Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
96:96 Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

Sedangkan pak satpam tadi langsung berlari tergesa-gesa masuk kedalam rumah , sesampai di dalam ternyata bos dan keluarganya lagi sarapan di meja makan.


"Pagi pak maaf sudah menggangu tapi ada tamu di luar gerbang"


Pak Arya dan yang lain saling pandang mereka heran siapa yang berani datang bertamu sepagi ini. Dari pada penasaran lantas pak Arya bertanya" tamu siapa"?


"Maaf pak ada laki-laki dan perempuan, katanya laki-laki itu suaminya nona Cessie dan perempuan itu Mertua nona Cessie, apa mereka di biarkan masuk pak atau biar saya usir mereka ."


Deg deg deg!!!


Jantung Cessie berdegup kencang, pikirannya langsung tertuju ke Surya, siapa lagi kalau bukan mereka.


"Suruh aja mereka masuk pak, mau apa lagi mereka kesini gak punya malu, sepertinya memang hari ini juga kak harus berikan mereka pelajaran." ujar Cessie menatap Aris sedangkan Aris hanya kengangguk aja.


"Yaelah dari tadi ke bukanya, mala dibiarin berdiri diluar awas aja saya akan kasih tahu menantu saya dan kamu dipecat" ujar bu Ayu berlagak sombong.


Pak satpam hanya menatap ketiga orang itu dengan gelengan kepala.


Pak satpam kembali keluar dan membukakan pintu untuk ketiga orang itu, dengan sombongnya mereka berlengak lengok masuk kedalam" Ya ampun rumah mertua kamu mewah banget surya lebih mewah dari pada rumah Cessie." ujar bu Ayu


"Hmm kenapa aku jadi takut gini ya, aku salah nyinggung orang ini, tapi gapapa demi mencapai rencana, sudah terlanjur di tengah perjalanan jadi lanjut sampai tuntas" gumam Nadia dalam hati.


Namun baru beberapa langkah belum sampai di teras rumah, pak Arya dan yang lain sudah keluar dari dalam mencegah ketiga orang itu masuk kedalam.


"Pagi bu besan maaf tadi mau kesini gak kabarin dulu, saolanya kangen sama mantu kesayangan saya, jadi rencana kami mau datang jempu pulang ke rumah ," ujar bu Ayu


Namun gak ada tangapan yang baik dari bu Intan ia hanya tersenyum paksa tanpa membalas perkataan bu Ayu membuat bu Ayu gak enak hati, ia merasa di abaik oleh besannya.


Surya yang melihat Cessie datang ia tersenyum bahagia, dengan langkah cepat mau peluk Cessie tapi sayangnya Cessie menghindar jadi Surya hanya dapat peluk agin.


"Loh sayang kenapa kamu gak mau di peluk, mas kangen loh sama kamu, dari kemarin mas kerumah tapi kamu gak ada,"


Sedangkan Surya berjalan menghampiri pak Arya dan bu Intan untuk mencium punggung tangan nereka, namun pak Arya dan Bu Intan membiarkan aja. Biasa orang tua Cessie kan, orang yang baik jadi biarpun Surya punya kesalahan tapi ia pernah menjadi mantu.

__ADS_1


Cessie yang mendengar kata kangen dari surya hanya tertawa" Apa kamu bilang, kangen dan tolong jangan panggil aku sayang karena sebentar lagi kita tak punya hubungan apa-apa lagi dan untuk apa kalian kesini, terus tadi ibu bilang apa kangen hahaha gak salah tuh, kangen sama saya atau kangen sama harta saya"


Bu Ayu maju dan pengen peluk Cessie lagi tapi sama juga seperti yang di lakukan ke Surya, Cessie menghindar membuat muka bu ayu seketika merah merona menahan malu.


"Nak, mama kangen sama kamu, kita pulang ya ke rumah, tolong maafkan Surya itu hanya kesalah paham aja, pak Arya Bu besan saya harap bu besan paham, biasa namanya rumah tangga itu pasti ada kesalah pahaman, jadi tolong jangan ajarkan Cessie menjadi istri yang durhaka sama suaminya"


Sontak ucapan bu Ayu membuat Surya agak emosi melihat mamanya, tahu begitu biarkan mamanya tinggal di rumah pikir surya.


"Mah, diamlah biar Surya yang bicara." ujar surya melototi sang mama.


"Kamu yang diam dulu Surya biar mama bicara sama bu besan agar bu besan mengajari anaknya agar punya adab dan tahu cara menghargai suami dan mertua, masa hanya salah paham aja Cessie berani mengusir kami dari rumah malam-malam."


"Besan tolong biarkan Cessie ikut sama kami pulang kerumah, biar Cessie dan Surya bisa meluruskan kesalah pahaman ini besan jangan tahan Cessie disini, saya tahu Cessie dengan sombongnya mengugat cerai Surya tapi itu bisa Cessie cabut kembali laporan itu."


