
Dokter Julio bergeming saat dokter Linda berteriak minta tolong sama dokter Julio.
"Dokter Julio saya tidak melakukan kesalahan apapun, kenapa aku harus di bawah ke kantor polisi saya tidak mau tolong saya dokter Julio saya mencintaimu" teriak dokter Linda.
"Bawah saja pak jangan hiraukan dia dan tolong hubungi orang tuanya untuk datang kekantor polisi, kamu harus bertanggung jawab atas semua perbuatan kamu dokter Linda" ujar dokter Julio.
"Baik pak Julio." Ujar polisi.
"Pak polisi lepaskan saya,jangan sembarangan menangkap saya, saya tidak salah apa-apa, dokter Julio kamu akan menyesal nanti sudah menperlakukan saya begini lihat saja nanti" ujar dokter Linda
" Kalau anda tidak merasa melakukan apa-apa lebih baik ikut saja biar kita selesaikan di kantor polisi, jangqn berteriak disini " karena teriakan dokter Linda dan di tambah kedatangan polisi ke rumah sakit mengundang perhatian banyak orang baik itu suster dan dokter maupun para pengunjung lainnya.
"Loh...lihat deh itu dokter Linda bukan sih kenapa di tangkap polisi? itu juga ada dokter Julio dan kedua pria tadi yang bawah dua oranh wanita itu karena kecelakaan katanya" ujar seorang suster.
"Waduh...atau jangan-jangan dokter Linda yang pelaku penabrak istrinya dokter Julio, apa iya kalau bukan kepada dokter Julio disitu" ujar suster yang membersihka darah Cessie tadi.
"Emang iya? Istri dokter Julio kecelakaan? Yang benar saja"? Tanya salah satu suster yang belum tahu apa-apa.
"Memangnya kamu tidak tahu kalau sekarang istrinya pak dokter Julio lagi kritis dengan sekretarisnya di IGD karena tabrak lari, tadi saya dengan dokter Ani yang menanganinya jadi saya di kangetkan dengan kedatangan pak dokter Julio dan langsung menangis disamping istrinya, saya baru kali ini melihat seorang pak dokter tanpan menangis." ujar salah satu suster.
"Masa sih dokter Julio menangis yang benar saja?"
"Memangnya kalau saya bohong apa untungnya sama saya, saya kasih tahu sesuai fakta kalau dokter Julio memang menangis"
__ADS_1
Pak polisi langsung menyeret dokter Linda kedalam mobil dan langsung di bawah ke kantor polisi sedangkan Aris baru ingat untuk menghubungi ayah dan ibunya terus Faya, tapi Aris justru lebih takut beri tahu Faya, takutnya Faya terkrjut dan terjadi apa-apa dengan kandungannya.
"Maaf Julio aku harus hubungi ayah dan ibu nanti mereka marah aku tidak hubungi mereka" ujar Aria meminta ijin sedangkan dokter Julio hanya duduk dan menunduk kepala bulir bening lolos begitu saja, walaupun pelaku sudah ditangkap tapi sekarang kondisi Cessie dan sekretaris Lita belum ada tanda-tanda untuk sadar.
Sedangkan di kediaman keluarga pak Arya saat ini pak Arya, Faya dan bu Intan sedang duduk bertiga di ruang tengah entah kenapa tumben sudah jam sembilam pak Arya belum berangkat kantor.
Saat mereka berbincang telpon rumah berdering kali ini Aris sengaja tidak telpon ke nomor hp tapi langsung telpon rumah. Tujuannya supaya jika pemilik rumah tidak angkat pasti bibi yang angkat.
Faya yang duduk dekat dengan telpon rumah langsung angkat, belum juga Faya hallo Aris sudah menangis dan mengatakan kalau Cessie kecelakaan dan sekarang kritis.
"Hallo..ibu, maaf Aris mau kasih tahu kalau adik Cessie kecelakaan dan sekarang kritis di rumah sakit, tapi ibu dan ayah tenang ya jangan panik soalnya pelaku sudah ditangkap, ayah dan ibu segerah kesini."
Brakkkk!
