
Sedangkan di kediaman pak Yanto orang tua Nadia, pak yanto bersama dengan sang istri sedang duduk santai, di ruang keluarga sambil ngeteh, namun hati ibu Sari gak tenang tiba-tiba ia merindukan anaknya, sembari berkata kepada suaminya" Pah, bagaimana dengan perkembangan Nadia masa Damal belum bisa sih menemukan Nadia sebenarnya ia kerja gak."
"Ini sudah lama loh pah, tapi sampai sekarang juga belum ketemu, Damal makan gaji buta aja, mendingan cari orang lain aja pah" ujar bu Sari
"Mah, mama pikir mencari seseorang itu gampang ya, kalau memang mama merasa seperti itu mendingan sana mama aja gih...yang cari, mama jangan membuat suasana tadi tenang sekarang jadi ribut ah."
"Loh kok papa mala ngomong begitu sama mama, seharusnya yang berhak cari itu papa, masa nyuruh mama, terus mau mama cari dimana coba. Heran deh sama papah gak ada pergerakan sedikitpun untuk mencari Nadia"
Memang sangat cocok juga bu Sari berbesan dengan bu Ayu. Mereka sama-sama egois. Pak Yanto sudah susa paya memcari Anaknya yang kurang ajar itu mala menuduh suaminya gak bisa bergerak.
"Mah, sudah berapa kali ya papa bilang kalau papa itu sudah berusaha tapi memang dasarnya gak ketemu ya mau bagaimana, mama selalu saja bilang papa gak ada pergerakan, terus bagaimana dengan mama! setiap hari keluyuran dengan teman-teman arisan, terus pulang sampai di rumah baru marah-marah begitu kah?"
"Papa itu bukan cuman membayar Damal mah, tapi bayar orang lain juga untuk cari anak kamu itu, tapi sama aja gak ketemu, bukankah itu didikkan mama yang selama ini selalu manjain dia, sampai menikah dan punya anak aja gak ada dewasanya. Heran juga, mungkin dia ikuti jejak kamu juga kali mah, bukan kah dulu mama juga seperti itu."
Perkataan pak Yanto membuat bu Sari pucat pasi karena memang yang di katakan pak Yanto itu benar adanya, bu Sari juga dulu begitu tapi bedahnya bu Sari cepat pulang.
Pak Yanto dan bu Sari gak berhenti bedebat tiba-tiba ada telpon masuk ke hp pak Yanto berdering.
Drttttttttt!
__ADS_1
Pak Yanto langsung mengangkat telponnya setelah melihat nama yang tertera disitu.
"Hallo Dam ada apa?" tanya pak Yanto
"Ya Hallo pak, ini ada info penting pak tentang nona Nadia, apakah kita bisa ketemu pak di rumah atau dimana begitu".
"Baik Dam kalau begitu kita ketemu di tempat biasa aja, saya sekarang segera kesana. Kamu tinggu aja disitu" ujar pak Yanto ia langsung bangun dan merampas kunci mobilnya segera keluar dari rumah.
Sedangkan bu Sari yang dari tadi meneriakin suaminya, untuk bertanya ada apa namun gak di gubris sama sekali oleh pak Yanto, membuat bu Sari kesal, ia bangkit dari duduknya dan mengejar suaminya ternyata pak Yanto sudah keburu pergi.
"Sial....kebiasaan deh, kalau di tanya main nyelonong pergi gitu aja, ngajak ke hmmm kesal padahal pengen jalan keluar juga bosan."
Yaelah bu Sari bukannya tadi baru pulang juga dari arisan sama teman-temannya kebiasaan deh , gak ada bosan-bosannya
Sedangkan pak Yanto sudah tiba di tempat janji ketemu dengan Damal, ternyata Damal sudah menunggunya disana. Pak Yanto langsung menghampiri Damal dan langsung bertanya hal penting apa yang mau Damal sampaikan.
"Dam, apa yang mau kamu sampaikan" tanya pak Yanto.
"Pak saya sudah tahu dimana tempat tinggal nona Nadia dan dia sempat kerja dimana semua datanya lengkap disini," Damal menyodorkan amplop warna coklat ke arah pak Yanto, tangan pak Yanto sampai gemetaran pada saat hendak merai amplop itu.
__ADS_1
"Jadi dalam hasil penyelidikan saya pak, nona Nadia ternyata perna bekerja di perusahaan Arya grup sebagai seorang sekretaris, dan baru satu minggu lebih Nona Nadia di pecat, dan satu lagi Alasan Nona Nadia di pecat karena ternyata selama ini, nona Nadia berselingkuh dengan suami dari putry pemilik perusahaan Arya grup waktu itu mantan suaminya menjabat sebagai manejer keuangan."
"Apa......Nadia berselingkuh dengan suami dari putrynya Tuan Arya. Kurang ajar memang anak itu mau cari mati dia, kok bisa-bisanya ya kurang ajar itu main dengan suami orang, ." pekik pak Yanto pas dengar penjelasan dan Damal, ayah siapa yang gak terkejut mendengar anak semata wayangnya berani melakukan hal bod*h itu, apalagi salah menyinggung orang.
Pak Yanto lantas membuka semua data yang ada didalam amplop itu, dengan hati yang menjerit menahan sesak didada, Pak Yanto benar-benar gak percaya kalau anaknya bisa melakukan hal sekeji itu, padahal ia sudah mendapatkan suami yang baik bahkan sudah punya anak yang cantik.
pak Yanto membuka satu persatu foto yang ada, dan melihat foto kebersamaa Nadia dengan Surya begitu mesra, membuat hati pak Yanto sakit sampai gemetaran. Pak Yanto gak kuat melihat semuanya itu jadi ia langsung masukan kembali semua kedalam amplop sembari berkata.
"Dam antar saya ke tempat tinggal anak kurang ajar ini, kita cari sampai ketemu jangan sampai, dia lolos lagi."
"Pak tenang dulu, saya sudah pesan minum jadi pak minum dulu biar agak tenang sedikit baru kita segera kesana, lagian nona Nadia sudah gak kerja jadi bisa aja sekarang mereka ada di rumah"
Damal juga kasian dan prihatin dengan pak Yanto, kasian sudah orang tua mala anaknya membuat masalah, mencipkatan beban pikiran yang di pikul oleh orang tuanya, padahal orang tuanya sangat menyayanginya.
Damal sangat mengenal Nadia karena Damal sudah kenal dengan Nadia dari dulu, jadi Damal tahu parsis sikap dan perilaku Nadia.
Setelah pak Yanto tenang dan selesai minum, mereka bergegas masuk kedalam mobil masing-masing dan berlalu pergi, tujuan mereka sekarang adalah tempat tinggal Nadia dan selingkuhannya. Sepanjang perjalanan pak Yanto hanya diam.
"Pak, kalau seandainya kita sampai dan Nadia ada di rumahnya, saya mohon pak harus sabar jangan main kasar sama nona Nadia sekarang lagi mengandung, takutnya kalau pak kasar sama nona Nadia terjadi sesuatu dengan kandungannya kita jadi pusing pak"
__ADS_1
"Entahlah Dam, saya gak tahu harus bagaimana, saya sebagai seorang ayah merasa gagal, hanya mendidik satu anak aja gak bisa sampai ia melakukan kesalahan yang keji, ia berani berzina dengan suami orang, kalau istrinya laporkan mereka ke polisi dimana Dam, kamu tahu kan Tuan Arya itu gak akan segan-segan menghukum seseorang yang berani mengusiknya."
"Iya saya tahu pak, tapi kita belum tahu kenapa nona Nadia bisa melakukan itu.