Sebenarnya baik Surya maupun bu Ayu sudah malu dengan perkataan Cessie barusan, tapi memang dasar ya keluar benalu jadi gak masih punya muka.


Karena bu Intan sudah geram dengan perkatasn bu Ayu dari tadi dengan beraninya bu Inta menatap mata bu ayu sembari berkata" Bu Ayu sudah selesaikah bicara? Biar giliran saya yang bertanya atau bicara."?


Bu Intan yang melontarkan pertanyaan membuat bu Ayu seketikan pucat pasih, ia gak tahu mau jawab apa, karena pertanyaan bu Intan seperti jarum yang ditancapkan di uluh hati.


"Anda jangan mengajari saya untuk mendidik anak dengan baik, karena saya sangat tahu siapa dan seperti apa sifat anak saya. Saya mau tahu seperti apa anda mendidik anak anda, sampai menjadi seorang laki-laki pengecut dan gak tahu bertanggung jawab. Bukan kah anda sendiri juga yang menghancurkan rumah tangga anakmu."


"Masih beruntung saya dan suami saya gak laporkan anak kamu dan perempuan ini kepolisi karena berzina, bukannya anda berpikir dan beruba mala ngatain anak saya, bu tolong koreksi diri baru bicara".


Jika anda adalah ibu yang berhasil mendidik anak dan jika anda adalah ibu yang baik, gak mungkin kan anda yang menghasut anak anda untuk berzina. Bukannya anda juga yang menjodohkan anak anda dengan perempuan ini dan menindas anak saya, mertua macam apa anda."


"Mendingan kalian keluar dari sini tamu tak di undang!"


Pak Arya yang melihat istrinya emosi ia langsung mendekat dan menenangkan istrinya sembari berkata"Bu Ayu, saya menghargai kedatangan kalian kesini tapi kalau kalian datang dengan hanya untuk menjelekan anak saya mendingan sekarang kalian pergi dari sini"


"Enak aja kami gak akan pergi kalau kalian gak mengikuti syarat kami"


Memang bu Ayu punya nyali juga ya, masih mau menentang.

__ADS_1


"Hahaha syarat apa Mantan mertua yang terhormat"ujar Cessie sedangkan Surya sudah pusing melihat tingkah mamanya. Ia berpikir cepat ambil tindakan.


Surya maju mendekat ke arah cessie namun Nadia langsung menarik tangan Surya sembari memakin Cessie" he ****** jangan kamu kegat*lan sama suami saya karena kamu itu hanya mantan yang sudah di buang, makanya jadi istri itu bisa hamil jangan mandul"


"Kamu tahu gak kami kesini itu agar suami dan mertuaku mau membujukmu kembali karena hanya mau mengincar hartamu bukan mau balik sama wanita mandul kayak kamu."


Aris yang dari tadi hanya dia menyaksikan drama yang di ciptakan oleh keluarga toxic, kanget bahkan rahangnya mengeras pas mendengar perkataahn hinaan dari Nadia membuat ari emosi.


Ia langsung maju dan melayangkan dua tamparan sekaligus di pipi kiri dan kanan Nadia, tiba-tiba kepalanya pusing dan tersungkur ke tanah." He perempuan murahan, jangan pikir saya gak tahu siapa kamu, saya sudah menyekidiki seluk beluk kamu jadi saya tahu seperti apa hidupmu, jangan coba-coba menghina adik saya kalau kamu gak mau berakhir di IGD.


Pakkkkkk....pakkkkkk


"Argh......"


" Sebutan ****** itu Seharusnya pantas untuk perempuan licik seperti kamu, yang mengodah suami orang serakan harga diri pada laki-laki yang beristri, kalau soal anak kamu yakin adik saya ini mandul, apa kamu Tahun yang tahu segalanya, kamu itu hanya manusia menjijikan jadi kamu gak pantas mengataik adik saya".


Sedangkan Nadia memengan pipihnya yang terasa panas apa lagi tangan laki-laki itu sangat berat. Semalam sudah di hajar sama surya sekarang di hajar sama Aris.


Bu Ayu yang melihat nadia tersungkur sontak Surya dan bu Ayu kaget dan mereka berdua berusaha membantu Nadia bagun.


"He kurang ajar berani sekali kamu memukul mantuku." ujar bu Ayu namun aris gak menghiraukan cacian itu karena aris sudah bertekat, untuk berikan kasih pelajaran juga untuk Surya sebelum sebentar lagi mereka seret ke penjara.


Setelah aris menghajar Nadia sekarang ia berhadapan dengan surya, ia menatap surya dengan tajam tak lama kemudia.


Pakkk pakkkk bumkkkkk!


"Argh...."


"Surya......"


"Mas..."


Aris melayangkan tinjunya pas di wajah Surya belum selesai aris dengan cekatan menendang senjata Surya yang di bawa membuat surya tersengkur sambil meringis kesatikan

__ADS_1


__ADS_2