Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
390


__ADS_3

Kedua perusahaan yang bersaing dengan perusahaan Cessie terkejut mendengar kalau ternyata yang menang tender adalah perusahaan Cessie, namun kedua perusahaan itu juga akui kinerja perusahaan Arya grup jadi mereka menerimah kekalahan mereka.


Memang awalnya mereka terkejut tapi setelah itu mereka juga tidak keberatan jika perusahaan Cessie yang menang tender itu, walaupun mereka ada sedikit kecewa karena proyek sebesar itu mereka bisa gagal mendapatkannya.


"Maaf Tuan Ken seharusnya perusahaan saya yang menang karena persiapan saya sudah matang bahkan tadi presentasi sekretaris saya juga bagus, tapi kenapa harus di berikan kepada perusahaan lain, ini tidak adil namanya." Ujar Tuan Tedy.


"Iya benar Tuan Ken, kenapa harus perusahaan lain yang baru bergabung dengan perusahaan kita bisa mendapatkan proyek sebesar ini, sedangkan perusahaan kami justru gagal mendapatkan tender ini, memang sih saya akui kalau perusahaan nyonya Cessie adalah perusahaan terbesar di negara ini, tapi bukan dalam arti perusahaan kami yang kecil ini tidak bisa mendapatkan proyek ini kami juga berhak" ujar Tuan Iron.


"Maaf Tuan Iron dan Tuan Tedy bukannya saya membantah setiap perkataan Tuan Iron dan Tuan Tedy, hanya saja biarkan Tuan Ken yang menentukan saja. Saya sama sekali tidak keberatan siapa pun yang mendapatkannya itu adalah suatu yang terbaik, dan itu rejeki untuk kita memang kita bersaing dalam bisnis tapi mari kita bersaing sehat.


Jika Tuan Ken menjatuhkan pilihan pada Tuan Tedy untuk menangani proyek ini tidak masalah itu artinya Tuan Ken tahu mana yang berkualitas dan mana yang tidak berkualitas, begitu juga untuk Tuan Tedy dan saya secara pribadi dan perusahaan, jadi kalau Tuan Ken memelih di antara kita salah satu berarti itu yang terbaik dan kita juga harus menerimah keputusan itu dengan iklas." Ujar Cessie.


Tuan Ken, Tuan Tedy dan Tuan Iron hanya mangut-mangut mendengar penjelasan dari Cessie, mereka setujuh dengan perkataan Cessie akhirnya mereka iklas. Jika proyek itu di menangkan oleh Cessie.


"Iya benar kata nyonya Cessie Ceo dari perusahaan Arya grup, saya salut dengan nyonya Cessie sangat bijak dalam mengatur kata. Saya jadi malu pada diri sendiri karena sudah sempat berpikir buruk" Ujar Tuan Iron.


"Baiklah kalau begitu, seperti yang saya katakan tadi kalau proyek kali ini saya serakan kepada nyonya Cessie untuk mengurus proyek ini, selamat nyonya Cessie"

__ADS_1


"Selamat nyonya Cessie atas kemenangannya" ujar ketiga orang itu mengucapkan selamat kepada Cessie.


"Terimah kasih Tuan Ken atas kepercayaannya dan terimah kasih juga buat Tuan Iron dan Tuan Tedy yang sudah iklas memberikan proyek sebesar ini kepada saya" ujar Cessie.


"Sama-sama nyonya Cessie" ujar ketiga orang itu.


Sedangkan Cessie tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena bisa menang tender sebesar itu, penghasilannya bukan sedikit hampir mencapai puluhan miliyar, sehingga itu yang membuat Cessie dan sekretaris Masni bahagia karena usaha mereka tidak sia-sia.


"Baiklah Nonya Cessie kalau begitu saya pamit undur diri semoga proyek berjalan dengan baik kareba saya masih ada pertemuan di perusahaan" ujar Tuan Ken undur diri.


Setelah selesai pertemuan itu, semua kembali ke perusahaan masing-masing, sedangkan Cessie masih duduk di restoran bersama sekretaris Masni, karena Cessie mau cari tahu tentang siapa yang memesan minuman tadi, sehingga Cessie kembali memanggil pelayan untuk datang mendekatinya.


