
Dokter Julio benar-benar murka dengan sikap budhe nya, padahal budhenya juga punya anak perempuan yang kawin cerai tapi tidak ada yang nyinyir ini justru budhenya yang nyinyir soal status Cessie.
"Oh...jadi kamu mengusir budhe dari sini ya, apakah seperti ini didikan mbak terhadap putra mbak sehingga dia tidak menghargai aku sebagai budhenya atau jangan-jangan perempuan murahan ini yang sudah meracuni pikiran ponakan saya makannya ponakan saya bisa bicara kasar begitu terhadap budhenya sendiri.
Plakkkkkkl...!
"Jaga ucapan kamu Mira!...masih beruntung mbak mengudang kamu kesini, kamu lupa putry kamu juga seperti apa janda berulang kali...sebelum kamu bicara itu ngaca dulu Mir...mbak benar-benar kecewa sama kamu, mbak tahu kayak gini mbak tidak sudih mengundang kamu kesini. Kamu itu di undang kesini hanya untuk menghadiri acara nikahan anak mbak bukan bikin kegaduhan disini ini mau makan malam bersama keluarga besar"
Mira memengang pipinya karena baru kena tampar dari bu Rina rasain kamu bu Mira punya mulut tidak bisa di janga sih. Bu Mira benar terkejut karena tidak percaya dokter Julio bisa membentaknya bahkan bu Rina sampai menamparnya hanya karena membelah Cessie.
" Heheh....hanya gara-gara membela perempuan rendahan ini mbak dan Julio sampai membentak dan menampar aku mbak....padahal apa yang aku katakan benar..masih banyak anak gadis yang baik di luar sana yang lebih cantik dari pada perempuan gembel ini. Janda sudah punya anak pake pelet apa sampai bisa menarik hati kamu Julio hati-hati jangan sampai keluarganya penjilat menikahi kamu hanya karena mengincar harta."
Semua keluarga bu Rina dan suaminya tidak ada yang berkomentar hanya budhe Mira saja yang berkomentar sampai menghina Cessie. Mendengar hinaan dari keluarga besan terhadap putrynya pak Arya langsung memberi respon. Siapa yang tidak sakit hati mendengar perkataan perempuan sinting itu, pak Arya sebagai ayahnya Cessie pasti jadi garda terdepan membela putry nya.
"Hallo bu Mira saya Arya, ayah nya Cessie calon istrinya nak Julio. Maaf saya mau tanya sesuci dan sesempurna apa anda sampai menghina putry saya, saya pikir Rina adalah orang terpandang jadi semua keluarganya juga terpandang dan punya attitude yang baik ternyata saya tidak menyangka kalau nak Julio punya seorang budhe yang tidak memiliki attitude yang baik ...asal anda tahu putry saya adalah wanita terhormat....anda pikir saya tidak tahu siapa anda...anda menikah dengan suami anda sekarang karena mengincar hartanya dan ini suami ketiga anda. Disini siapa yang perempuan rendahan.
Saya prihatin dengan mulut anda, putry saya tidak akan mau kalau tidak di lamar langsung oleh orang tua Julio, jadi tolong jaga ucapan anda jika anda tidak mau berakhir nanti di penjara karena telah menghina putry saya."
__ADS_1
Astaga ternyata bu Mira sudah tiga kali menikah. Dasar padahal hanya adik angkat tapi ikut campur urusan orang....
Mendengar perkataan pak Arya bukannya merasa malu justru bu Mira makin menjadi dia seolah tidak punya urat malu sama sekali.
"Hahah...ya bedah kelas dong saya ini seorang wanita karir dan kaya, suami saya orang kaya pemilik PT Husada sedangkan anda hanya manusia rendahan yang sengaja menjual putry anda ke ponakan saya...untuk mengincar hartanya. Jadi jangan samakan aku dengan kehidupan anda yang sangat Rendahan"
"PT Husada?"
