
Sedangkan di tempat lain Nadia sudah satu minggu masih terperangkap di kontrakan anak buah Cessie, kondisi Nadia sudah agak sedikit membaik , walaupun setiap hari selalu disiksa oleh anak buah Cessie sampai kondisi fisiknya agak sedikit lemah tapi hari ini.
Ia benar- benar nekat akan kabur, karena ia merasa gak sanggup menunggu lebih lama lagi sampai kondisinya sembuh total, karena Nadia sudah gak mau dia di jadikan pemuas naf**u laki-laki asing itu semua yang setiap hari selalu gonta-ganti orang.
Seperti hari ini padahal tadi malam baru satu yang datang dan memaksa Nadia melayaninya, namun karena Nadia gak mau akhirnya Nadia di hajar habis-habisan dan sekarang satu lagi yang datang, kalau Nadia memberontak lagi takutnya dia di hajar sama pria asing itu.
Nadia jadi takut karena bekas luka semalam aja masih berbekas sampai wajahnya dan badan Nadia biru balau, karena selalu dapat tamparan dan pukulan dari laki-laki yang datang.
Itu yang membuat Nadia sangat tersiksa jadi ia rencana kabur nanti malam, setelah pria asing itu pergi, karena biasanya setelah selesai melakukan, mereka akan pergi dan sekitar tegah malam baru mereka akan kembali, jadi itu kesempatan untuk Nadia lari, rencananya ia lari bersembunyi dulu di tempat lain setelah kondisinya sudah benar-benar membaik barulah Nadia pergi menemui Iksan.
Karena sampai sekarang Nadia masih yakin kalau Iksan masih menungguhnya pulang. Apa lagi Nadia sempat intip supir taksi itu menyimpan uangnya didalam lemari, jadi ini kesempatan emas untuk Nadia jadi Nadia sudah siap-siap untuk kabur dan rencana mau mencuri uang itu untuk pakai selama ia kabur dari kontrakan itu.
"Humm aku gak bisa berdiam diri disini kalau aku gak bergerak dan keluar dari sini aku bisa mati karena disiksa sama laki-laki kaparat ini semua, mereka datang hanya sekedar melepaskan naf**u birahi mereka setelah itu mereka pergi tanpa ada belas kasihan sama sekali, dasar manusia gak punya hati awas aja akan aku balas kalian, kalau seandainya aku gak. buronan mungkin aku sudah lapor polisi ".
Dengan kondisi terdesak seperti ini baru seorang Nadia ingat dengan orang tuanya, padahal selama ini ia kemana, ia pergi tanpa ada kabar sama sekali sampai bu Sari masuk rumah sakit berulang kali, dan sekarang baru ingat kalau masih punya orang tua.
"Mah, pah maafin Nadia karena Nadia sudah buat kalian pasti sedih karena mencari Nadia, Nadia yakin mas Iksan sudah nanyain Nadia sama kalian mah, pah. Tapi kalian tenang aja sebentar lagi Nadia akan pulang dan bisa berkumpul kembali sama seperti dulu lagi."
__ADS_1
" Pasti mama sama papa kangenkan sama Nadia, Nadia juga kangen pah, mah dan kangen sama mas Iksan pokoknya kalau Nadia pulang papa sama mama dan mas Iksan harus bantu Nadia untuk balas semua perbuatan bejat orang yang menyakiti Nadia mereka sudah menodai dan menyiksa Nadia mah, pah".
"Apalagi Nadia yakin pasti perusahaan kita sudah berkembang jadi gampang menghancurkan hidup seseorang tunggu aku pulang mas, aku kangen sama kamu dan anak kita soalnya balas dendamku sudah selesai. Humm tapi gimana ya kalau mas Iksan tahu aku gak bisa hamil lagi, ah. Pokoknya mas Iksan gak boleh tahu nanti ia gak mau menerima aku lagi. Papa dan mama juga gak boleh tahu, apa yang sudah aku lakukan pokoknya aku harus cari alasan yang tepat agar mereka gak curiga"
Pulanglah Nadia ke orang tua kamu semoga kamu gak diusir dari rumah kedua orang tua kamu ya Nadia dan mereka bisa menerima kamu disana, takutnya kamu belum masuk sampai di halaman orang tua kamu sudah mencegah kamu diluar pagar dan mengusir kamu.
