Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
373


__ADS_3

Sudah dua minggu Cessie dan Sekretaris Lita di rumah sakit sekarang kondisi mereka berdua sudah jauh lebih baik, saat Cessie dan sekretaris Lita mendengar kalau ternyata yang menabrak mereka berdua itu adalah dokter Linda Cessie dan sekretaris Lita langsung emosi.


Tapi untung langsung di tenangkan oleh pasangan masing-masing dokter Julio rutin merawat istrinya, sehingga Cessie sudah lumayan sehat tinggal pemulihan saja sedangkan sekretaris Lita juga sama tapi tangannya belum bisa di gerakan. Sebenarnya sekretaris Lita sedih tapi kata dokter tangannya akan segerah pulih, sedangkan dokter Linda sudah terbukti bersalah jadi akan segera di proses hukum menunggu sidang nanti.


"Mas kapan kita pulang kerumah kasian Abian Cessie kangen dengan Abian mas, dia dimana pasti kangen sama mami nya" rengek Cessie.


"Sabar ya sayang kamu harus pemulihan dulu nanti juga pulang tunggu apa kata fokter" ujar dokter Julio cengegesan.


"Bukan dokter yang melarang pulang tapi dokter Julio yang tidak menginjinkan pulang" ujar Cessie memutar bola matanya membuat dokter Julio tertawa.


"Ya sudah kalau begitu sore kita pulang ya kerumah sebenarnya kamu sudah sembuh tensi kamu juga normal hanya saja mas yang mau kamu disini, kalau sekretaris Lita sebenarnya belum bisa pulang karena memang sekretaris Lita patah tulang sayang jadi itu agak lama,, hanya saja sekretaris Lita juga sama kayak kamu tidak betah jadi sore juga dia sudah pulang "


"Nanti Cessie bicara dengan ayah untuk memberikan waktu cuti panjang kepada sekretaris Lita untuk memulihkan kondisinya, tanpa potongan gaji sedikitpun karena sekretaris Lita begini karena menolong Cessie, kalau bukan sekretaris Lita mungkin Cessie sudah meninggal mas"


"Husss jangan bicara begitu, Tuhan selalu menolong orang yang datang kepadanya jadi Allah selalu menolong kamu sayang makanya kamu dan sekretaris Lita selamat dari maut, kamu tahu betapa hancurnya hati mas saat tahu kamu kecelakaan mas tanpar bolak-balik dokter Linda"


"Ha...emang iya! Mas? Menanpar dokter Linda?" Tanya Cessie.

__ADS_1


"Iya sayang, bukan hanya mas yang lakukan itu tapi kakak Aris dan pak Galu juga, kena siapa yang tidak emosi sayang melihat istri kesayanganya di jahatin orang."


Jadi rencana sore ini Cessie dan sekretaris Lita sudah di perbolehkan pulang kerumah.


Sedangkan saat ini pak Galu sementara menyuapi sekretaris Lita makan, karena tangan sekretaris Lita sakit dan memang selama di rumah sakit pak Galu menyuapi sekretaris Lita.


"Sayang, sore kamu sudah boleh pulang tapi mas kuatir kalau kamu tinggal sendirian di apertemen, mas harus kerja sayang, pak Arya berikan sayang cuti panjang tapi tidak di potong gaji sama sekali jadi selama kamu cuti banyakin istirahat dirumah ya sayang jangan susah di bilang. Ingat sebentar lagi kita akan menikah, jadi pergunakan libur itu untuk istirahat karena bu Cessie juga sementara waktu belum masuk kantor jadi pak Aris yang menghendle semua


dengan sekretarisnya.


Pak Arya juga tidak lupa berterimah kasih pada sekretaris Lita karena sudah menolong Cessie.


