
Biarpun Faya belum ketemu dengan Aris setidak nya Faya sudah ketemu dengan Cessie dan dokter Julio jadi sudah plong, karena semua yang sudah tersimpan dalam pikirannya sudah tersampaikan kepada Cessie dan dokter Julio.
"Iya Fay lo sabar ya mungkin berapa hari lagi kakak Aris sudah pulang kalau kakak Aris sudah pulang kalian bisa ketemu agar semua yang ingin lo sampaikan bisa lo sampaikan, yang penting sekarang gua bersyukur lo sudah sampai disini dengan selamat dan tidak sampai terjebak dalam rencana gila paman lo itu. Gua gak bisa bayangin kalau seandainya lo tidak memikirkan ide gila itu terus lo kabur mungkin sekarang lo sudah menikah dengan pria tua itu gua gak bisa bayangin."
"Lagian sudah dari awal gua mah kakak Aris sudah melarang lo pergi tapi lo yang gak mau dengar-drngaran coba waktu itu lo dengarin kita pasti lo gak ngalamin hal itu"
"Iya maafin gua ya Cess gua nyesal gak dengarin lo sama mas Aris."
Kasian Faya sebenarnya Faya sudah susa paya menghindar dari perjodohan itu karena salah satunya Faya sangat mencintai Aris, sehingga Faya tidak mau sama pria itu. Lagian memang Faya juga tidak tertarik dengan pria tua itu jadi biarpun Faya belum punya pasangan Faya tidak akan mau menikah dengan pria tua itu.
Tapi sayangnya tanpa Faya ketahui pria yang di anggap baik masih setegah hati dengannya, masih mengharapkan wanita lain sehingga calonnya di abaikan padahal calonnya saat ini sangat membutuhkannya.
"Lo tahu sendiri Cess gua gak bisa tidur malam itu hanya memikirkan bagaimana caranya biar gua bisa lepas dari rencana jahat paman gua itu, ya sebenarnya gua gak tega sih menjebak anaknya dengan pria itu tapi mau bagaimana lagi gua juga terpaksa lakukan kalau tidak gua gak bisa lepas dari mereka"
"Lo tidak perlu merasa bersalah Fay karena mereka sendiri yang melakukan kejahatan, kalau seandainya mereka tidak melakukan hal jahat tidak mungkin itu terjadi. Semua sudah direncanakan jadi ibaratnya senjata makan tuan. Mereka yang merencanakan kejahatan untuk lo tapi justru anaknya yang kena."
"Iya juga sih Cess lo benar hanya saja gua juga gak nyangka paman yang selama ini gua anggap sebagai orang tua gua bisa melakukan hal memalukan itu.
Saat mereka lagi ngobrol dua orang pelayan datang menghampiri mereka salah satunya adalah Sinta, Sinta terkejut saat tahu ternyata tamu mereka adalah bosnya sendiri atau mantan kakak iparnya.
__ADS_1
Sinta yang melihat Cessie langsung senyum dan menyalaminya, sedangkan Bella terkejut karena ternyata pria yang perna di godahnya adalah pacar bosnya membuat Bella takut.
"Mbak apa kabar" Sinta menyapa Cessie dengan ramah Cessie juga membalasan sapa,an Sinta.
"Kabar baik Sin..kamu apa kabar juga sekarang kamu makin cantik ya, oh ya mbak Eva apa kabar ya? aku belum sempat menghubunginya"? Tanya Cessie sambil memuji Sinta.
"Sinta juga sudah lama tidak menghubungi mbak Evan, mbak soalnya sekarang Sinta sibuk kerja dan juga kulia"
"Wah...kamu sudah kulia? Mantap mbak akan mendukung kamu, tetap semangat ya kamu harus sukses jangan sama seperti mas kamu jika suatu saat kamu sukses jadilah orang yang rendah hati dan suka menolong sesama"
"Amin mbak Sinta pasti selalu ingat nasihat mbak, karena hanya mbak dan mbak Eva yang selalu memberikan Sinta nasihat yang baik makasih ya mbak, oh ya kapan mbak lahiran."