Kamu sih jahat sekali, coba kamu gak melakukan kejahatan mungkin orang tua kamu gak sebenci itu sama kamu. Sekarang nikmati aja, kamu dijadikan pemuas naf**u laki-laki hidung belang bahkan kamu sampai di siksa begitu.
Nadia yang masih betah berbaring di atas kasur lusuh itu, ia berusaha bagun dari pembaringannya dan ingin membersihkan diri karena dari semlama sudah beberapa kali ia di jamah oleh laki-laki hidung belang, entah penyakit apa yang mereka bahwa Nadia juga gak Tahu.
Tapi Nadia masih bisa ganti sementara waktu pikirnya sebelum keluar dari penjara atau tempat penyiksaan seperti neraka, Nadia jugi binggung masa laki-laki itu, ia menyiksa Nadia tapi dia juga mau beliin Nadia baju dan makanan sebenarnya mau Laki-laki itu apa.
Setelah Nadia bangun dari pembaringannya ia lantas gegas masuk kedalam kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri, karena Rencana setelah selesai ia akan cari Celah dikontrakan itu untum persiapa jalan untuk malam siap kabur.
Pada saat Nadia mandia tiba-tiba ia kayak mendengar ada orang bukan pintu.
Krekkkkk...krekkkkkk.!!
__ADS_1
Nadia menghentikan antivitasnya sejenak ia hanya memastikan saja, apakah benar yang bukan pintu adalah manusia atau hantu...hahaha ada- ada aja Nadia masah ada hantu disiang bolong. Setelah ia memperjelas kalau benaran itu manusia, Nadia mala Cuek bebek dan melanjutkan acara mandinya.
Nadia berulang kali pakai sabun untuk membersihkan dirinya, namun entah kenapa perasaan Nadia tiba-tiba diselimuti rasa sedih yang mendalam perasaannya sedih banget akhirnya ia menangis dalam diam didalam kamar mandi agar orang yang ada di luar gak bisa melihat kalau Nadia lagi dalam keadaan yang sangat menyedihkan .
"Ya Tuhan aku mau hubungi ayah atau ibu tapi hp aja gak punya bagaimana caranya ya aku bisa hubungi...awas kamu ya Cessie kalau aku lepas dari sini akan aku balas semua perbuatan jahat kamu, karena gara-gara kamu dan kak kamu itu aku kehilangan anak dan kehilangan rahimku."
"Lihat aja aku akan membuat perusahaan kamu rata sampai gak bisa bangkit lagi, memang aku tahu perusahaan kamu besar tapi kalaj perusahaan ayah dan mas Iksan bersatu untuk melawan perusahaan kamu, itu gampang, ini semua gara-gara kamu sehingga hidup aku bisa hancur begini."
Nadia menangis di bawah guyuran air, namun ia masih juga sempat untuk memaki dan umpetin Cessie, memang Nadia gak ada tobatnya bisa jadia sampai ia keluar penjara juga gak bakal bertobat, kira-kira hukuman aja yang cocok untuk orang seperti Nadia yang benar-benar gak tahu diri, padahal dia yang salah.
Hampir tiga puluh menit Nadia berend didalam kamar mandi membuat orang yang ada di luar mengerutu karena ia juga sebenarnya mau masuk kedalam kamar mandi karena sudah kebelet, namun sudah menunggu tapj Nadia gak kunjung keluar, akhirnya laki-laki tersebut gedor pintu.
"Woy....cepat keluar aku mau masuk lagi kebelet nich. Kamu mandi apa tidur sih atau kamu mau aku masuk biar kita mandi bersama, kalaj kamu mau gapapa sih, lebih enak sambil mandi, bukan pintunya aku mau masuk kalau kamu gak buka aku dobrak."
Tak lama pintu terbukan.
Krekkk krekkkk!!!
__ADS_1