"Pelayan tolong kemari." Ujar Cessie.


Pelayan itu datang dan mendekati Cessie, pelayan itu sudah takut juga karena Pelayan sudah tahu siapa Cessie sebenarnya.


"Iya bu, ada yang bisa saya bantu, tolong jangan pecat saya bu saya tidak tahu kalau orang itu ternyata suami ibu Cessie, karena setahu saya suami ibu Cessie itu adalah seorang dokter bukan orang kucel itu" ujar pelayan tadi.

__ADS_1


" Siapa yang mau memecat kamu, tejang saja saya tidak akan pecat kamu hanya saja saya mau tanya orang yang pesan minuman untuk saya tadi apakah kamu ingat ciri-cirinya, " tanya Cessie.


"Maaf bu, karena pria tersebut pakek topi dan masker sehingga aku kurang mengenalnya, karena pria tersebut sudah dari pagi sekitar jam tujuh dia sudah duduk disini, tapi dia tidak pesan apapun jadi pas ibu datang barulah dia pesan minum untuk di antar ke ibu, tapi sayangnya setelah saya habis antar minum tiba-tiba dia pergi kalau ibu penasaran dan mau mengetahui siapa orangnya boleh lihat cctv restoran. Tapi yang saya ingat ada tanda di keningnya seperti bekas luka, dan kalau di lihat agak tinggi dan putih hanya saja penampilannya agak sedikit kucel " ujar pelayan tersebut.


"Deg......! Kok ciri-cirinya hampir sama kayak Surya, apakah dia sudah keluar penjara sehingga dia datang mencariku, aku harus beritahukan ini ke mas Julio dengan Sinta. Mereka harus tahu biar kami cek ke lapas apakah narapidana atas nama Surya sudah bebas belum tapi aku yakin itu dia."


"Tidak perlu cek cctv , tapi nanti kalau suatu saat ada sesuatu hal yang terjadi seperti ini lagi kamu jangan melakukannya, karena kalau terjadi sesuatu kamu yang bertanggung yang akan bertanggung jawab kejadian tersebut." Ujar Cessie berikan peringatan kepada pelayan tersebut agar tidak mengulangi masalah seperti tadi lagi.


"Maafkan saya bu, saya salah" ujar pelayan memohon maaf.


Setelah selesai Cessie dan sekretaris Masni kembali ke perusahaan, sedangkan dari kejauhan ada seorang pria duduk tersenyum menatap Cessie, karena pria tersebut pikir kalau minuman yang di berikan oleh pelayan tadi di terimah oleh Cessie, padahal minuman itu di bawah kembali oleh pelayan karena pelayan tahu ada sesuatu didalam minuman itu sehingga pelayan langsung membuangnya.


"Bagaimana bisa aku melepaskan kamu sedangkan kamu sekarang begitu cantik padahal kamu sudah punya anak, tapi kamu kelihatan seperti masih anak gadis, aku pikir setelah kamu pisah dari aku hidup kamu menderita karena kamu tidak bisa hidup tanpa aku, namun ternyata aku salah, justru kamu makin cantik dan perusahaan makin jaya, tapi sekarang aku harus cari tahu siapa pria yang mendekatinya, aku harus tunggu sampai sore disini kecuwali dia keluar baru aku ikut." Gumam Surya.


Surya berencana untuk mengikuti kemana Cessie pergi karena Surya mau cari tahu tempat tinggal Cessie yang sekarang, memang Surya sangat yakin kalau Cessie belum menikah. Karena Surya pikir Cessie masih menunggunya sehingga Cessie tidak menikah, padahal Surya tidak tahu kalau Cessie sudah menikah dan sudah punya anak dari suami keduanya.


Surya juga ingin mencari dimana Nadia tinggal karena Surya juga mau membalas perbuatan Nadia sehingga Surya mengincar kedua orang tersebut, Cessie dan Nadia.

__ADS_1


__ADS_2