"Perna mbak Sinta kesana tapi Sinta di buat kecewa jadi mulai dari situ Sinta tidak perna datang lagi kesana, Sinta mohon sama mbak, tolong ya mbak jagain ponakan Sinta dengan baik takutnya nanti psikopak itu keluar dari penjara dan dia mencelakai mbak dan menculik ponakan Sinta, soalnya waktu Sinta datang kesana dia mati-matian mau ambil anak mbak dan dia mau rebut mbak dari siapapun pria yang menikahi mbak itu yang membuat Sinta dan dia bertengkar."
"Karena Sinta memintanya untuk menjauhi mbak karena sekarang mbak sudah bahagia. Kalau soal perempuan ****** itu Sinta gak tahu mbak nanti Sinta datang temui dia"
Cessie yang mendengar perkataan Sinta sangat terharu karena memang banyak sekali perubahan didalam diri Sinta tidak seprti dulu lagi, Sinta yang sekarang sangat dewasa dan beruba.
"Makasih ya Sin mbak gak nyangka kamu sangat beruba semangat kulia ya jika kamu ada kekurangan boleh kamu bilang sama mbak."
__ADS_1
"Makasih mbak tapi sudah cukup pengorbanan mbak sama Sinta dan keluarga Sinta yang tidak tahu diri ini, sekarang Sinta bersyukur mbak masih mau mempekerjakan Sinta disini saja sudah bahagia gaji Sinta cukup untuk kebutuhan Sinta mbak, sekarang mbak fokus dengan persalinan mbak nanti"
Setelah selesai bicara Sinta pamit keluar sedangkan hidangannya sudah terhidang diatas meja. Begitu juga Bella sudah menyiapkan minuman di atas meja dan berlalu pergi.
"Cess mantan adik ipar lo beruba drastis ya gak kayak dulu sekarang sikapnya dewasa banget dan ramah sama lo"
"Iya Fay sebenarnya dia itu anak yang baik Fay tapi dia di tekan oleh mantan ibu mertua namanya juga masih anak gadis yang masih labilkan, jadi ya dia ikut saja apa yang di katakan oleh ibunya, sebenarnya dia dulu kulia tapi uang kulianya di ambil oleh mantan mertua gua untuk buat arisan jadi Sinta gak jadi kulia, semoga setelah ini kulianya lancar kasian dia"
"Tapi gua bersyukur sih biarpun dari mereka semua mencaci maki gua tapi mbak Eva dari dulu dia gak perna memarahi apalagi menghina gua, perna sih sekali itupun karena dapat hasutan dari bu mertua tapi setelah mba Eva tahu kebenaran justru mbak Eva berpihak ama gua. Mbak Evan memang baik orangnya"
"Sayang ingat kata-kata Sinta tadi harus hati-hati karena mantan suami kamu masih belum bertobat dan berniat mencelakai kamu dan anak kamu, nanti kalau kamu sudah melahirkan mas akan membayar pengawal untuk mengawal kalian kemana saja."
"Mas pengawal yang ada di rumah itu mau di kemanain....selama ini aku yang gak mau pake pengawal bahkan rumah aku saja masih ada Krisna disana yang menjaga rumah, sudah lama aku tidak pergi mengecek rumah itu entah sudah jadi apa memang selalu terawat sih karena ada bibik dan Krisna disana."
"Yuk kita makan nanti makananya dingin gak enak...enakan makanan yang panas tunggu sampai jam berapa baru kita makan sampai makanan lumutan haahha"
"Ciaaahhh dasar bumil...seprtinya sudah kelaparan ini makanya pengen cepat makan yakan"?
"Hahaha mas tahu saja kalau aku sudah kelaparan yuk kita makan...setelah selesai baru kalau mau ngobrol lagi gapapa"
__ADS_1