Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
415


__ADS_3

Sementara polisi menunggu di luar tiba-tiba keluar dokter dari dalam ruangan dan menghampiri kedua polisi itu.


"Maaf dokter bagaimana dengan kondisi pasien apakah baik-baik saja?" Tanya seorang polisi.


"Maaf pak! apakah ada keluarga pasien disini? Karena pasien dalam keadaan kritis, saya ingin berbicara dengan keluarga pasien." Ujar dokter yang menangani Surya.


Sedangkan Sinta dan Iksan sudah sampai di loby dan gegas kedalam rumah sakit setelah mereka tahu dari resepsionis dimana ruangan Surya mereka langsung gegas ke ruangannya. Masih dari jauh Sinta sudah melihat dokter dan kedua polisi lagi berbincang.


"Aduh maaf dokter keluarga pasien sepertinya masih dalam perjalanan menujuh kesini bisahkan kita mewakilkan saja? apa yang bisa kami lakukan dok atau kita tunggu saja dulu sampai keluarganya datang. Tapi kalau memang ini darurat dan tidak bisa di tunda lagi tidak masalah biar saya saja yang bertanggung jawab" Ujar polisi.


Pas Sinta dengan Iksan sampai dan Sinta langsung bertanya kondisi Surya. Pak polisi dan dokter merasa lega saat melihat kedatangan Sinta dan Iksan.


"Dokter bagaiamana dengan kondisi kakak saya dok, kakak saya baik-baik aja kan dok"? Tanya Sinta.


"Syukurlah ibu Sinta sudah datang" ujar seorang polisi yang juga sudah mengenal Sinta.


"Maaf bu, pak. Tolong tenang dulu biar saya jelaskan tapi boleh kita bicara di ruangan saya saja, soalnya ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada ibu Sinta dan pak Iksan mengenai penyakit yang di derita pak Surya." Ujar dokter.

__ADS_1


"Baik dok" pinta Sinta.


Sinta dan Iksan langsung mengikuti dokter kedalam ruangannya dan tinggal kedua polisi itu setia menjaga di pintu ruangan Surya, karena seorangan tahanan tidak bisa di tinggalkan begitu saja harus di jaga karena bisa jadi dia kabur jika sembuh.


Setelah sampai di dalam ruangan dokter mempersilahkan Sinta dan Iksan duduk. Dokter juga membuat Sinta tenang dulu agar pada saat dokter jelaskan Sinta sudah tenang.


"Silakan duduk pak, bu." Ujar dokter, Sinta dan Iksan langsung duduk hanya saja hati Sinta tidak tenang.


"Dok, bagaimana dengan pasien yang atas nama Surya dok? sebenarnya kakak saya sakit apa? Karena mas Surya perna masuk rumah sakit dok tapi kami tidak diberitahu dia sebenarnya sakit apa. Jadi saya juga kaget tadi saat terimah telpon kalau mas Surya di rumah sakit"? Tanya Sinta.


"Harap ibu tenang ya, memang inilah tujuan saya memanggil ibu dan pak datang kesini, saya mau jelaskan penyakit apa yang di derita oleh pak Surya, sebenarnya sudah lama pak Surya menderita penyakit paru-paru basah, penyakit itu bisa di sembuhkan hanya saja pak Surya tidak rutin minum obat jadi sekarang penyakit sudah sangat parah. Paru-paru pak Surya sudah hitam dan bocor, bukan hanya itu pak Surya sebenarnya menderita banyak penyakit sehingga bisa di bilang sudah komplikasih.


"Deg.....! Jadi Abian sudah datang menemui mas Surya, berarti setelah Abian dengar penjelasan dari aku besoknya dia langsung mememui mas Surya, dan pasti yang di bilang gadis cantik itu tidak salah lagi itu pasti Aziza, karena Abian tidal perna dekat dengan gadis mana pun. Kalau seperti ini hati ku sangat sakit dan kasian dengan mas Surya tapi kalau aku ingat dengan perbuatannya terhadap mbak Cessie dan Abian bikin kecewa juga, tapi apa pun yang terjadi dengan mas Surya mbak Cessie harus tahu dan semoga Abian ikut ke rumah sakit." gumam Sinta dalam hati.


"Dok separah itu kah penyakit yang di derita oleh kakak saya? Kira-kira sembuh tidak dok kalau sudah parah" tanya Sinta.


"Hanya mujizat yang menyelamatkan pasien, karena saya rasa kita hanya menunggu saja, tapi saya sebagai dokter saya akan berusaha melakukan yang terbaik, ibu dan pak harus kuat berdoa" ujar dokter membuat Sinta lemas.

__ADS_1


Setelah dokter menjelaskan semuanya Sinta dan Iksan keluar dari ruangan dokter dengan langkah kaki Sinta yang sangat berat dan tidak ada semangat, Sinta kembali ingat dengan mbak Eva Sinta langsung menghubungi mbak Eva kalau pun mbak Eva tidak ingin datang juga tidak masalah, yang penting sudah di beritahu jadi jika terjadi sesuatu dengan Surya mbak Eva sudah tahu.


Sedangkan di luar kota di kampung mbak Eva dan suaminya mas Bran sudah istirahat karena sudah malaml, namun tidur mereka ternganggu dengan bunyi hp membuat mas bram terjaga tapi mbak Eva masih tidur, mas Bram langsung mengangkat telponnya saat tahu siapa yang menelpon malam-malam begini.


"Sinta! Tumben dia nelpon jam segini ada hal penting apa, dia tidak biasa telpon jam segini" gumam mas Bram langsung memgangkat telponnya karena mas bram tidak tega membangungkan mbak Eva.


"Hallo Sin...ada apa telpon malam-malam begini" tanya mas Bram.


"Hallo mas, maaf Sinta menganggu apa mbak Eva sudah tidur mas"?


"Sudah ada apa bilang saja nanti mbak kamu bagun baru mas beritahu dia."


"Ini mas, tolong kalau nanti mbak Eva bangun bilang kalau sekarang mas Surya kritis di rumah sakit karena penyakit komplikasih, jadi kemungkinan besar mas Surya tidak selamat, kalau mas libur tolong dengan mbak Eva datang ya" jelas Sinta.


Mas Bram yang mendengar terkejut, dan langsung membangunkan mbak Eva kalau hal lain mas Bram tidak akan membangunkan mbak Eva tapi ini memyangkut keselamatan Surya.


"Apa kamu bilang dik, Surya kritis kok bisa sejak kapan kenapa baru sekarang kabarin? Mbak kamu sudah tidur tapi tidak masalah nanti mas pelan-palan membangunkannya"

__ADS_1


"Baru tadi jam lima atau enam itu katanya mas Surya pingsan di lapas akhirnya langsung di larikan ke rumah sakait tapi ternyata sudah kritis, Sinta juga baru tdi kabarin tadi jadi Sinta dan mas Iksan juga baru sampai di rumah sakit dan ketemu dengan dokter barusan. Yang penting Sinta sudah ngabarin mas dengan mbak Eva jadi mau kalian datang atau tidaknya, tidak masalah bagi Sinta jika terjadi sesuatu dengan mas Surya, mas dan mbak Eva sudah tah" ujar Sinta


__ADS_2