"Sekretaris Lita! saya secara pribadi sebagai orang tua dari Cessie mengucapkan terimah kasih karena sudah mau menolong putry saya, kita disini bukan sebagai bos dan karyawan tapi sebagai keluarga"


"Sama-sama pak tapi seharusnya saya yang berterimah kasih karena selama saya disini semua biaya rumah sakit sudah di tanggung oleh bapak, jadi saya juga bersyukur dan mengucapkan terimah kasih banyak, bu Cessie sudah sehat saya jadi senang, tapi saya pengen ketemu dengan sih pelaku" ujar sekretaris Lita.


Setelah selesai ngobrol mereka semua masuk kedalam mobil masing-masing dan berlalu pergi pak Galu mengantar sekretaris Lita ke apertemen.

__ADS_1


"Sayang kamu yakin tinggal di apertemen kenapa sih tidak tinggal sementara waktu di rumah saja lagian bukan hanya mas di rumah ada Armi, bibi Mina juga ada satpam lebih baik sayang tinggal dirumah ya sayang tenang saja mas tidak macam-macam, mas bukan pria sembarangan. Nanti sayang di kamar utama aja tidur terus mas tidur di kamar kosong kalau sayang takut mas macam-macam boleh kok minta Armi temani.


Mas lakukan semua ini karena mas sangat kuatir dengan kondisi kamu sayang, kalau di apertemen memang bibi ada tapi bibi tidak tidur disana dia hanya beres-beres dan pulang kalau sayang tiba-tiba terjadi apa-apa bagaimana dari rumah ke apertemen agak jauh loh."


Sekretaris Lita sangat terharu dengan perhatian dan kepedulian pak Galu terhadapnya dan sekretaris Lita juga berpikir, kalau dia di apertemen susa juga kalau dia butuh sesuatu bagaimana dan dari pada pak Galu kuatir tentang dirinya lebih baik memang sekretaris Lita nginap di rumah pak Galu saja.


"Ya sudah mas kalau begitu Lita ikut mas saja tapi benaran ya mas tidak macam-macam awas saja, Lita juga mau di kamar tamu saja jangan di kamar utama kamu mas, biar pun Lita calon istri mas tapi belum pantas Lita masuk kesitu lagian masa mas tidak punya privasi di kamar pribadi mas sendiri main sembarang masukan perempuan kedalam."


Pak Galu tersenyum mendengar penuturan pak Galu.


"Sikap kamu ini yang mas suka Lit, kamu gadis yang sangat menjaga harga diri kamu dan tidak mau di pandang rendah oleh pria bahkan mas calon suami kamu saja kamu masih mau bicara begitu, cobak wanita lain tanpa di tawarin pun dia tidak segan-segan naik ranjang pria itu karena dia merasa punya hubungan dengan pria itu jadi dia berhak untuk menguasai itu semua." Gumam pak Galu dalam hati.


"Mas kenapa memandang Lita begitu memangnya Lita salah bicara"? Tanya sekretaris Lita.


"Kamu tidak salah bicara sayang, mas hanya salut sama kamu gadis secantik kamu bukan hanya cantik dan cendas tapi juga sangat dewasa mas beruntung memiliki kamu sayang, tapi kamu dengar ini, secepatnya kita akan menikah jadi kamar itu akan segera jadi kamar kamu menurut tidak masalah kamu tidur disitu karena nyonya rumah harus tidur di tempat yang nyaman, mas tidak akan masuk kekamar itu jika kamu tidak mengijinkan mas masuk.


Lagian di rumah itu bukan hanya dua atau tiga kamar tapi ada lima kamar jadi mas bebas mau tidur dimana, jadi kamu jangan berpikir yang macam-macam, kalau kamu disini, mas pergi kerja juga merasa tenang karena ada sih mbak yang menjaga kamu sayang biar bibi yang mengurus semua dan Armi yang mengurus keperluan kamu dan menjaga kamu di rumah nanti kamu butuh apa-apa tinggal bilang saja sama Armi."

__ADS_1


__ADS_2