Telpon rumah terlepas dari nggenggaman tangan Faya dengan tubuh gemetaran dan langsung melorot kebawah. Seketika bulir bening membahasi pipinya sedangkan pak Arya dan bu Intan tak kalah terkejut melihat reaksi Faya, perut Faya juga agak sedikit sakit mungkin karena terkejut tadi tapi Faya tidak mau mengaduh sakit Faya justru diam dalam tangisnya.
Faya langsung menghapus Air matanya dan berusaha bangun biarpun perutnya agak sakit dan tidak menjawab pertanyaan Bu Intan, justru Faya langsung menyuruh bu Intan dan pak Arya untuk bersiap agar mereka ke rumah sakit.
"Bu, ayah sekarang juga kita ke rumah sakit bu...ayok bu..." Faya karena panik menarim tangan bu Intan dan meminta pergi.
"Ada apa nak kita kerumah sakit apa kamu lagi sakit" tanya bu Intan.
"Ibu, ayah tadi telpon itu dari mas Aris katanya saat ini mas Aris dan pak Galu di rumah sakit karena Cessie kecelakaan dan sekretaris Lita kritis bu di IGD." Jelas Faya membuat kedua orang tua itu terkejut seketika bu Intan pingsan.
__ADS_1
"Apa....Cessie kenah tabrak"? Tanya bu Intan dan pak Arya hampir bersamaan
Brukkkkk!
"Ayah tolong angkat ibu biar sekalian kita kerumah sakit untuk rawat ibu, ibu di belakang saja sama Faya, kita harus segerah pergi"
Pak Arya merasa dunianya seketika runtuh mendengar putry kesayanganng kritis. Tapi pak Arya berusaha kuat walaupun dalam hati sangat rapuh rasanya pak Arya mau teriak juga memanggil nama Cessie, tapi pak Arya tahu kalau istrinya sangat membutuhkan kekuatan dengan kondisi seperti ini.
Dengan sigap pak Arya langsung mengendong bu Intan dan masuk kedalam mobil sesuai peemintaan Faya, bu Intan di tidurkan di kursi belakang dan sama Faya.
Pak Arya sudah tidak peduli lagi dengan semuamya ia langsung menarik gas mobil dan melaju keluar meninggalkan rumah.
Mobilnya membelah jalan raya bersaingan dengan banyak kendaraan yang lalu lalang, pak Arya yang biasa bawah mobil nya dengan kecepatan normal sekarang agak sedikit kencang apalagi jalan raya agak sedikit rengang.
"Siapapun yang berani melakukan ini terhadap putry ku, aku tidak akan membiarkan dia bebas begitu saja, aku akan memberikan hukuman yang setimpal dengannya kurang ajar sekali dia, berani-beraninya dia menyengol kehidupan keluargaku apalagi itu putryku. Aku lakukan apapun demi putryku...Tapi kira-kira Cessie ditanrak dimana ya"? Gumam Aris dalam hati.
Sedangkan Faya yang duduk dibelakang perutnya makin sakit mungkin Faya pikiran dan sangat takut Cessie kenapa-kenapa, ibu hamil itu tidak boleh stres takutnya terjadi apa-apa dengan kandungan.
Bu Intan perlahan membuka matanya dan sadar tetapi sudah didalam mobil, bu Intan langsung menangil nama Cessie sambil berisak tangis hal itu makin membuat Faya tertekan.
"Aduh....bu sakit...perut Faya sakit banget ayah, ibu" pak Arya dan bu Intan makin Cemas sekarang bukan hanya putry saja yang masuk rumah sakit, tapi menantunya juga kesakitan dan harua bawah kerumah sakit.
"Wah...nak kamu sakit apa, kenapa perut kamu sakit nak, makanya jangan banyak pikiran nak."
__ADS_1
Aris yang mendapati telponnya sudah mati langsung telpon lagi namun . Ternyata justru tidak di angkat, membuat Aris makin cemas. Kira-kira apa yang terjadi sehingga telponnya tidak di angkat atau jangan-jangan Faya kenapa-kenapa lagi makanya mereka tidak ada yang mengangkat telpon ku, aduh bagaimana ini semoga Tuhan melindungi semua keluargaku termasuk adiku engkau berikan kesembuhan Tuhan.
Aku tidak mau kehilanga orang yang aku sangat menyayanginya adikku dan juga istriku semoga semua sehat-sehat.