkin lagi anak kita bisa bersama, karena dua bulan lagi Cessie akan melahirkan jadi kita harus siapkan semua keperluannya, aku tahu kalian tidak kekurangan uang tapi ini menyangkut cucu kita jadi harus menyiapkan semuanya."


"Memangnya mbak mau menyiapkan apa sedangkan nak Julio sudah menyediakan semua dari ranjang bayi semua sudah tersedia di kamar jadi apalagi yang mau mbak beli, atau mbak mau menyiapkan rumah seperti istana untuknya hahaha."


"Astaga bu, anak masih di perut kalian ini ribut saja tunggu dia lahir dulu barulah kalian berdua gendong sampai puas satu kali dua puluh empat jam kalian menjaganya" ujar pak Arya.


Pak Arya pusing dengan perdebatan kedua perempuan paru baya itu sedangkan Cessie dan dokter Julio justru tertawa. Namun dari tadi Cessie merasa perutnya agak sedikit sakit setelah itu berhenti dan muncul lagi begitu terus. Namun Cessie merasa itu hal wajar jadi dia diam saja.


"Ibu,...mas Julio, calon suami yang paling baik dan siaga sehingga semua keperluan bayi sudah di siapkan, jadi ibu tidak perlu memikirkan semua itu sekarang ibu hanya banyak istirahat agar sehat supaya pas Cessie melahirkan kedua ibuku yang paling cantik ini dua-duanya sehat"


"Ya nak tapi kamu juga harus jaga kesehatan kamu nanti setelah kamu melahirkan dan selesai masa nifas kamu kalian langsung menikah saja, jadi kita juga harus mempersiapkan dari sekarang Intan kalian berdua mau acaranya seperti apa tinggal bilang saja nanti biar ibu yang menyiapkan semua."


"Nanti saja bu karena masih lama juga yang penting ibu jaga kesehatan saja agar nanti pas Cessie lahirkan ibu sehat-sehat saja."


"Baiklah kalau begitu ibu akan menunggu kalau ada apa-apa tolong kabarin biar kita bicarakan sama-sama. Kalau begitu kami pamit pulang sekarang sudah jam setengah sepuluh. Nanti kapan-kapan mainlah kerumah Julio jemput nanti kamu kesini jadi kamu harus jaga kesehatan."


Akhirnya keluarga dokter Julio pamit pulang karena besok dokter Julio juga ada operasi di rumah sakit jadi harus istirahat agar kalau nanti besok pas bagun tubuh segar dan kuat."


"Mas pulang dulu ya sayang ingat jaga kesehatan dan harus cepat istirahat"


"Baik mas hati-hati"

__ADS_1


"Intan, mas Arya kami pamit pulang ya makasih untuk jamuan malam ini makanannya sangat enak."


"Makasih juga mbak, mas. Sudah mau datang kesini." ujar pak Arya


Setelah pamitan keluarga dokter Julio masuk kedalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan tiga orang itu, pak Arya, Cessie dan bu Intan.


"Sayang lebih baik kamu istirahat sana ini sudah mau jam sepuluh harus jaga kesehatan"


"Iya nak benar kata ibu kamu..sekarang kamu harus banyak istirahat jangan bagadang malam"


"Ya sudah ayah, ibu Cessie mau ke kamar dulu, ibu dan ayah juga istirahat."


Akhirnya Cessie dan kedua orang tuanya masuk kedalam kamar masing-masing. Namun setelah sampai didalam kamar justru Cessie tidak bisa tidur cessie bolak-balik badan tapi parcuma karena perutnya kayak denyut-denyut sakit sebentar hilang nanti muncul lagi.


"Aku, hubungi siapa ya, oh, ya. Mbak Eva sudah lama aku tidak menghubunginya nanti mbak Eva pikir aku sudah melupakannya, aku wa aja deh kalau aku telpon takutnya mbak Eva sudah tidur menganggu tapi kalau wa nanti besok dari dibalas juga tidak masalah cobak dulu."


("Hallo..mbak maaf Cessie baru punya waktu untuk wa mbak...mbak sekarang apa kabar? Kapan mbak datang kesini lagi"?)


Cessie langsung kirim ternyata mbak Eva juga langsung membaca pesannya tidak lama kemudian ada telpon masuk dari mbak Eva Cessie senang dan langsung angkat.


"Hallo mbak...kok belum tidur tadi Cessie mau telpon mbak tapi Cessie takut mbak sudah tidur makanya Cessie hanya kirim pesan tahunya mbak langsung baca"


"Mbak kabar baik Cess...kamu apakabar juga"?

__ADS_1


"Syukurlah mbak, Cessie kabar baik mbak"


"Amin....mbak belum tidur karena lagi nyiapin barang bawaan mas bram, soalnya besok mas bram berangkat keluar kota ada kerjaan disana."


"Wah...berarti mbak, sendirian dong? kalau begitu mbak kesini aja memangnya mas bram pergi berapa lama mbak"


"Dua minggu sih Cess, itupun kalau pekerjaannya cepat selesai kalau gak bisa sampai satu atau dua bulan baru pulang, memang mbak rencana mau kesana sekalian jenguk ibu juga apalagi sudah lama gak ketemu dengan Sinta kasian dia"


"Kalau Sinta mbak gak perlu kuatirkan dia. Cessie jamin dia baik-baik saja tidak akan kekurangan. Sekarang Sinta sudah senang dia sudah punya teman, kerjanya juga rajin dan bahkan sekarang lagi kulia sambil kerja mbak. Cessie juga berharap dia jadi anak gadis yang baik dan akan mendapatkan pasangan yang baik juga"


Hmmm kedua orang ini lagi telponan bukan bahas yang lain justru mereka berdua membahas seputar Sinta saja..padahal orangnya dimana pasti sudah mimpi kesekian kalinya.


"Amin...makasih banyak ya Cess biarpun dulu keluarga mbak bahkan Sinta sendiri menyakiti kamu, tapi kamu masih mau peduli dengannya. Kalau kena orang lain jangankan bantu dan perhatikan dengar namanya saja sudah sangat benci. Oh, ya Cess. kapan kamu melahirkan kalau mbak gak salah hitung dua bulan lagi ya"?


"Tidak masalah bagiku mbak, yang berlalu biarlah berlalu tidak perlu di ingat lagi, lagian Sinta lakukan itu bukan atas dasar kemauannya sendiri tapi juga karena sudah di doktrin oleh mama makanya Sinta begitu tapi sekarang mbak tahu selain makin cantik dia juga sangat beruba jauh sekali berubanya."


Cessie dasarnya wanita yang memiliki hati yang lembutan jadi biarpun sudah di jahatin tetap saja dia masih mau membantu, karena memang Cessie tahu Sinta lakukan itu karena mendapatkan tekanan dari sang ibu, sehingga Cessie tidak menpersoalkan hal itu.


"Mulia sekeli hatimu Cess mbak benar-benar tidak tahu mau bicara apalagi mau marah..emosi..kecewa juga sudah parcuma. Karena tidak mungkin kita membalikan keadaan yang sudah hancur kembali menjadi lebih baik, jujur sampai sekarang mbak masih menyayangkan kebodohan Surya yang mau mencintai perempuan gak jelas itu entah sekarang ada dimana mungkin sudah mati"


"Semua sudah terjadi mbak jadi tidak perlu di ingat lagi, kalau soal perempuan itu dia sekarang sudah di penjara mbak tapi belum ada putusan."


"Baguslah biar mati membusuk si penjara"

__ADS_1


Mbak Eva emosi tingkat dewa mendengar Dinda sudag di penjara.


__ADS_2