"Iya anda kanget mendengar namanya hahaha makanya jangan sok kaya " padahal bu Mira tidak tahu kalau ternyata PT Husada bekerja sama dengan perusahaan Cessie, itu karena bu Rina yang minta tolong waktu itu untuk pak Arya menyuntikan dana ke PT itu karena masih kekurangan dana.
Pak Arya kanget tenyata ini adik angkat yang bu Rina maksud baiklah kita lihat saja nanti siapa yang malu dan siapa yang memohon.
"He...tidak usa sebut nama suami saya tua bangka."
Brakkkk...brakkkk...!
"Cukup budhe! jangan mempermalukan diri budhe sendiri kalau padhe tahu pasti budhe di marahin.....dan satu lagi jangan sampai budhe menyesal sekarang Julio minta budhe cepat minta maaf kepada calon istri Julio, dan calon mertua Julio. Julio berikan waktu lima menit kalau budhe masih berkeras hati tunggu padhe pulang biar budhe tahu siapa calon istri Julio."
__ADS_1
"Cuiihhhh jangan harap budhe minta maaf sama mereka sekarang kamu pilih, kamu pilih budhe kamu tetap disini tapi kamu harus batal nikah dengan perempuan ini dan mau menikah dengan anak teman budhe, atau mereka tetap disini tapi budhe pulang dan tidak ikut acara kamu dan kamu tidak dapat berkat dari budhe."
"Hahaha....ya jelas Julio pilih yang berkualitaslah budhe, calon istri dan keluarganya kalau budhe mau pergi silahkan karena jujur Julio tidak butuh berkat dari budhe ...Julio menghargai budhe karena ibu, kalau tidak budhe bukan siapa-siapa bagi Julio lagian kalau jujur budhe itu hanya saudara angkat tidak ada hak apapun disini calon istri Julio paling yang terbaik, jadi maaf budhe kalau budhe menyuruh Julio pilih antara budhe atau calon istriku jelas Julio pilih calon istri.
Karena mau ada budhe atau tidak adanya sama sekali tidak terpengaruh, justru disini budhe membuat suasana makan malam berantakan dan menyakiti hati banyak orang dan hati Julio, hati calon istri Julio dan keluarga dan satu lagi bersabarlah tunggu padhe Nanda pulang biar budhe tahu siapa calon mertua Julio, yang sangat Julio hormati mau berikan kejutan atau calon istri yang sangat cantik ini mau berikan kejutan untuk budhe kita tunggu saja sebentar lagi juga padhe pulang jadi siapkan mental budhe.
Jangan sampai memohon ya malu budhe sudah berbangga dan sombong tapi pada akhirnya memohon pada orang yang sudah di rendahkan, budhe sudah mempermalukam keluarga Julio disini dengan sikap buruk budhe. Kalau memang anak budhe itu baik kenapa budhe tidak nikahkan saja jengan putra budhe. Biar budhe bisa mengaturnya yakan...atau kalau budhe iklas biarkan saja padhe menikah lagi dengannya hahaahha"
Perkataan Julio sontak membuat yang lain tertawa selain keluarga Cessie bu Rina dan suaminya sama sekali tidak ada raut senyum di wajah mereka seperti mendung di langit sebentar lagi akan turun hujan.
Dari tadi pak Adam tidak ada satu katapun keluar dari mulutnya pak ada orangnya pendiam tapi sekali dia bicara menusuk di hati, bagi siapa yang mendengarnya.
"Mira...selama ini mas tidak perna berbicara kasar sama kamu karena kamu adik ipar mas...tapi malam ini mas tekankan tolong jangan ikut campur ueusan pribadi keluarga mas kalau kamu tidak suka silahkan pulang"!
Baru saja bu Mira mau menjawab pak Adam tiba-tiba pintu terbuka.
"Eh....pak Arya kok Disini"???
__ADS_1
Hayo...siapa yang datang.?