Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
200


__ADS_3

Iksan kanget dengan teriakan seorang wanita yang sangat Iksan kenal, namun Iksan belum beranjak dari duduknya dia masih termenung, dia pikir karena tadi sempat memikirkan Nadia sehingga ia halusinasi hahaha kamu ada-ada aja Iksan. Memang itu mantan istri kamu kok yang teriak.


Nadia dengan tidak tahu malunya menerobos masuk kedalam rumah sedangkan ketiga satpam kejar dari belakang, yang membuat Nadia terkejut pada saat ia menerobos masuk, pas berpapasan dengan mantann ibu mertua dan ayah mertua baru keluar dari kamar dan hendak menuju ke ruang tengah. Membuat kedua orang tua Iksan kanget dan mereka berpikir kalau itu hantunya Nadia hahaha.


"Ha...haa...hantu....tolong Alana Iksan hantu." teriak pak Hartono dan bu Amanda membuat mbak Alana yang baru selesai ganti baju berhambur keluar dari kamar sampai hampir jatuh di tangah...


"Bu,..ayah ada apa sih teriak..teriak begitu mana ada hantu jam segini sih"


Mbak Alana mengikuti arah pandangan bu Manda, betapa terkejutnya mbak Alana melihat siapa yang berdiri di hadapan mereka dengan senyum yang menjijikan bagi mbak Alana.


"Oh Ternyata betul yang di katakan oleh ibu dan ayah, kalau benar ada makluk halus lagi bergentanyangan di sore hari. Bibik.....bawah air garanm kesini biar kita usir hantu menjijikan ini, agar hidup kita tidak terganggu dengan aurah jahat hantu ini."


"Mana non hantunya masa ada hantu di jam begini"


"Cepat bibik jangan banyak tanya dulu sampai disini baru bibik lihat sendiri."


Hahaha...ada-ada aja mbak Alana masa dibilang Nadia hantu.


Bibik langsung mengindahkan perkataan mbak Alana, sedangkan pak Hartono dan bu Amanda masih diam menyaksikan reaksi mbak Alana. Kalau Nadia dari tadi dia masih santai belum bicara apa-apa. Tapi dia jalan-jalan keliling sekitae situ. Memang Nadia asli tidak punya malu lagi.


Tidak lama bibik datang bawah baskom besar penuh dengan air garam gila..mbak Alana masa usir Nadia pake air garam.


Karena Nadia asyik melihat-lihat dia tidak menyadari kedatangan mbak Alana dengan air sebaskom di tangan.


Buyerrrrrrrrr...bunyerrrrrt!!!


"Argah.....apa-apaan ini" teriak Nadia....gila kau ya mbak masa nyiram aku dengan air...eh...air apa sih ini rasanya asin banget"

__ADS_1


"Husssss.....hussss iblis pergi dari sini jangan gentayangan."


Yaelah belum apa-apa Nadia sudah dimantikan padahal ketemu dengan Iksan aja belum.


"Mbak Alana ini Nadia kenapa sih tidak sopan banget sama ipar sendiri. Lancang sekali kamu mbak menyiramku dan mengatai aku hantu."


Mbak Alana berjalan mendekati Nadia dan menatapnya dengan tatapan tajam dan emosi.


"Kamu siapa ya, masuk ke rumah orang dengan sembarang tanpa minta ijin main asal masuk, tidak punya tata krama kamu, sekarang aku minta kamu pergi dari sini"


"Haahha.....he mbak aku Nadia istri adiknya mbak, masa mbak lupa karena makin cantik ya, ia dong pasti cantik perawatan mahal"


Nadia masih menyombongkan diri di Depan mbak Alana.


"Haaha kamu bilang apa istri adik saya? hello.....ngaca dulu baru bicara. Asal anda tahu istri adik saya sudah mati dua tahun yang lalu. Jadi kami sudah mendokan melepaskan jasadnya entah kemana, jadi mendingan kamu pergi dari sini kami sudah tidak sudih melihat perempuan licik dan hina seperti kamu"


Biar tahu rasa kamu Nadia ini baru kata pemanasan dari mbak Alan belum lagi dari mantan mertua dan mantan suami. Nadia menatap mata mbak Alana memang Nadia mendapati kebecian mendalam dimata mbak Alana, Nadia menelan selivenya dengan kasar.


Nadia berjalan mendekati mbak Alana dan menatap matanya dengan tatapan tajam, masih punya nyali juga.


"Mbak, ingat saya masih istri sah dan adik iparnya mbak, jadi tidak usa berteriak seperti itu karena takutnya mas Iksan mengusir mbak dari sini, karena mbak sudah berani lancang sama saya, bukan begitu kah ibu mertua, oh ya maaf saya baru datang jenguk ibu mertua dan ayah mertua karena saya ada urusa sehinggah waktu itu saya terpaksa harus pergi." ujar Nadia masih santai karena mbak Alana tidak terimah langsung melontarkan kata kasar kepada Nadia.


"Ada urusan kamu bilang urusan jadi gundik suami orang terus setelah jadi mandul dan dibuang baru kembalu ke sini. Begitu kah maksud kamu memang kamu perempuan rubah tidak punya malu sama sekali ya bukankah kamu hamil? Kemana anak kamu dan kemana suami kamu hasil pungutan punya orang"


"Deg ....."


betapa terkejutnya Nadia mendengar hinaan dan kata makian dari mbak Alana ia tidak menyangka kalau ternyata mbak Alana sudah tahu kebusukannya, tapi bukannya takut justru Nadia benar-benar tidak terimah dan hendak menampar mbak Anala, namun dengan sigap pak Hartono menangkap tangan Nadia dan langsung berikan hadia tamparan keras tepat di pipinya, tidak sampai disitu, pak Hartono juga mendorong Nadia dengan kasar sampai tersungkur di lantai karena dorongan keras itu pelipis Nada kena lantai dan keluar cairan merah kental membuat Nadia Histeris.

__ADS_1


"Argarrn...ayah mertua kenapa mendorong Nadia."


"Sekali lagi kamu berani menyentuh putry saya, saya pastikan kamu keluar dari sini tanpa nyawah....selama kamu menikah dengan anak saya Iksan, pernahkan sekali kami semua memperlakukan kamu dengan buruk? Saya sebagai seorang laki-laki dan seorang ayah tidak perna sekalipun menyakiti wanita apalagi berlaku kasar. Tapi jangan cobak-cobak menyentuh anak saya dengan tangan kotormu itu jika kamu tidak mau saya patahkan"


Nadia sudah kehabisan kata-kata ia benar-benar tidak menyangka kalau ternyata keluarga Iksan semua sudah tahu kedoknya, atau jangan-jangan benar yang dikatakan satpam tadi kalau benar Iksan sudah menceraikannya, membayangkan saja Nadia sudah tidak kuat apalagi kalau kalau semua itu ternyata benar.


Sedangkan ketiga satpam itu satu sudah kembali ke depan untuk menjaga pintu gerbang, sedangkan yang dua lagi dari tadi mereka menyaksikan pertengkaran antara tuan dan keluarganya.


Salah satu dari satpam itu pergi mencari Iksan di taman belakang karena ia tahu hari ini tuannya tidak kekantor jadi kalau tidak di dalam rumah pasti di kolam mencari suasana sejuk disana.


Satpam itu berlarih pergi mencari Iksan tak lama ia menemukan Iksan lagi duduk di kursi yang tersedia di taman.


Gegas satpam itu menghampiri Iksan, Iksan yang melihat kedatang pak satpam betanya ada apa


"Ada apa pak."?


"Bos gawat....gawat bos....


"Gawat....gawat gimana maksud kamu kalau bicara itu yang jelas jangan bikin bingung deh pak"


"Itu.. Bos....itu Tuan dan nyonya besar lagi ketemu dengan seorang perempuan yang baru datang tadi"


"Terus gawatnya di bagian mananya pak? bukankah bapak sudah tahu sering datang tamu kesini, itu hal biasa kalau mereka kedatang bertamu, mungkin itu tamu ayah dan ibu"


" bukan itu bos yang saya maksud perempuan itu tadi datang dan mengaku kalau dia adalah istrinya bos, kalau tidak salah namanya Nadia"


"Apa.....Nadi...kenapa bapak tidak bilang dari tadi, pak dengarkan saya baik-baik, tolong bisik ditelinga suster dab suruh dia bawah Dira masuk kedalam kamarnya terus kunci jangan sampai Dira keluar saya tidak sudih perempuan licik itu ketemu dengan anak saya."

__ADS_1


__ADS_2